Artyzen Hospitality Group Bangun Tujuh Proyek Baru

0
Artyzen Hospitality Group
Ruang Tunggu Artyzen Lingang Shanghai./ dok. Artyzen

Selain tujuh proyek baru tersebut, ekspansi lebih luas juga akan dilakukan Artyzen Hospitality Group, seperti di Australia, Jepang, Maladewa, Asia Tenggara, juga Portugal.

PropertiTerkini.com (Hong Kong) – Rencana ekspansi ambisius akan dilakukan oleh Artyzen Hospitality Group, perusahaan perhotelan internasional asal Hong Kong.

Perusahaan mengumumkan pengembangan tujuh rencana proyek yang segera dituntaskan di Tiongkok daratan dan Singapura dalam tiga tahun mendatang, serta kelak memperluas jangkauan globalnya.

Sejak dibentuk pada 2013, Artyzen Hospitality Group terus meraih momentum sebagai pemilik dan pengelola hotel dengan portofolio merek yang baik, serta menawarkan konsep hotel gaya hidup yang unik.

Portofolio merek ini mencakup Zitan, merek mewah yang mencerminkan modernitas khas Tiongkok, Artyzen Hotels and Resorts yang mewujudkan warisan dan seni kriya setempat, serta Artyzen Habitat yang menghubungkan berbagai komunitas lokal dan ruang publik yang dinamis.

Artyzen Hospitality Group kini mengelola enam hotel dan segera meluncurkan tujuh properti bermerek Artyzen Hotel dan Artyzen Habitat di Singapura serta Tiongkok daratan, termasuk Qiantan Shanghai, Lingang Shanghai, Taopu Smart City Shanghai dan Pulau Hengqin di Zhuhai.

Robbert van der Maas, President, Artyzen Hospitality Group berkata, strategi pertumbuhan perusahaannya menitikberatkan pengembangan hotel di kota-kota penting dan pusat pemerintahan yang berpotensi menjadi kawasan pariwisata serta bisnis.

Kata dia, sejumlah lokasi pengembangan hotel juga memiliki arti strategis mengingat kedekatannya dengan pusat-pusat bisnis, situs budaya penting, dan tujuan hiburan.

“Hotel-hotel kami akan melengkapi pengalaman wisatawan dengan pilihan perhotelan yang mengandung seni dan mencerminkan kebudayaan dari tujuan wisata, ruang-ruang yang didesain dengan cermat dan kuliner lezat. Kemunculan dua hotel Artyzen Habitat perdana kami di Beijing dan Shanghai telah menghasilkan pertumbuhan bagi merek tersebut, dan kami kini mempersembahkan hotel bermerek Artyzen yang pertama,” ungkap van der Maas, seperti dipublikasikan PR Newswire.




Artyzen Habitat Lingang Shanghai Townsquare
Artyzen Habitat Lingang Shanghai Townsquare./ dok. Artyzen

Artyzen telah bermitra dengan Lujiazui Group untuk menggarap dua proyek pengembangan terpadu yang sangat menarik. Proyek tersebut terdiri atas properti hunian, pusat pertemuan (convention centre), pusat kebudayaan dan hotel. Kemitraan ini membantu Lujiazui Group dalam memperingkas proses bisnis dan mewujudkan efisiensi biaya.

Lingang dan Qiantan menjadi lokasi properti berikutnya di Shanghai dan segera menawarkan akses terhadap berbagai fasilitas dan prasarana kebudayaan kepada para wisatawan.

“Kami juga mengembangkan dua hotel di dua lokasi di Qiantan, yakni Artyzen NEW BUND 31 dan Artyzen Habitat. NEW BUND 31 mengemuka sebab kelak menjadi tujuan wisata multiguna yang meliputi berbagai fasilitas gaya hidup terbaik dan dinamika kebudayaan di pusat New Bund International Business District–sebuah pusat keuangan yang berkembang serta dikelilingi berbagai hunian, sekolah, fasilitas rekreasi, dan kompleks perkantoran dengan sebuah pusat kebudayaan yang mutakhir. Target kami ialah mendirikan kawasan seni yang berkembang selaras dengan visi ‘Green, Grand and Global,” ungkap van der Maas.

Perluas Pasar

Artyzen Hospitality Group juga menggarap hotel perdananya di Singapura yakni Artyzen Cuscaden Singapore. Terletak di kawasan Orchard yang bergengsi, hotel tersebut akan menerapkan kebudayaan Peranakan khas Singapura di dalam desainnya, bekerja sama dengan arsitek ternama Ong&Ong Pty. Ltd. dan desainer interior Nicholas Graham & Associates.

“Penting bagi kami untuk bermitra dengan desainer dan arsitek yang menjamin perwujudan visi kami, yaitu menciptakan berbagai pengalaman dan nuansa kebudayaan yang istimewa bagi para tamu. Kami memilih Ong&Ong and Nic Graham karena mereka memiliki visi serupa dengan kami untuk mencerminkan lingkungan dan kebudayaan Singapura yang unik, serta merumuskan kembali sejumlah elemen penting dari kebudayaan serta sejarah Peranakan dalam bentuk gedung, desain interior, dan filosofi layanan perhotelan,” jelas van der Maas.

Kamar Penginapan Artyzen Cuscaden Singapore
Kamar Penginapan Artyzen Cuscaden Singapore./ dok. Artyzen

Sementara untuk rencana ekspansi global, lebih lanjut, van der Maas menyebutkan, Artyzen Hospitality Group pihaknya tengah mengkaji berbagai peluang di Australia, Jepang, Maladewa, Asia Tenggara, dan Portugal.

“Hal ini seiring langkah kami untuk memperluas jangkauan perusahaan di luar Asia. Kami merasa percaya diri bahwa berbagai merek dan kegiatan khusus yang dijalankan benar-benar mengapresiasi serta merangkul keunikan destinasi yang sarat kebudayaan,” katanya.

Artyzen Hospitality Group akan mengelola hampir 3.000 kamar penginapan di Beijing, Shanghai, Singapura, Makau, dan Hawaii, termasuk hotel-hotel yang tengah dibangun.