Saturday, January 16, 2021

Bedah Rumah di Kalimantan Utara, Kementerian PUPR Alokasikan Rp52,5 Miliar

Program bedah rumah di Kalimantan Utara dibagi menjadi 2 Tahap. Tahap pertama sebanyak 1.500 unit, telah selesai dialokasikan, kemudian tahap ke 2 sebanyak 1.500 unit RTLH, progres fisiknya telah mencapai 93 persen dan ditargetkan dapat selesai Desember 2020.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Utara terus berupaya dalam melaksanakan program padat karya perumahan swadaya atau disebut juga BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya).

“Melalui program BSPS ini pemerintah ingin membangkitkan semangat masyarakat untuk saling membantu antar sesama dan agar masyarakat dapat meningkatkan kualitas rumahnya menjadi lebih layak huni. Meskipun di tengah pandemi Covid-19 kami tetap berusaha untuk memaksimalkan Program BSPS,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Pemerintah Bangun Rusun dan Salurkan BSPS di Kalimantan Utara

Program BSPS atau bedah rumah tahun 2020 di Kalimantan Utara telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp52,5 miliar untuk pembangunan 3000 RTLH yang tersebar di 5 kabupaten/kota di Kalimantan Utara. Antara lain Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung.

Direktur Rumah Swadaya, Arsyad menjelaskan, program bedah rumah di Kalimantan Utara tahun 2020 dibagi menjadi 2 Tahap. Tahap pertama sebanyak 1.500 unit RTLH telah selesai dialokasikan, kemudian tahap ke 2 sebanyak 1.500 unit RTLH, progres fisiknya telah mencapai 93 persen dan ditargetkan dapat selesai Desember 2020.

“Walaupun kondisi cuaca di lokasi saat ini kurang mendukung, tim pelaksana program harus tetap semangat menjalan kan tugas untuk meningkatkan kualitas BSPS dan tetap mengutamakan struktur bangunan rumah layak huni di Provinsi Kalimantan Utara” ujarnya dalam kegiatan evaluasi kinerja BSPS di kota Tarakan beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Di Tengah Corona, Kementerian PUPR Tetap Dorong Padat Karya Tunai BSPS di Kalimantan Tengah

Sebagai informasi jumlah bantuan yang diterima pada setiap Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp 17,5 juta. Dana tersebut terdiri dari 15 juta untuk material bahan bangunan dan Rp. 2,5 juta untuk upah tukang.

Salah satu penerima bantuan Suyatini mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pihak Kementerian PUPR atas bantuan sehingga rumahnya kini menjadi layak huni, meskipun ada beberapa kendala di lapangan pada masa pelaksanaan karena akses menuju lokasi sulit dijangkau.

Baca Juga: Intip Rumah Mewah Rp30 Miliar di Cluster Lyndon, BSD City

“Terima kasih banyak kepada tim pelaksana yang tetap semangat meskipun banyak kendala di lapangan dan cuaca di kampung kami kurang mendukung. Terima kasih Kementerian PUPR karena berkat program BSPS ini saya dan keluarga kini bisa punya rumah layak ini,” katanya.

1 COMMENT

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU