Bedah Rumah di Papua dan Jambi, Pemerintah Beri Bantuan Uang Tunai

1
bedah rumah di papua
Sebanyak 3.690 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di 13 kabupaten di Papua akan diperbaiki./ Foto: Kementerian PUPR

Kegiatan bedah rumah di Papua dan Jambi ditargetkan mulai selesai pada akhir Agustus tahun ini. Besaran bantuan yang diberikan, berkisar dari Rp17,5 juta hingga Rp35 juta per rumah.

PropertiTerkini.com – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan kualitas rumah tidak layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di berbagai wilayah. Kegiatan ini dilakukan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.

Baca Juga: Pemerintah Bedah 2.050 Unit Rumah MBR di Maluku

Kali ini pemerintah akan perbaiki peningkatan kualitas rumah atau bedah rumah di Papua dan Jambi. Sebanyak 3.690 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di 13 kabupaten di Provinsi Papua akan diperbaiki, sementara di Jambi sebanyak 4.500 unit di 10 kabupaten/kota.

Program bedah rumah ini merupakan salah satu upaya mengurangi kekurangan rumah atau backlog perumahan bagi MBR sebagai wujud mendorong terlaksananya Program Sejuta Rumah di Papua.

Salah satu yang menerima bantuan BSPS  atau bedah rumah di Papua tersebut, adalah 4 kampung di Kabupaten Supiori sebanyak 100 unit rumah dengan kategori peningkatan kualitas bangunan. Program ini ditarget selesai pada akhir Agustus 2019.

Baca Juga: 1.111 Unit Rumah Tidak Layak Huni di Jombang Dibenahi: Tak Ada Pungutan!

Tantangan dalam penyaluran bantuan BSPS di Kabupaten Supiori salah satunya karena lokasi penerima bantuan yang berada di pulau terpencil atau jauh dari perkotaan. Sebagian besar pekerjaan masyarakat setempat adalah nelayan yang rata-rata tinggal di pesisir pantai yang letaknya terpisah di beberapa kepulauan.

Gotong Royong

Sementara penyaluran BSPS di Provinsi Jambi dibagi menjadi 2 tahap, yakni sebanyak 4.200 unit rumah telah mendapat bantuan bedah rumah pada tahun ini diantaranya di Kabupaten Batanghari, Bungo, Kerinci, Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjab Barat, Tebo, Tanjab Timur, Merangi, dan Kota Sungai Penuh. Sedangkan pengerjaan sisanya sebanyak 300 unit telah direncanakan.

“Hal ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak bagi MBR. Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dikutip dari situs resmi Kementerian PUPR.

Baca Juga: Realisasi Program Sejuta Rumah Capai 735.547 Unit

Setiap unit rumah yang dibedah di Jambi akan mendapatkan alokasi untuk peningkatan kualitas (PK) rumah sebesar Rp17,5 juta dengan rincian Rp15 juta berupa bahan bangunan dan Rp2,5 juta biaya tukang. Kemudian untuk pembangunan baru senilai Rp35 juta.

Di Kabupaten Muaro Jambi menerima bantuan BSPS kategori peningkatan kualitas bangunan sebanyak 15 unit rumah dengan target selesai pada akhir Agustus 2019.

Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan bahwa tugas Kementerian PUPR selain sebagai provider atau menyediakan rumah bagi MBR melalui pembangunan rumah susun dan rumah khusus, juga sebagai enabler atau memberdayakan masyarakat diantaranya melalui BSPS.

“Dengan stimulan tersebut, sebagai contoh untuk peningkatan kualitas rumah sebesar Rp17,5 juta, namun nilai yang dihasilkan bisa Rp50-100 juta. Sementara BSPS pembangunan baru (PB) dengan dana stimulan yang diberikan Rp35 juta, sebagai contoh yang saya temui di lapangan, rumah seorang janda tua yang sudah rapuh, kita bangun kembali rumahnya dengan BSPS PB bisa lebih besar karena keluarganya juga turut membantu sehingga rumah yang terbangun senilai sekitar Rp 140 juta,” jelas Khalawi.

Baca Juga: Penyaluran Kredit Perumahan BTN Capai 53 Persen

Warga RT 15 Desa Muaro Sebapo, Mestong Kabupaten Muaro Jambi, Mujirun mengatakan pengerjaan program BSPS di desanya dilaksanakan dengan gotong royong oleh seluruh penerima bantuan, sehingga menghemat pengeluaran Rp2,5 juta yang seharusnya digunakan untuk ongkos pekerja.

“Jadi uang kelebihan sebesar dua juta rupiah dipakai untuk tambahan beli semen dan keramik,” ujar Mujirun.

Advertisement

1 COMMENT

Komentar