Modernland Segera Bangun Halal Industry Pertama di Indonesia

1
Modernland-Bukber 1
Direktur Utama PT Mitra Sindo Sukses Sami Miettinen (kiri) dan Wakil Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk., Freddy Chan (tengah) berbincang dengan media di sela acara buka puasa bersama di Jakarta Barat, Selasa (5/6/2018)./ Foto: Padre

Halal Industry akan diluncurkan pada Juli 2018 dengan pengembangan tahap pertama seluas 150 hektar. Adapun harga lahan dalam kawasan berkisar Rp2 juta -2,25 juta per meter persegi.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menetapkan tiga kawasan Halal Industry di Indonesia, salah satunya dalam Kawasan Industri ModernCikande di Serang, Banten. Untuk ini, PT Modernland Realty Tbk (Modernland) pun siap mengembangkan kawasan industri pertama di Indonesia tersebut.

Wakil Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk., Freddy Chan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan beberapa terobosan dalam tahun ini, terutama dari sektor industri yang berjalan lebih lambat dari residensial. Salah satunya akan meluncurkan Halal Industry pada Juli tahun ini.

Baca Juga:

“Saat ini sudah setengah pencapaian dari target. Kalau dari residensial tidak ada masalah, kami masih on track. Industrial yang memang harus ada terobosan-terobosan. Sehingga setelah lebaran ini, sekitar Juli kami akan meluncurkan Halal Industry,” ujar Freddy kepada awak media di Jakarta Barat, Selasa (5/6/2018).

Sejauh ini, beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand sudah lebih dulu fokus pada industri makanan dan minuman (mamin) halal.

“Di Indonesia, Muslim paling banyak di dunia, kenapa kalah dengan di Malaysia,” ucapnya.

Tidak mudah mendirikan kawasan Halal Industry. Freddy bilang, pihaknya harus melakukan sejumlah riset dan persiapan matang, termasuk menjalin kerjasama dengan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta badan sertifikasi lainnya.

“Kami melakukan riset pasar dan siapkan segalanya,” imbuh Freddy.




Pada tahap awal, Modernland mempersiapkan 150 hektar lahan untuk mengembangkan kawasan Halal Industry, yang menurut rencana akan diluncurkan pada Juli tahun ini.

Beberapa perusahaan pun sudah siap masuk ke Halal Industry tersebut. Meski tidak secara jelas disebutkan Freddy, namun dipastikan perusahaan tersebut bergerak di bidang mamin.

“Secara infra, kawasan ini harus terisolasi, kemudian ada badan yang mensertifikasi, kemudian logistiknya juga terisolasi dan proses di dalam pun mengikuti syariat Islam,” tegas Freddy.

Beberapa sarana dan fasilitas lain juga disiapakan, seperti membangun balai latihan kerja (BLK), kantor untuk bank syariah, masjid dan lainnya.

“Kementerian memang sudah menyiapkan tiga kawasan Halal Industry, tapi baru kami yang siap,” ungkapnya.

Dari segi harga pun, dikatakan Freddy, lahan di kawasan Halal Industry lebih mahal dari kawasan industri konvensional.

“Saat ini Rp1,8 juta per meter persegi, kalau industri mungkin buka sekitar Rp2 juta -2,25 juta per meter persegi,” pungkasnya.

Adapun Kawasan Industri ModernCikande berada di total lahan seluas 3.175 hektar. Luas lahan yang telah dikembangkan hingga saat ini sekitar 40% dengan sisa pengembangan lahan secara izin sekitar 1.500-an hektar.

Dalam kondisi teraktual, lebih dari 200 perusahaan baik lokal maupun multinasional dari berbagai ragam jenis usaha telah mempercayakan Kawasan Industri ModernCikande sebagai rumah bagi usaha dan bisnis mereka.