Pameran Properti Ikonik, RumahHokie Fair 2019 Resmi Dibuka

0
RumahHokie Fair 2019
Pameran properti, RumahHokie Fair 2019 resmi dibuka di Mall Metropolitan Bekasi, Rabu (11/9/2019)./ Foto: Pio - PropertiTerkini.com

RumahHokie Fair 2019 diselenggarakan mulai 11 – 22 September 2019 dengan ragam jenis properti, mulai dari Rp200 jutaan hingga Rp1,5 miliaran. Hampir semua properti berlokasi di timur Jakarta.

PropertiTerkini.com – Portal properti RumahHokie.com, menggelar pameran properti terbesar di Bekasi. Pameran bertajuk “RumahHokie Fair 2019” ini juga sekaligus menjadi pameran properti ikonik di Bekasi dengan tema “Sunrise Property di Timur Jakarta”.

Baca Juga: Hujan Cashback di Summarecon Mega Deals 2019

RumahHokie Fair 2019 diselenggarakan di Mall Metropolitan Bekasi mulai 11 – 22 September 2019. Pameran menghadirkan beragam produk properti, di Jakarta dan sekitarnya, terutama di timur Jakarta.

Pameran ini merupakan yang pertama diselenggarakan oleh RumahHokie.com setelah tiga tahun beroperasinya situs properti tersebut.

Patricia Irawati, General Manager RumahHokie.com, mengatakan bahwa kawasan timur Jakarta kini berkembangan sangat pesat. Banyak pengembang properti yang sudah dan akan terus membangun propertinya di kawasan tersebut.

Advertisement

“Untuk itu, kami membuat wadah, tempat para developer mengadakan pameran di Bekasi yang merupakan ring satu proyek mereka. Selama ini mereka ikut pameran di lokasi yang cukup jauh sehingga di sini lebih dekat dengan proyek dan konsumennya,” ujar Patricia di sela pembukaan pameran tersebut.

Kata dia, RumahHokie Fair 2019 juga merupakan pameran properti yang sangat efektif sebagai media promosi untuk menjaring konsumen sekaligus memperluas jejaring bisnis para developer.

Baca Juga: BEKASI-PURWAKARTA: Menuju Megapolitan 2045

Selain itu, imbuhnya, pameran ini juga dijadikan sebagai sarana edukasi dan informasi bagi masyarakat di Bekasi dan sekitarnya yang mencari pilihan hunian dan investasi prospektif, terutama di timur Jakarta.

“Kolaborasi ini juga kita lakukan secara offline maupun online. Kami berkomitmen untuk membantu para developer dalam meningkatkan penjualannya,” kata Patricia, sembari menambahkan, properti yang dihadirkan berkisar dari Rp200 jutaan hingga Rp1,5 miliaran.

Berbagai gimik dan hadiah menarik, seperti voucher belanja juga akan diberikan, baik kepada konsumen yang bertransaksi, maupun tenaga penjualannya. Patricia berharap, pameran serupa dapat terselenggara lebih massif di waktu mendatang.

“Kami berharap ke depannya bisa menyelenggarakan pameran serupa dengan lebih massif dan panjang,” ungkap Patricia.

Sunrise Property

Perkembangan properti di timur Jakarta didukung oleh pembangunan infrastruktur yang massif di kawasan ini. Sebut saja KRL Commuter Line, Elevated Toll Road Jakarta – Cikampek, MRT Balaraja – Cikarang, LRT Jakarta – Cikarang, High Speed Train Jakarta – Bandung, Bandara Internasional Kertajati, dan Pelabuhan Patimban.

Baca Juga: Metland Kertajati Mulai Digarap Akhir Agustus 2019

Belum lagi jalur Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 yang menghubungkan Cimanggis – Cibitung serta Tol Becakayu (Bekasi – Cawang – Kampung Melayu). Untuk membangun seluruh infrastruktur tersebut, pemerintah menggelontorkan investasi lebih dari Rp260 triliun.

Pembangunan infrastruktur yang massif ini dipastikan bakal membuat prospek investasi properti di Bekasi dan sekitarnya sangat cerah. Maka tak heran jika kawasan timur Jakarta akan menjadi kawasan sunrise property yang diincar konsumen.

Yohan Yan, Ketua DPC AREBI Bekasi pun mengakui jika pembangunan infrastruktur yang massif di timur Jakarta saat ini menjadikan kawasan tersebut semakin diminati, baik untuk berinvestasi maupun sebagai tempat tinggal.

“Ada sekitar 6 infrastruktur terbesar Indonesia sedang dibangun di kawasan timur Jakarta. Inilah yang menjadikan area ini sangat diminati, terutama oleh investor. Apalagi wilayah timur ini juga punya kawasan industri terbesar,” kata Yohan dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga: Gandeng Creed Group, Mustika Land Group Bangun Rumah Murah di Bekasi

Hal ini juga didukung oleh hasil survei yang dilakukan RumahHokie.com sepanjang 2018 silam di beberapa pameran properti besar yang berlangsung di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Dari survei yang menyasar pengunjung pameran properti sebagai responden tersebut, terlihat Bekasi menjadi kawasan favorit untuk pencari hunian dengan persentase 22,91%.

Pasar Properti Menggeliat

Kondisi pasar properti Indonesia di 2019 diprediksi lebih prospektif dari tahun sebelumnya, terutama pasca-Pilpres di April silam.

Hasil riset yang dirilis konsultan properti Cushman & Wakefield menunjukkan, di semester pertama 2019, sebagian besar transaksi unit perumahan di Jabodetabek didominasi oleh rumah-rumah segmen menengah (36,5% dari total transaksi), diikuti segmen rumah menengah ke bawah (27,8%).

Berdasarkan wilayah, transaksi segmen menengah memberikan kontribusi paling besar di Bekasi (51% dari total transaksi), sementara Tangerang mendapat kontribusi terbesar dari transaksi segmen menengah ke bawah (35,6%).

Baca Juga: 9 Proyek Properti Jakarta Timur: Moncer di Sisi Infrastruktur

Cushman & Wakefield memperkirakan, pasar perumahan tapak di Jabodetabek akan membaik pada paruh kedua 2019. Beberapa pengembang terpantau telah mempersiapkan produk baru yang akan diluncurkan menyusul meredanya suhu politik Tanah Air.

Dalam hal pasokan, proyek hunian kelas menengah-bawah dan menengah diperkirakan akan terus mendominasi suplai di semester kedua ini, dengan harga perumahan mulai dari Rp900 juta hingga Rp1,5 miliar per unit. Pasangan muda dan end-user diperkirakan akan tetap mendominasi permintaan.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) Agustus lalu kembali menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,5% dari sebelumnya 5,75%. Hal ini merupakan tindakan preventif untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi pasca-Pilpres sekaligus mendukung stabilitas eksternal.

Baca Juga: Suku Bunga Acuan Turun, Penjualan Properti Meningkat

“Kita sama-sama berharap penurunan suku bunga acuan ini diikuti oleh penyesuaian bunga bunga deposito dan kredit, termasuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) maupun Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA). Dengan turunnya suku bunga kredit properti, bisa dipastikan pasar properti Tanah Air akan bangkit,” kata Patricia.

Komentar