Sunday, April 11, 2021

Pengembangan 5 DPSP Dilanjutkan Dengan Dana Rp4,01 Triliun

Tahun 2021 Kementerian PUPR kembali lanjutkan pengembangan 5 DPSP yang mencakup 108 kegiatan mulai dari infrastruktur jalan sampai perbaikan hunian penduduk (homestay)

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Untuk memacu sektor pariwisata agar cepat bangkit, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur untuk mendukung pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yakni Danau Toba, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, dan Manado-Bitung-Likupang.

Dukungan pengembangan 5 KSPN/DPSP terus dilanjutkan pada TA 2021 dengan 108 kegiatan infrastruktur senilai Rp4,01 triliun.

Baca Juga: Pulihkan Pariwisata, Kementerian PUPR Selesaikan Peningkatan Jalan di DPSP Manado – Bitung – Likupang

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur pada setiap DPSP  direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur. Perbaikan yang pertama dimulai dari infrastruktur, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran.

“Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul. Prinsipnya adalah mengubah wajah kawasan dilakukan dengan cepat, terpadu, dan memberikan dampak bagi ekonomi lokal dan nasional,” kata Basuki.

Infrastruktur DPSP yang dibangun Kementerian PUPR mencakup konektivitas, Sumber Daya Air, permukiman, dan perumahan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan di 5 DPSP  dilaksanakan sesuai protokol kesehatan pencegahan penyebaran  COVID-19, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan.

Baca Juga: Unggul Akses, Grand Wisata Bekasi Pasarkan Hunian Mulai Rp900 Jutaan

Untuk DPSP Danau Toba anggaran TA 2021 sebesar Rp1,07 triliun untuk 21 kegiatan diantaranya preservasi jalan dan jembatan Batas Kabupaten Dairi-Dolok Sanggul dan penanganan jalan akses wisata rohani di Kabupaten Samosir. Kemudian juga penataan Kampung Ulos Huta Raja dan Huta Siallaga serta peningkatan kualitas rumah swadaya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk pondok wisata (homestay).

Selanjutnya anggaran Kementerian PUPR untuk mendukung DPSP Borobudur sebesar Rp0,90 triliun untuk 19 kegiatan meliputi konektivitas, pengendali banjir serta  sarana dan prasarana penunjang pariwisata seperti preservasi Jalan Pringsurat-Secan-Keprekan dan prasarana pengendali banjir Sungai Serang untuk mengurangi risiko banjir  kawasan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kabupaten Kulon Progo.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Minta Percepat Perbaikan Infrastruktur Dampak Bencana Banjir NTT dan NTB

Sementara itu DPSP Mandalika sebesar Rp0,95 triliun untuk 17 kegiatan di antaranya pembangunan Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) – Mandalika 2 dan penataan kawasan 3 Gili di Lombok Utara. Kemudian dukungan infrastruktur Labuan Bajo sebesar Rp630 miliar untuk 26 kegiatan di antaranya optimalisasi Instalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Labuan Bajo, pembangunan pengaman pantai dan Dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca, penataan trotoar dan drainase Jalan Soekarno Atas, serta penataan kawasan wisata Goa Batu Cermin.

Terakhir untuk DPSP  Manado-Bitung-Likupang sebesar Rp480 miliar digunakan untuk 25 kegiatan di antaranya penanganan Jalan Girian-Likupang dan penataan kawasan Pantai Malayang Kota Manado.

Baca Juga: Menuju Kawasan Wisata Premium, Penataan Labuan Bajo Tetap Perhatikan Konservasi Lingkungan

Dukungan infrastruktur pada setiap DPSP diharapkan mampu menciptakan penataan ruang publik yang sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal budaya daerah untuk menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Sektor pariwisata diharapkan menjadi sektor andalan untuk mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU