Saturday, January 16, 2021

Rusun ASN PUPR di Banjarbaru Mulai Dibangun

Pembangunan rusun ASN PUPR telah mulai dilaksanakan sejak 5 Oktober 2020 lalu. Proyek yang didanai APBN ini akan dilaksanakan selama 365 hari kalender.

PropertiTerkini.com, (BANJARBARU) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan, membangun Rumah Susun (Rusun) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PUPR di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Rusun yang dibangun ini sebagai pilot project nasional perumahan bagi ASN Kementerian PUPR yang bertugas di Kalimantan Selatan,” kata Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo saat melaksanakan groundbreaking Pembangunan Rusun ASN Kementerian PUPR di Kota Banjarbaru beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Di Tengah Corona, Kementerian PUPR Tetap Dorong Padat Karya Tunai BSPS di Kalimantan Tengah

Proyek pembangunan Rusun ASN PUPR tersebut dikerjakan secara multiyears mulai Oktober 2020 hingga 2021 akhir mendatang. Bangunan Rusun ini berdiri di atas tanah seluas 921 meter persegi. Rusun terdiri dari 1 tower blok, 8 lantai, dengan total 92 unit ruangan bertipe 45 dan sudah dilengkapi meubelair.

“Terima kasih kepada para kepala balai regional Kalimantan II atas berbagai pembangunan oleh Kementerian PUPR yang dilaksanakan di Kalimantan Selatan,” kata Wempi.

Setelah rusun ini terbangun, lanjutnya, Kementerian PUPR juga akan membangun perkantoran yang terpusat di Kota Banjarbaru.

“Selain tempat tinggal bagi ASN Kementerian PUPR, kita juga lanjutkan membangun perkantoran, sehingga kantor yang bertempat di Banjarmasin akan di fokuskan di Banjarbaru,” terang Wempi.

Baca Juga: Rampung Desember, Begini Progres 3 Rusunawa MBR di Jawa Timur

Dalam kesempatan yang sama Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan (SSPP) Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Dwityo Akoro Soeranto mengatakan, program perumahan ke depan akan menghadapi berbagai tantangan.

“Antara lain seperti semakin terbatasnya lahan, kemampuan pendanaan pemerintah di sektor perumahan, backlog hunian dan RTLH, dan berbagai hal lainnya,” terangnya.

Dwityo juga menambahkan, pembangunan di bidang perumahan tentu tidak akan optimal jika hanya ditangani oleh pemerintah pusat saja.

“Tugas kita semua ini dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, pengembang perumahan, sektor masyarakat, dan stakeholder perumahan,” imbuhnya.

Baca Juga: Dukung PON XX 2021, Kementerian PUPR Bangun 15 Rusun di Papua

Adapun proses pembangunan rusun ASN PUPR tersebut telah mulai dilaksanakan sejak 5 Oktober 2020 lalu. Total investasi proyek ini yakni sebesar Rp64,9 miliar. Sumber dananya berasal dari APBN, yang dilaksanakan selama 365 hari kalender.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU