Rusun Mahasiswa di Banjarmasin Rampung Akhir 2018

0
rusun mahasiswa
Rumah Susun Perguruan Tinggi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) di kampus baru UMB, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan./ dok. Kementerian PUPR

Progres pembangunan Rusun mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) di Kabupaten Barito Kuala telah mencapai 80 persen. Hunian terdiri dari dua gedung setinggi 4 lantai.

Propertiterkini.com – Sejak tahun 2015 – 2017, termasuk target tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sebanyak 44.893 unit satuan Rusun (rumah susun), 22.358 unit rumah khusus dan 496.165 rumah swadaya di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Rusun Santri Diperbanyak di Jawa Barat

Salah satu yang tengah dikebut hingga akhir tahun ini adalah merampungkan dua menara hunian, Rusun Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) yang berlokasi di kampus baru UMB, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

“Hingga saat ini, progres pembangunan Rusun mahasiswa tersebut telah mencapai 80 persen dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2018,” ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi AH, seperti diberitakan Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Senin (5/11/2016).

Kata dia, kedua Rusun mahasiswa yang lokasinya bersebelahan tersebut diperuntukkan sebagai hunian mahasiswa. Masing-masing Rusun memiliki tinggi 4 lantai dengan kamar tipe 24 dengan unit berjumlah 47 unit kamar.




Rusun mahasiswa ini telah dilengkapi dengan fasilitas dan sarana pendukung, seperti jalan lingkungan, listrik, jaringan air bersih dan kamar mandi komunal. Setiap unit kamar juga telah dilengkapi dengan kamar tidur, meja dan kursi belajar, dan lemari pakaian.

Baca Juga: Capai 80 Persen, Rumah Khusus Nelayan di Lampung Segera Dihuni

Sebelumnya, pemerintah juga telah telah menyelesaikan pembangunan Rusun Santri Darul Hufadz di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Rusun Santri ini terdiri dari satu gedung setinggi dua lantai. Selain Rusun, di Lampung juga digulirkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang terletak di Desa Taman Sari Kabupaten Pesawaran.

“Saya sangat puas dengan pelaksanaan BSPS di Desa Taman Sari karena program BSPS di desa ini sudah dapat dikatakan berhasil sebab rumah penerima bantuan kini lebih baik dari sebelumnya. Sudah memenuhi 3 kriteria, yakni rumah yang nyaman, aman dan sehat,” kata Direktur Rumah Swadaya Kementerian PUPR, Johny F. Subrata.

Provinsi Lampung mendapat alokasi BSPS untuk perbaikan sebanyak 5.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di 11 Kabupaten. Di Kabupaten Pesawaran, program BSPS menyasar sebanyak 411 unit dengan nilai bantuan sebesar Rp15 juta per penerima bantuan.

Baca Juga: Instruksi Presiden Dilaksanakan, 355 Rumah Khusus Dibangun di Papua Barat

Sementara untuk rumah khusus (Rusus) dibangun Kementerian PUPR diperuntukkan antara lain bagi nelayan, para pengungsi eks Timor Timur (Timtim) dan petugas di kawasan perbatasan. Untuk program Rusus pada tahun 2018, lebih banyak dibangun di wilayah Indonesia Timur yang mencapai 60 persen dan 40 persennya di wilayah barat Indonesia.

“Program Rusus tentunya sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat terutama yang berada di kampung-kampung atau wilayah terpencil,” kata Khalawi.

Komentar