Wednesday, March 3, 2021

Rusun Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Siap Digunakan

Pada periode 2015-2019 telah dibangun rumah susun untuk mahasiswa sebanyak 163 tower 8.465 unit dengan total biaya sekitar Rp2,144 triliun. Pembangunan rusun dilanjutkan pada periode 2020-2024 dengan jumlah lebih banyak yakni 268 tower dengan total 53.332 unit.

PropertiTerkini.com, (BANJARMASIN) — Pembangunan rumah susun (rusun) mahasiswa juga merupakan bagian dari fokus pelaksanaan program prioritas pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Salah satunya adalah Rusun Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dikutip dari keterangan resmi Kementerian PUPR, disebutkan bahwa Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan telah menyelesaikan pembangunan 2 tower Rusun Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Dengan demikian, para mahasiswa di UMB akan segera menempati hunian yang lebih layak.

Baca Juga: Rusunawa Mahasiswa di Jawa Tengah, Tahun Ini PUPR Bangun 4 Tower

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian PUPR mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo untuk memperhatikan infrastruktur pendukung pendidikan seperti hunian santri dan mahasiswa, agar mereka bisa lebih fokus belajar untuk prestasi.

“Dengan dibangunnya rusun tersebut diharapkan bisa membantu para mahasiswa untuk mendapatkan asrama yang layak selama proses belajar mengajar sehingga diharapkan akan mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia,” kata Menteri Basuki.

Pembangunan Rusun Universitas Muhammadiyah Banjarmasin merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke kampus tersebut pada September 2017 lalu. Penyediaan hunian yang layak dan nyaman bagi mahasiswa UMB mengusung konsep Boarding University.

Kedua rusun dibangun bersebelahan yang berlokasi di Jalan Gubernur Syarkawi Lingkar Utara, Kabupaten Barito Kuala. Masing-masing Rusun memiliki tinggi 4 lantai berjumlah 50 unit dan 47 unit dengan kamar tipe 24.

Baca Juga: Di Tengah Corona, Kementerian PUPR Tetap Dorong Padat Karya Tunai BSPS di Kalimantan Tengah

Pembangunan kedua Rusun dikerjakan oleh kontraktor PT. Charia Benefit Utama dengan biaya APBN TA 2018 sebesar Rp24,88 miliar untuk Rusun 1 dan Rp12,4 miliar untuk Rusun 2.

Rusun telah dilengkapi dengan jalan lingkungan, listrik, jaringan air bersih dan kamar mandi komunal. Setiap unit kamar juga telah tersedia tempat tidur, meja dan kursi belajar, dan lemari pakaian. Saat ini rusun telah selesai 100% dan siap diresmikan pada minggu ke-4 Desember 2020.

Pembangunan rusun untuk meningkatkan kenyamanan belajar para mahasiswa terus dilakukan Kementerian PUPR. Sebelumnya pada periode 2015-2019 telah dibangun rumah susun untuk mahasiswa sebanyak 163 tower 8.465 unit dengan total biaya sekitar Rp2,144 triliun.

Baca Juga: Kementerian PUPR Evaluasi Program Perumahan untuk Masyarakat

Pembangunan rusun dilanjutkan pada periode 2020-2024 dengan jumlah lebih banyak yakni 268 tower dengan total 53.332 unit.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU