Taipan Properti, Tjie Tjin Hoan Telah Tiada

0
hut 87 tahun ir ciputra atau Tjie Tjin Hoan
Ir Ciputra ketika merayakan HUT ke-87 tahun di Raffles Hotel Jakarta./ Foto: Padre - PropertiTerkini.com

PropertiTerkini.com, [JAKARTA] – Dunia usaha Tanah Air tentu tahu siapa pengusaha kaya raya ini. Namanya Tjie Tjin Hoan atau lebih terkenal dengan sapaan akrab Ciputra (88). Ciputra, chairman dan founder Ciputra Group adalah seorang insinyur teknik jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Bicara properti di Indonesia nama Ciputra tak pernah tanggal. Dialah owner sejumlah group usaha sukses seperti Jaya Group, Metropolitan Group bahkan Ciputra Group. Total kekayaan bersih Ciputra tahun 2019 tergolong gede, yakni 1,3 miliar USD.

Baca Juga: 4 Kelebihan Ir. Ciputra di Mata Rina Ciputra

Tjie Tjin Hoan lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931. Menikah dengan Dian Sumeler. Pasutri pengusaha ini dikarunia empat putra dan putri: Rina Ciputra Sastrawinata, Cakra Ciputra, Candra Ciputra, dan Junita Ciputra. Juga cucu-cucu: Nararya Sastrawinata, Lalitya Sastrawinata, Aditya Sastrawinata, dan lain-lain.

Rabu, 27 November 2019 pukul 01.05 waktu Singapura, Ciputra mengakhiri ziarah hidupnya di Gleaneagles Hospital Singapore. Ia menutup mata selamanya, memenuhi panggilan Tuhan, Sang Sabda. Doa dan ucapan duka dari berbagai pihak mengalir untuk keluarga besar Alm. Ciputra.

“Telah meninggal dunia dengan tenang, Bapak Ir Ciputra, Chairman dan Founder Ciputra Group di Singapore pada tgl 27 November 2019 pk 1:05 waktu Singapore. Kami keluarga besar Ciputra Group mengucapkan turut berduka yang mendalam dan mendoakan semoga Keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi kedukaan ini,” kata Rina Ciputra Sastrawinata, anak pertama Ciputra melalui pesan singkat dari Singapura.

Baca Juga: Budiarsa Sastrawinata: Sukses Dimulai dari Nol

Ciputra tamat SMP dan SMA Frateran Manado, Sulawesi Utara. Setamat dari Manado ia menuju Jawa dan kuliah di ITB. Saat berada di tingkat empat bersama rekannya, Budi Brasali dan Ismail Sofyan mereka merintis usaha konsultan bidang arsitektur. Usaha ini dimulai dari sebuah garasi.




Usai rampung kuliah dan mengantongi gelar Insinyur di kota Kembang tahun 1960, baru kemudian setelah, ia hijrah ke Jakarta. Ia mengawali karirnya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Di perusahaan properti ini, dia berhasil meniti karir hingga menjabat sebagai direksi sampai usia 65 tahun kemudian ambil posisi penasihat. Di perusahaan itu ia diberi keleluasaan berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol.

Matang dan kenyang dalam pengalaman Ciputra bersama rekan-rekannya: Liem Soe Liong (Sudomo Salim), Sudwikatmono, Budi Brasali, dan Ibrahim Risjad mendirikan Metropolitan Group. Melalui Metropolitan Group mereka membangun Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai, kawasan hunian elite bagi kaum berduit.

Baca Juga: Ir. Ciputra, Tentang Cinta Bangsa Melalui Brand dan Asian Games

Pada masa itu, Ciputra didapuk sebagai direktur utama di Jaya Group. Sedang di Metropolitan Group ia diplot sebagai Presiden Komisaris. Hanya butuh selangkah, ia melebarkan sayap membangun Ciputra Group, kelompok usaha milik keluarga.

Selamat jalan, Pak Ciputra. Jasamu ikut membangun dan memajukan Indonesia tentu diingat selalu pemerintah dan masyarakat Indonesia. Engkau sungguh inspirasi hidup negeri maha luas ini. Indonesia kehilangan seorang sosok pengusaha bersahaja dan rendah hati. Kerinduanmu memenuhi panggilan Sang Sabda lebih kuat mengalahkan rasa cintamu pada keluarga dan Tanah Air. Damailah di sisi-Nya.

Sekadar tambahan setiba di Indonesia jenazah Alm Ciputra disemayamkan di kediaman keluarga di Jalan Bukit Golf Utama PA 1-2 Jakarta Selatan.

Baca Juga: Golden Property Awards 2019 Masuk Tahap Akhir, Ratusan Peserta ‘Berebut’ 4 Kategori Utama

“Ia adalah alumnus ITB, pengembang pertama di Indonesia, pendiri Tempo Media dan Bisnis Indonesia, dan tokoh yang sangat aktif melahirkan pengusaha baru di Indonesia. Selamat jalan, Pak Ciputra. Kiranya Firdaus Abadi menjadi perhentian terakhirmu,” kata Primus Dorimulu, wartawan senior asal Flores sekaligus pimpinan sejumlah media nasional dalam laman Facebook-nya.

Ansel Deri, Penulis Buku KEJUTAN POLITIK.

Komentar