Tuesday, April 7, 2020

BERITA PROPERTI

Intiland: Corona, Tantangan Berat Tahun Ini

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Wabah global virus Corona atau Covid-19 telah secara langsung berdampak negatif terhadap perekonomian dan bagi upaya pemulihan industri properti nasional. Bahkan...

Ternyata 433 Desa di Timur Indonesia Belum Dialiri Listrik

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - Indonesia memiliki sebanyak 83.436 desa. Dari jumlah itu, ternyata masih sebanyak 433 desa yang belum dialiri listrik. Hal itu dikatakan oleh Menteri...

Siapkan Akomodasi Bagi Tenaga Medis, Kemenparekraf Gandeng RedDoorz

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) menggandeng RedDoorz - platform manajemen dan pemesanan hotel online -...

Cocok Untuk Perkantoran dan Ritel, Terminal Pemindaian Wajah MinMoe “Tanpa Sentuhan”

PropertiTerkini.com, (HANGZHOU) – Satu teknologi terbaru besutan Hikvision, vendor terkemuka dunia untuk berbagai produk dan solusi video keamanan. Namanya, Terminal Pemindaian Wajah MinMoe, produk...

Tokyu Land Mulai Bangun Proyek Branz Mega Kuningan

PropertiTerkini.com, (JAKARTA)Tokyu Land Indonesia, anak perusahaan Tokyu Land Corporation memulai pembangunan konstruksi utama proyek Branz Mega Kuningan. Seremoni peletakan batu pertama (ground breaking) digelar oleh jajaran direksi Tokyu Land, bersama Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia serta Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali, di lokasi proyek, Jalan Guru Mughni, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020).

Proyek yang mulai dipublikasikan sejak akhir 2018 lalu ini ditargetkan rampung dan mulai dihuni 2023 mendatang. “Kami akan memenuhi janji kami untuk merampungkan proyek ini tepat pada waktunya,” ujar President Director PT Tokyu Land Indonesia, Hidetatsu Ikeda di sela acara tersebut.

Baca Juga: 2 Tower Apartemen Vasanta Innopark Tutup Atap, Maret 2021 Diserah-terimakan

Branz Mega Kuningan dibangun di lahan seluas 1 hektar lebih di pusat bisnis dan ekonomi (central business district/CBD), Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Proyek vertikal ini terdiri atas dua menara, yakni Kita Tower (apartemen) dan Minami Tower (service apartment). Nantinya proyek ini merangkum kondominium sebanyak 482 unit, service apartment dan fasilitas komersial (10.000 m2).

Pengembangan proyek Branz Mega Kuningan tersebut melibatkan Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport & Urban Development (JOIN), sebuah lembaga pendanaan infrastruktur yang modalnya berasal dari pemerintah Jepang. Untuk diketahui, pemerintah Jepang menyalurkan investasi sekitar Rp780 miliar untuk proyek tersebut.

Sedangkan pekerjaan desain dan konstruksinya dikerjakan oleh Shimizu Corporation dan dilaksanakan secara terpadu oleh perusahaan-perusahaan Jepang, mulai dari pembebasan lahan, pengembangan, desain, pengerjaan konstruksi, hingga manajemen operasional.

Baca Juga: 8 Proyek Properti Jakarta Selatan yang Semakin Bergairah…



Branz Mega Kuningan merupakan proyek prestisius dengan fasilitas terpadu ketiga, selepas sukses dengan Branz Simatupang dan Branz BSD. Proyek dengan nilai investasi hampir Rp3 triliun ini juga menjadi proyek service apartment pertama yang ditangani oleh Tokyu Land Corporation di Indonesia.

Melalui Branz Mega Kuningan, Tokyu Land akan menghadirkan sebuah gaya hidup baru. Mulai dari teknologi, desain hingga material proyek menggunakan bahan-bahan terbaik sebagaimana kualitas Jepang. “Di sini kami akan menghadirkan sebuah kota dengan gaya hidup baru sebagaimana di Shibuya, Tokyo,” lanjut Ikeda.

Bahkan pengembang juga tengah mempertimbangkan penerapan teknologi canggih berbasis Internet of Things (IoT) bagi penghuni pada apartemen tersebut. “IoT sedang marak di Jepang. Kami juga sedang mempertimbangkan untuk menerapkan teknologi tersebut di Indonesia,” sambung Director Marketing PT Tokyu Land Indonesia, Toshio Kojima.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Maezawa, Rucika Hadirkan Produk Baru

Meski bermain di segmen premium, Tokyu Land Indonesia optimis akan respons pasar kelas atas Indonesia. Setidaknya ini dilihat pada saat grand launching Januari 2019 lalu, dimana langsung terserap sebanyak 150 unit. Dan hingga kini, apartemen mewah dengan kisaran harga mulai Rp1,5 miliaran (studio) hingga Rp6,3 miliar (3 bedroom) – pembayaran hard cash – telah terjual sebanyak 40 persen dari 482 unit. Dari segi potensi investasi juga sangat menjanjikan. Pengembang memperkirakan harga sewa nantinya akan berkisar mulai Rp300.000-400.000 per meter persegi per bulan.

“Meski kondisi market Indonesia sedang kurang bagus, bukan berarti kami juga akan menunda pembangunan proyek ini. Kami punya komitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu sesuai janji kami. Proyek ini punya pasar tersendiri dan kami yakin akan terserap,” tegas Ikeda.

Grup Tokyu Land telah berdiri sejak sekitar 100 tahun lalu dan telah mengerjakan berbagai proyek di Jepang dan dunia. Di Indonesia, pengembang Jepang ini sudah mulai mengerjakan proyek rumah tapak sejak 1974. Baru di tahun 2012, dirikan PT Tokyu Land Indonesia dan 2018 berhasil melakukan serah terima dua proyek pretisius dengan brand Branz.

Baca Juga: Gandeng Pengembang Jepang, Mas Group Rilis Seion Residence @Serang

“Kami yakin mampu berkontribusi dalam membangun kota di Indonesia, karena grup Tokyu Land sudah berpengalaman lebih dari 1 abad,” pungkas Ikeda.

Latest Posts

Pandemi Covid-19: Nasabah KPR Juga Bisa ‘Puasa’ Cicilan 1 Tahun

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis kebijakan dalam rangka memitigasi dampak negatif adanya pandemi Covid-19. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh...

Intiland: Corona, Tantangan Berat Tahun Ini

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Wabah global virus Corona atau Covid-19 telah secara langsung berdampak negatif terhadap perekonomian dan bagi upaya pemulihan industri properti nasional. Bahkan...

Strategi Pemasaran Properti ditengah Pandemi Virus Corona

Oleh: WIDODO PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pada medio Desember 2019 di Wuhan, China digegerkan adanya wabah virus Corona atau Covid 19 adalah jenis penyakit flu yang...

Ternyata 433 Desa di Timur Indonesia Belum Dialiri Listrik

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - Indonesia memiliki sebanyak 83.436 desa. Dari jumlah itu, ternyata masih sebanyak 433 desa yang belum dialiri listrik. Hal itu dikatakan oleh Menteri...

BERITA TERKAIT

Pandemi Covid-19: Nasabah KPR Juga Bisa ‘Puasa’ Cicilan 1 Tahun

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis kebijakan dalam rangka memitigasi dampak negatif adanya pandemi Covid-19. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh...

Intiland: Corona, Tantangan Berat Tahun Ini

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Wabah global virus Corona atau Covid-19 telah secara langsung berdampak negatif terhadap perekonomian dan bagi upaya pemulihan industri properti nasional. Bahkan...

Strategi Pemasaran Properti ditengah Pandemi Virus Corona

Oleh: WIDODO PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pada medio Desember 2019 di Wuhan, China digegerkan adanya wabah virus Corona atau Covid 19 adalah jenis penyakit flu yang...

Ternyata 433 Desa di Timur Indonesia Belum Dialiri Listrik

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - Indonesia memiliki sebanyak 83.436 desa. Dari jumlah itu, ternyata masih sebanyak 433 desa yang belum dialiri listrik. Hal itu dikatakan oleh Menteri...

Rusus ASN Polri di Sumbar Diserahterimakan PUPR

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Sebanyak 25 unit rumah khusus atau rusus ASN Polri di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diserahterimakan oleh Kementerian Pekerjaan...