4.500 Apartemen Podomoro Golf View Diserahterimakan April 2019

2
hunian terpadu podomoro golf view
Tiga blok tower Apartemen dalam kawasan hunian terpadu, Podomoro Golf View mulai diserahterimakan pada April 2019./ Foto: Padre - Propertiterkini.com

Selain Apartemen Podomoro Golf View, penjualan landed, Podomoro River View juga telah mencapai 70 persen untuk dua cluster. Harga saat ini berkisar mulai Rp1,7 – 3,5 miliar.

Propertiterkini.com – Pengembang properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) segera akan melakukan serah terima unit apartemen Podomoro Golf View (PGV), Cimanggis, Bogor. Sebanyak 4.500 apartemen dari 3 blok tower yang dibangun pada tahap pertama akan diserahkan kepada konsumen, pada April 2019 mendatang.

Baca Juga: Podomoro Golf View Wujudkan Konsep Eco Living

Alvin Andronicus, Assistant Vice President Marketing Podomoro Golf View mengatakan bahwa PGV adalah kawasan hunian mixed-use development seluas 60 hektar. Adapun apartemen direncanakan sebanyak 14 blok tower dengan total 20.000 unit, kemudian rumah tapak 2 lantai sebanyak 800 unit. Fasilitas lain juga ada dalam kawasan ini, seperti pendidikan, sarana ibadah, stasiun LRT, dan berbagai sarana lainnya.

“Rencana serah terima di bulan April sebanyak 4.500 unit yang ready to delivery di tiga tower blok, yakni Balsa, Cordia dan Dahoma,” ujar Alvin kepada awak pers di Marketing Gallery PGV, Cimanggis, Bogor, Selasa (19/2/2019).

Apartemen Podomoro Golf View adalah salah satu proyek yang dikembangkan dengan pendekatan transportasi atau transit oriented development (TOD). Gedung Transfer Point LRT setinggi 5 lantai yang diresmikan pada April tahun lalu juga kini sedang dalam tahap penyelesaian.

“Konsep TOD memang sudah jalan di mana-mana. Tetapi kalau dilihat future plan-nya, kami bahkan siap dengan ROD atau rail oriented development. Di depan kami sudah rail oriented development. Jadi LRT ada di depan kami,” katanya.

“Jangan sampai masyarakat bertanya, Apartemen Podomoro Golf View ada di mana? Tetapi sekarang, tertanam sebuah image branding bahwa PGV tidak hanya sebuah art impression, atau hanya sebuah animasi, tetapi progresnya sudah ada dan terlihat jelas,” lanjutnya.

Baca Juga: Podomoro Park Sukses Lelang NUP, Hanya Dalam Waktu 15 Menit

Sejak diluncurkan hingga saat ini, harga hunian di PGV sudah naik dari Rp9,4 juta/m2 menjadi lebih dari Rp11 juta/m2 bahkan menyentuh Rp12 juta/m2. Kenaikan tersebut, sebut Alvin relevan disesuaikan dengan progres pembangunan proyek tersebut.

“Harga ini masih available bagi masyarakat untuk menjangkaunya,” kata Alvin.

Sejak mulai dipasarkan pada 2015 lalu, sudah sebanyak 7.000 lebih unit apartemen yang terjual. Rata-rata pembeli berasal dari Jakarta yang mencapai 60%.

Selanjutnya pengembang fokus memasarkan tower berikutnya, yakni Tower Ekki sebanyak sekitar 1.600 unit. Tiga tipe yang dijual, yakni Studio, 2 Bedroom dan 3 Bedroom.

“Tower Ekki sudah terjual 50%, tahun ini juga habis terjual. Untuk pembangunan sedang kami siapkan dan dimulai tahun ini. Perlu waktu sekitar 2 tahun hingga rampung,” lanjut Alvin.

Dengan beragam sarana dan fasilitas yang ada, PGV cukup menjanjikan bagi para investor. Alvin memperkirakan yield dari sewa apartemen akan berkisar antara 5-8%.

Permintaan Rumah Tapak

Podomoro River View

Selain apartemen, rupanya permintaan akan hunian tapak pun cukup banyak. Merespons permintaan tersebut, PT Graha Tunas Selaras – entitas anak APLN – meluncurkan Podomoro River View, hunian dua tapak sebanyak 800 unit.

Baca Juga: APL Jual Rumah Eksklusif di Tepi Sungai Cikeas

Perumahan akan dibangun di tepi Sungai Cikeas dalam kawasan sekitar 7 hektar. Penjualan perdana dilakukan tengah tahun lalu dan telah terjual habis Cluster Hikori. Saat ini sedang dipasarkan cluster kedua, Iroko yang sudah terjual 35%.

“Total penjual untuk dua cluster sudah hampir 70% atau sekitar 190 unit,” ungkap Rubby I Widjaja, General Manager PT Graha Tunas Selaras.

Rencananya akan ada tiga cluster, dimana clsuter pertama dan kedua dengan total 290 unit rumah, sisanya 500-an rumah ada di cluster terakhir.

Adapun harga awal di tahun lalu sebesar Rp1,375 miliar (cash keras). Saat ini sudah berkisar mulai Rp1,7 miliar hingga sekitar Rp3,5 miliar. Tipe terkecil tiga kamar, 6×16 dengan luas bangunan 100 m2.

“Untuk tipe tertentu, khususnya tipe terbesar 8×18, semuanya ada di pinggir sungai. Jadi view-nya Sungai Cikeas,” jelas Rubby.

Untuk rumah tapak ini pun kebanyakan pembeli berasal dari Jakarta yang mencapai 45% dan sisanya daerah sekitar Jakarta.

“Kebanyakan yang beli ke sini adalah end user yang yang mau tinggal, sekitar 60 persen,” pungkas Rubby.

Baca Juga: Opus Park: Apartemen Menengah Atas Paling Diminati di Bogor

Rencananya cluster pertama Podomoro River View mulai diserahterimakan kepada konsumen di 2020. Cluster kedua di tahun 2021 dan cluster pamungkas direncanakan pada 2024.

Advertisement

2 COMMENTS

Komentar