Ajukan KPR FLPP Syariah di 15 Bank Pelaksana, Berikut Daftarnya

Hingga akhir 2019, program subsidi yang dimulai sejak 2010 ini telah mengelola dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp44,37 triliun untuk 655.602 unit rumah.

0
KPR FLPP syariah
Perumahan subsidi dengan pembiayaan KPR FLPP syariah./ dok. Kementerian PUPR

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Komitmen pemerintah menyalurkan bantuan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus dilanjutkan, termasuk melalui KPR Subsidi FLPP Syariah.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Operasional pada Desember 2019 lalu dengan 37 bank pelaksana.

Sebanyak 15 di antaranya adalah bank syariah, yaitu BRI Syariah, Bank BTN Syariah, Bank BNI Syariah, Bank BJB Syariah, Bank Sumut Syariah, Bank Jambi Syariah, Bank NTB Syariah, Bank Sulselbar Syariah, Bank Sumsel Babel Syariah, Bank Jatim Syariah, Bank Aceh Syariah, Bank Nagari Syariah, Bank Kalsel Syariah, Bank Riau Kepri Syariah, dan Bank Jateng Syariah.

Baca Juga: Sah! Berikut Daftar 37 Bank Penyalur KPR FLPP Tahun 2020

Kerja sama dengan bank syariah dilakukan untuk memberi alternatif pilihan pembiayaan bagi masyarakat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, keberhasilan penyaluran KPR subsidi FLPP bagi MBR tidak hanya diukur dari besarnya kredit yang tersalurkan, melainkan juga harus dilihat kualitas rumah subsidi yang dibangun pengembang, sehingga keluhan konsumen bisa diatasi dengan baik.




“Setiap rumah subsidi yang dibangun wajib memenuhi ketentuan teknis bangunan dan kelayakan hunian rumah seperti keselamatan, kesehatan, pencahayaan dan luas minimum,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Skema pembiayaan subsidi FLPP syariah disediakan melalui bank pelaksana. Pengembang hanya memastikan rumah yang dibangun sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah sesuai dengan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 403 Tahun 2002 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat (Rs Sehat).

Baca Juga: Berikut Progres Pembiayaan Perumahan 2019 dan Target 2020

Untuk diketahui, hingga akhir 2019, program subsidi yang dimulai sejak 2010 ini telah mengelola dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp44,37 triliun untuk 655.602 unit rumah.

Sireng dan SiKasep

Menteri Basuki juga meminta asosiasi pengembang perumahan untuk mendorong anggotanya melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data di Sistem Registrasi Pengembang (Sireng) yang dikembangkan oleh Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR. Salah satu alasannya, belakangan marak kasus penipuan perumahan berbasis syariah.

“Hingga saat ini, sebanyak 12.802 pengembang telah terdaftar di Sireng Kementerian PUPR yang terbagi ke dalam 18 asosiasi pengembang. Kami harapkan asosiasi pengembang berperan aktif mendorong anggotanya memproduksi dan menjual rumah MBR dengan kualitas layak huni dan terjangkau,” terang Basuki.

Untuk menghindari penipuan, konsumen rumah subsidi dapat mengetahui apakah pengembang perumahannya telah terdaftar atau belum. Konsumen cukup mengakses alamat https://sireng.pu.go.id/ dan memasukkan nama pengembang untuk mengetahui apakah telah terdaftar secara resmi. Pengembang yang telah terdaftar pada sistem tersebut telah diseleksi oleh asosiasi dimana pengembang tersebut bernaung.

Baca Juga: Untuk Kemudahan Penyaluran KPR Bersubsidi, Kementerian PUPR Rilis Aplikasi SiKasep

Untuk memudahkan masyarakat dalam mencari rumah subsidi, Kementerian PUPR meluncurkan aplikasi berbasis Android yakni Sistem Informasi KPR Subsidi Pemerintah (SiKasep). Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat memilih lokasi rumah subsidi yang diinginkan dari pengembang yang sudah terdaftar dan mengajukan KPR rumah subsidi secara online.