Saturday, February 27, 2021
Pasang Iklan disini ....

Anggaran Program Perumahan 2021, Rp8,093 Triliun

Anggaran tersebut nantinya akan dibagi menjadi dua, yakni untuk pelaksanaan Program Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebesar Rp7,813 triliun dan Program Dukungan Manajemen sebesar Rp0,28 triliun.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA)Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran program perumahan pada 2021 mendatang sebesar Rp8,093 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendorong pelaksanaan Program Sejuta Rumah di seluruh wilayah Indonesia.

“Berdasarkan rekapitulasi total pagu anggaran Ditjen Perumahan Tahun 2021 mendatang adalah Rp8.093 triliun,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid saat Rapat Dengar Pendapat antara Kementerian PUPR dengan Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Baca Juga: Anggaran FLPP Tahun 2020 Sebesar Rp11 Triliun

Anggaran program perumahan tersebut, imbuh Khalawi nantinya akan dibagi menjadi dua yakni untuk pelaksanaan Program Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebesar Rp7,813 triliun dan Program Dukungan Manajemen sebesar Rp0,28 triliun.

Berdasarkan data yang dimiliki Ditjen Perumahan, alokasi anggaran PKP tersebut akan digunakan pada pembangunan Rumah Susun sebesar Rp4,117 triliun.

Anggaran tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk pembangunan sebanyak 9.705 unit akan dibangun wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Papua dan termasuk penambahan Rusun Kawasan Industri di Batang, Jawa Tengah dan Subang, Jawa Barat sebanyak 1.428 Unit atau 14 tower.

Selain itu, Ditjen Perumahan Kementerian PUPR juga akan melaksanakan penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebesar Rp2,507 triliun untuk membedah 83.712 unit rumah tidak layak huni (RTLH) tersebar di 33 provinsi.

Baca Juga: Dukung Pelaksanaan MotoGP 2021, Kementerian PUPR Tata KSPN Mandalika

Selanjutnya adalah pembangunan bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) rumah umum sebesar Rp0,406 triliun untuk 40.000 unit rumah bersubsidi.

“Kami juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan rumah khusus sebesar Rp0,606 triliun untuk 2.631 unit.

Selain itu anggaran yang ada juga digunakan untuk Setditjen, Perencanaan dan Kepatuhan Intern sebesar Rp0,458 triliun,” terangnya.

Kementerian PUPR, imbuhnya juga siap kerangka program untuk melaksanakan visi Presiden yang disusun menyesuaikan kondisi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga: Atasi Backlog Perumahan, Ini Tiga Program Unggulan Pemerintah

Berdasarkan data yang ada, kelima visi Presiden yaitu mempercepat dan melanjutkan pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, undang investasi seluas-luasnya untuk buka lapangan pekerjaan, reformasi birokrasi dan APBN yang fokus dan tepat sasaran.

“Pandemi Covid-19 di Indonesia berdampak pada pertumbuhan ekonomi menurun, investasi melambat, kemiskinan meningkat, pengangguran meningkat atau lapangan kerja menurun. Maka fokus program 2021 yaitu peningkatan ketahanan pangan, pengembangan konektivitas, peningkatan kesehatan lingkungan dan masyarakat, peningkatan investasi, penguatan jaring pengaman nasional, peningkatan ketahanan bencana dan perubahan iklim,” terangnya.

Khalawi menerangkan, salah satu tujuan Program Perumahan Kementerian PUPR adalah untuk meningkatkan pemenuhan rumah layak huni terutama untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satunya dengan meningkatkan pembangunan Rusun, rumah khusus, rumah swadaya, dan Bantuan PSU.

Baca Juga: Sektor Properti Menggeliat, Yiho Hadirkan Rumah Sehat “Singapura”

Program Sejuta Rumah akan tetap dilanjutkan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami juga membutuhkan dukungan dari Pemda, masyarakat, sektor swasta dan DPR untuk mensukseskan Program Sejuta Rumah ini,” harapnya.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU