Monday, March 8, 2021

Bendungan Napun Gete, Ketiga Tuntas di NTT

Keistimewaan Bendungan Napun Gete adalah base flow-nya lebih bagus dari Rotiklot di Kabupaten Belu dengan kapasitas tampung 3,3 juta m3 dan Raknamo di Kabupaten Kupang yang memiliki kapasitas 13 juta m3.

PropertiTerkini.com, (MAUMERE) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan konstruksi Bendungan Napun Gete yang berada di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelumnya, dua bendungan lainnya di NTT sudah diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada tahun 2018 dan 2019, yakni Bendungan Raknamo dan Rotiklot.

Baca Juga: Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang

Pengisian awal (impounding) bendungan Napun Gete telah dilaksanakan mulai Desember 2020 lalu, saat ini juga tengah dilaksanakan beberapa pekerjaan perapian atau finishing sebelum diresmikan beroperasi.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono meminta pembangunan Bendungan Napun Gete selesai lebih cepat dalam rangka mendukung ketahanan air dan pangan nasional.

“Ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain. Untuk itu perlu dibangun banyak bendungan dan embung untuk mengatasi krisis air yang dibutuhkan untuk air minum, pertanian, peternakan dan lainnya,” kata Menteri Basuki.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S Atmawidjaja yang juga selaku Juru Bicara Kementerian PUPR mengatakan, bahwa dalam waktu dekat, Bendungan ini, juga direncanakan akan diresmikan oleh Presiden Jokowi.

Baca Juga: Infrastruktur Rampung, Proyek Ciputra di Malang Timur Kian Prospektif

“Untuk itu, hari ini kami mengunjungi Bendungan Napun Gete untuk memastikan bahwa persiapan telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, terutama jalan akses dari jalan nasional ke bendungan sepanjang 11 km, yang kini tengah dilakukan pengaspalan,” kata Endra di saat mengunjungi bendungan tersebut di Maumere, Selasa (16/2/2021).

Selain jalan akses, Endra juga menekankan pentingnya penataan lansekap pada kawasan bendungan dimana potensi bendungan ini selain fungsi utamanya untuk air baku dan irigasi, juga untuk alternatif tujuan wisata baru di Maumere.

“Kami minta area bendungan ditanami pohon-pohon rindang khas NTT, seperti flamboyan, kelor, alpukat, dan lainnya, selain tanaman hias/bunga. Terakhir kami juga sudah meminta kontraktor untuk melakukan pekerjaan perapian atau finishing, mulai dari gerbang utama, area kantor, gardu pandang, helipad, hingga area spillway,” tutur Endra.

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang – Ditjen Sumber Daya Air, Agus Sosiawan mengatakan, saat ini progres pengisian air Bendungan Napun Gete sudah 40% dari total tampungan 11,2 juta m3.

Baca Juga: Hadapi Tren Baru Perkantoran, Intiland Surabaya Hadirkan Konsep Family Office

Bendungan Napun Gete direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 300 hektar. Diharapkan dengan selesainya bendungan ini nanti dapat mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, khususnya di bidang pertanian.

Bendungan Napun Gete memiliki luas genangan 99,78 hektar. Menurut Menteri Basuki, keistimewaan bendungan ini adalah base flow-nya lebih bagus dari Rotiklot di Kabupaten Belu dengan kapasitas tampung 3,3 juta m3 dan Raknamo di Kabupaten Kupang yang memiliki kapasitas 13 juta m3.

Bendungan Napun Gete di Maumere, NTT
Bendungan Napun Gete di Maumere, NTT. (dok. PUPR)

Selain untuk irigasi, bendungan multifungsi ini juga berfungsi sebagai penyedia air baku di Kabupaten Sikka sebanyak 214 liter per detik, pengendali banjir sebanyak 219 m3/detik dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,71 megawatt.

Bendungan ini juga bermanfaat untuk pengendali banjir dan sebagai lahan konservasi serta pariwisata sehingga dapat membantu kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pembangunan Napun Gete menggunakan biaya APBN sebesar Rp880 miliar yang dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) dengan masa pelaksanaan sejak Januari 2017.

Baca Juga: Pemerintah Bangun Rusun Bagi Pemulung, Gelandangan dan Pengemis

Selama masa Pandemi Covid-19, pekerjaan pembangunan bendungan tidak dihentikan untuk menjaga kesinambungan roda perekonomian, terutama penyediaan lapangan kerja bagi kontraktor, konsultan dan tenaga kerja konstruksi beserta kegiatan yang mengikutinya.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU