Tuesday, May 18, 2021

Beton Pra Cetak Didorong Untuk Hunian Vertikal

Sistem pra cetak ini, sudah lulus uji coba dari Puskim Balitbang Kementerian PUPR. Teknologi pra cetak ini memiliki keunggulan mutu, keunggulan kecepatan, lebih kedap suara, lebih kedap terhadap panas.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Teknologi konstruksi bangunan menggunakan material beton pra cetak memang lebih unggul dalam aplikasinya. Kualitasnya pun tidak kalah dengan pengerjaan secara konvensional.

Untuk inilah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan mendorong pemanfaatan teknologi pra cetak untuk pembangunan rumah susun (rusun).

Baca Juga: Tren Masa Depan, Teknologi Konstruksi Modular Dorong Sektor Properti

Adanya teknologi pra cetak diharapkan selain mempermudah proses pembangunan juga mempersingkat waktu pembangunan hunian vertikal.

“Penggunaan beton pra cetak akan mempercepat pembangunan rumah susun di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid saat menghadiri Presentasi Teknologi Pra Cetak dalam Pembangunan Rusun oleh PT Wika di Kementerian PUPR, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Plt. Direktur Rumah Susun Maryoko Hadi, Kepala Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Bisma Staniarto, Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Pengendalian Satuan Kerja Pengembangan Perumahan, PPK Rumah Susun Bertingkat Tinggi Satker Pengembangan Perumahan, perwakilan PT Wika, PT Wika Beton, PT Waskita Karya, PT Adhi Karya, PT Brantas Abipraya, PT Nindya Karya, PT Pembangunan Perumahan dan PT Bina Karya.

Baca Juga: Samsung Air Dresser: Inovasi Terbaru, Menjaga Higienitas Pakaian

Khalawi menambahkan, proses dan waktu pembangunan rusun dengan memanfaatkan teknologi beton pra cetak akan lebih cepat dibanding dengan pembangunan dengan cara konvensional.

Dengan demikian diharapkan ke depan pelaksanaan pembangunan rusun di Indonesia ke depan bisa memanfaatkan teknologi tersebut dengan tetap memperhatikan kualitas hasil pembangunan.

“Pemanfaatan teknologi pracetak modular dilakukan di Rumah Susun Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jatinangor, Bandung,” kata Khalawi.

Lebih lanjut, Khalawi menerangkan, Program Sejuta Rumah yang akan dilaksanakan pemerintah pada tahun-tahun mendatang juga akan diarahkan pada pembangunan hunian vertikal di sejumlah provinsi di Indonesia.

Apalagi lahan perumahan yang semakin terbatas mau tidak mau juga akan membuat Pemda untuk mendorong masyarakatnya tinggal di rusun.

Baca Juga: Rusun Pasar Jumat Segera Rampung, Dekat Stasiun MRT

Sistem pra cetak ini, imbuhnya, juga sudah lulus uji coba dari Puskim Balitbang Kementerian PUPR. Teknologi pracetak ini memiliki keunggulan mutu, keunggulan kecepatan, lebih kedap suara, lebih kedap terhadap panas.

“Ditjen Perumahan mempunyai Program Sejuta Rumah di kota-kota besar di Indonesia yang berbentuk tower rusun. Jadi dengan teknologi pra cetak ini kami bisa mempercepat proses pembangunannya,” harapnya.

BERITA TERKAIT

Pasang Iklan disini ...

PROPERTI TV

BERITA TERBARU