Tuesday, September 29, 2020

Crowdfunding, Alternatif Investasi Properti “Patungan”

Peminat investasi properti cukup tinggi. Sayangnya, minim dana awal menjadi kendala berinvestasi. Namun melalui skema crowdfunding, masyarakat bisa mengumpulkan sejumlah uang bersama untuk diinvestasikan ke properti yang dipilih.

Investasi pada produk properti memang menjadi salah satu pilihan investasi terbaik saat ini. Selain keuntungannya yang pasti dan lebih besar, bisnis ini juga dinilai lebih minim terhadap berbagai risiko investasi. Tetapi bagaimana dengan mereka yang berniat investasi properti namun minim modal?

Saat ini sedang marak skema investasi yang disebut crowdfunding atau investasi patungan. Caranya juga terbilang sederhana, beberapa orang cukup mengumpulkan dananya dan diberikan kepada perusahaan penggalang dana atau creator untuk kemudian diinvestasikan ke produk properti. Sehingga crowdfunding didanai oleh masyarakat umum, dalam hal ini termasuk teman, keluarga, rekan kerja, atau siapa pun.

Baca Juga:

Dalam hal ini, creator akan membuat sebuah campaign untuk menerima donasi. Campaign tersebut tentunya berisi informasi detail tentang project apa yang akan dibuat, atau bisnis apa yang akan dilakukan. Pada campaign juga akan dijelaskan berapa dana yang dibutuhkan dan jangka waktu deadline crowdfunding.

Sehingga orang-orang yang tertarik dengan campaign tersebut dapat mendonasikan sejumlah dana melalui platform yang digunakan, dan menerima reward sesuai dengan jumlah yang disumbangkan melalui online platform tersebut.

Cara kerja crowdfunding mirip dengan konsep Pre-Order. Pada awalnya Creator memberikan pilihan paket apa yang akan didapatkan oleh supporter jika menyumbang dana dengan jumlah tertentu. Supporter kemudian memilih salah satu paket tersebut dan melakukan transfer dana sejumlah paket yang dipilih. Setelah dana terkumpul maka Creator akan memulai proses produksi dan mengirimkan barang pesanan supporter.

Nabung Properti

Di Indonesia sudah ada beberapa perusahaan yang menawarkan skema investasi seperti ini. Salah satunya adalah PT Nabung Properti Indonesia (NaPro) yang menyediakan platform crowdfunding untuk membeli properti, seperti apartemen dan rumah tapak.

Chief Operating Officer (COO) NaPro Sandra Vandhi, sebagaimana dikutip dari laman napro.id, menjelaskan bahwa banyak professional muda yang sangat tertarik menekuni bisnis properti, hanya saja terbatas pada modalnya.

“Kami akan menjembatani para calon investor tersebut, terutama kalangan muda yang kesulitan modal,” katanya.

Tidak begitu banyak dana yang dibutuhkan jika memulai investasi properti melalui NaPro. Adapun modal awal yang disyaratkan hanya sebesar Rp500.000 saja. Nantinya investor akan mendapat saham di suatu proyek properti, sesuai jumlah dana yang diinvestasikan.

NaPro kemudian akan menggunakan dana yang terkumpul tersebut untuk membeli properti di proyek yang dipilih. Dana investor baru akan dikembalikan setelah ditahan selama 12 bulan atau 24 bulan. Asumsinya, dalam periode tersebut harga properti sudah naik NaPro akan menjual properti tersebut.

Jadi, investor akan mendapat kembali dananya plus keuntungan dari kenaikan harga. Menurut perhitungan Sandra, yield proporsional dari investasi ini bisa mencapai 10%-12% per unit.

“Calon investor bisa memilih berinvestasi di beberapa proyek properti yang sedang dalam tahap pembangunan dan tercantum di situs Napro.id. Perusahaan ini tidak sembarang mencantumkan proyek Properti untuk investasi. Napro.id memilih proyek yang dikembangkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti Adhi Persada. Alasannya, karena BUMN memiliki garansi lebih pasti akan menyelesaikan pembangunannya,” terang Sandra.

Beberapa pengembang swasta yang dihubungi belum banyak berkomentar soal model investasi ini, bahkan ada juga yang belum sepenuhnya tahu. Managing Director Prajawangsa City, Mandrowo Sapto mengatakan bahwa skema tersebut tidak digunakan di proyeknya.

“Kami tidak menggunakan model seperti itu,” tegasnya. Jawaban yang sama juga datang dari CEO Moiz Land, pengembang apartemen Palm Regency (West Senayan).

Meski skema investasi ini terbilang cukup membantu, namun hingga kini belum ada regulasi perundang-udangan yang mengatur soal crowdfunding. Regulasi untuk crowdfunding sebenarnya sudah menjadi perhatian pemerintah, dimana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Komunikasi dan Informasi berencana untuk menggarap peraturan mengenai crowdfunding terutama dalam rangka perlindungan konsumen dan bahkan OJK berencana menyusun peraturan crowdfunding syariah.

BERITA TERKAIT

Jangan Mau Diperdaya Oknum Kepailitan

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Maraknya kasus kepailitan yang menimpa sejumlah perusahaan pengembang properti nasional menambah persoalan baru di tengah masa pandemi Covid-19. Industri properti yang...

Anggaran Program Perumahan 2021, Rp8,093...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran program perumahan pada 2021 mendatang sebesar Rp8,093 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendorong pelaksanaan Program Sejuta...

Properti Adalah Industri Strategis, Pemerintah...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Properti adalah industri strategis yang juga menjadi penggerak pemulihan ekonomi Indonesia, termasuk pasca Covid-19. Namun, pemerintah seakan tutup mata dan kurang...

Semester I, Penyaluran Dana FLPP...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Penyaluran dana pembiayaan perumahan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) per 30 Juni 2020 tercatat telah mencapai sebesar Rp7,366 triliun untuk 72.760...

Benarkah, Wilayah Timur Jakarta Bangkit...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Benarkah wilayah timur Jakarta akan bangkit paling cepat pasca pandemi Covid-19 ini? Menjawab pertanyaan tersebut, tentu tidak lepas dari mengulas berbagai...

SiKasep, Selangkah Menuju Rumah Idaman

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Hari gini, siapa yang tidak punya smartphone. Hampir semua orang telah mengakses berbagai hal melalui ponsel pintarnya. Terutama berselancar di dunia...
Pasang Iklan disini ...

PROPERTI TV

00:01:40

Kemewahan Menanti di The Ritz-Carlton,...

PropertiTerkini.com, (BALI) – Tiada salahnya jika saat ini Anda mulai merencanakan liburan yang istimewa bersama keluarga, ketika sudah saatnya bepergian lagi. Salah satunya adalah...
00:02:02

Harapan Indah Residence: Strategis di...

PropertiTerkini.com, (LABUAN BAJO) – Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium tentu menyimpan potensi besar pada bisnis properti, terutama investasi. Ini pula mendasari CV Tanjung...
00:01:01

Meikarta Mulai Serah Terima Unit,...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pengembang Kota Meikarta di Cikarang, akhirnya memenuhi janjinya usai menyelesaikan pembangunan apartemen tepat waktu. Proyek ini pertama kali diluncurkan pada 2017...
00:01:03

Philips Smart Wi-Fi LED, Lampu...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Apakah Anda sudah melengkapi rumah Anda dengan produk-produk pintar? Kini saatnya tingkatkan kenyamanan dan kemudahan di rumah Anda dengan deretan produk-produk...
00:00:31

Lippo Karawaci Tutup Atap Holland...

Holland Village Jakarta merupakan menara perkantoran 34 lantai yang dibangun terintegrasi dengan apartemen, pusat perbelanjaan dan rekreasi, rumah sakit, dan sekolah. Lokasi proyek berada...
00:04:41

Genap Berusia 10 Tahun, CentrePark...

Genap sudah CentrePark berusia 10 tahun pada 15 November lalu. Perusahaan manajemen parkir nasional nomor 1 di Indonesia tersebut, kini telah mencapai lebih dari...

BERITA TERBARU

Ada Proyek Ditunda, Begini Strategi...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Performa kerja perusahaan properti mengalami tekanan besar akibat pandemi Covid-19 di tahun 2020 ini. Salah satunya adalah PT Metropolitan Land Tbk...

Kementerian PUPR Bedah Rumah MBR...

PropertiTerkini.com, (LANGSA) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Perumahan menyalurkan bantuan perumahan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau...

AKR Land Gandeng AREBI Jatim...

PropertiTerkini.com, (SURABAYA) — Meski pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia, termasuk di Jawa Timur, namun minat masyarakat memiliki hunian layak, masih sangat tinggi. Atas dasar...

Pendaftar SiKasep Terus Meningkat, Mayoritas...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pandemi Covid-19 nampaknya tidak begitu berpengaruh terhadap minat masyarakat yang hendak memiliki hunian layak bersubsidi pemerintah. Bahkan data pendaftar SiKasep alias...

Bedah Rumah di Sulteng, 18.661...

PropertiTerkini.com, (SULTENG) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah selama lima tahun melaksanakan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah...

Cluster Magenta Residence Tahap 1...

PropertiTerkini.com, (BEKASI) — Summarecon Bekasi resmi meluncurkan Cluster Magenta Residence, inovasi hunian sehat dengan desain kekinian. Luar bisanya, hanya dalam waktu 3 jam, launching...