Tuesday, May 18, 2021

DP 0% Bank Indonesia, Angin Segar Sektor Properti

Hingga Desember, permintaan properti berhasil stabil di angka 8.46 persen, sehingga tahun 2020 dapat ditutup dengan rapor positif.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Dalam berbagai laporan dan analisis terhadap sektor properti memperlihatkan adanya tekanan besar, akibat pandemi Covid-19. Hal ini pun terlihat pada statistik Property Outlook 2021 dari 99 Group. Meski demikian, beberapa kebijakan pemerintah, termasuk yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, menjadi angin segar bagi sektor ini.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Bank Indonesia telah menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps ke 3,50%.

Baca Juga: Menakar Keberanian Bank Setelah DP Nol Persen

Kebijakan tersebut turut didukung dengan pelonggaran berbagai jenis kredit, termasuk pembebasan uang muka atau DP 0 persen untuk pembelian properti.

Relaksasi rasio Loan to Value/Finance to Value (LTV/FTV) kini dapat dimaksimalkan hingga 100% untuk berbagai jenis properti, baik itu rumah tapak, apartemen, maupun rumah toko/rumah kantor.

Walaupun demikian, kebijakan baru ini hanya berlaku untuk bank yang memiliki rasio non-performing loan (NPL) di bawah 5 persen.

Apabila syarat tersebut telah dipenuhi, maka konsumen dapat mengajukan KPR dengan DP 0 persen untuk rumah tipe kurang dari 21, tipe 21-70, dan tipe 70 ke atas.

Sementara untuk bank yang memiliki rasio NPL di atas 5 persen, pembiayaan LTV/FTV yang dapat diberikan adalah maksimal 95 persen untuk tipe rumah 21-70 dan 70 ke atas. Kebijakan baru ini mulai berlaku pada 1 Maret hingga 31 Desember 2021.

Terkait dengan penurunan suku bunga dan kebijakan KPR DP 0 persen, CEO 99 Group Indonesia, Chong Ming Hwee, berkomentar, hal ini tentu kembali ke perbankan untuk menyesuaikan dengan risk management-nya masing-masing.

Baca Juga: Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan ke-3,5%, Beli Properti Tanpa DP

Namun, kata dia, jika dilihat dari sisi konsumen, tidak sedikit yang lebih memilih DP besar saat membeli rumah agar cicilan bulanannya lebih ringan.

“Untuk mengetahui dampak dari kebijakan ini, kita perlu tunggu saat tanggal berlakunya pada 1 Maret nanti. Kami berharap dengan berbagai kebijakan dari pemerintah, serta proses vaksinasi yang sedang berjalan saat ini, perekonomian Indonesia dapat segera pulih, khususnya di sektor properti,” jelas Ming dalam acara 99 Group Property Outlook 2021 bertajuk, “Property Outlook 2021: Melihat Tantangan dan Peluang Industri Properti di Masa Pemulihan COVID-19” di Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Rapor Positif

Berdasarkan data Tim 99 Group, tren suplai dan permintaan properti selama tahun 2020 mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Dari segi suplai, data Tim 99 Group mencatat tren bulanan yang cukup stabil pada kuartal satu dan dua, dengan rata-rata listing aktif berada di angka 8 persen.

Pertumbuhan suplai listing tertinggi terjadi di bulan Juli sebesar 8.75 persen. Penurunan suplai listing yang cukup drastis terjadi dari bulan Agustus yang menukik ke 5.67 persen, hingga yang terendah pada Desember pada angka 3.82 persen.

Sementara dari segi permintaan per bulan, periode kuartal awal antara Januari hingga April mencatat penurunan cukup signifikan dari 10 persen hingga hampir menyentuh angka 5 persen. Penurunan tersebut terjadi saat dimulainya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap awal.

Permintaan pasar kemudian meningkat menjadi 7.96 persen pada Mei hingga berhasil menembus 11.25 persen pada Juni. Peningkatan ini menjadi respons atas adaptasi yang dilakukan sektor properti dan pelonggaran PSBB.

Baca Juga: Di BlanjaProperti’21, Metland Jual Rumah Mulai Rp300 Juta

Angka permintaan sempat kembali mengalami penurunan ke 6.57 persen pada September. Walaupun demikian, hingga Desember, permintaan properti berhasil stabil di angka 8.46 persen, sehingga tahun 2020 dapat ditutup dengan rapor positif.

Ming mengatakan, Rumah123.com dan 99.co memiliki akumulasi lebih dari 29 juta traffic bulanan dan 29 ribu agen aktif*. Hal tersebut menjadikan 99 Group sebagai portal properti terbesar di Indonesia.

Untuk mengetahui dinamika industri properti Tanah Air, lanjut Ming, maka dibutuhkan akurasi data yang tinggi. Tim analis 99 Group telah berhasil menyajikan data yang diolah dari statistik dan database yang diolah dan terus diperbarui berdasarkan tren pasar yang terjadi.

“Lewat Property Outlook 2021 ini, 99 Group dapat memberikan advokasi yang bermanfaat untuk konsumen, agen, pengembang properti, dan stakeholders dengan sumber data yang komprehensif, tepat, dan akurat,” ungkap Ming.

Property Outlook 2021 yang perdana diadakan secara virtual ini menghadirkan panel pembicara yang merupakan pakar di bidang properti.

Baca Juga: Kementerian PUPR Gandeng Bank 9 Jambi Salurkan Dana Program BSPS

Para panelis yang hadir adalah Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Eko D. Heripoerwanto, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Kurniawan Agung, Ketua Umum AREBI Lukas Bong, Wakil Ketua Umum REI Hari Ganie, dan Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU