Thursday, March 4, 2021

Harga Properti di Jawa Timur Turun 30 Persen

Agen dan broker properti di Jawa Timur kini lebih aktif dan giat menyapa konsumen maupun calon konsumennya melalui media online maupun media sosial.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (DPD AREBI) Jawa Timur Rudy Sutanto mengatakan, harga properti di Jawa Timur kini terkoreksi hingga 30 persen. Hal ini diakibatkan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa kota besar di wilayah Jawa Timur, akibat merebaknya wabah virus Covid-19.

“Harga properti untuk secondary terkoreksi turun antara 20 persen hingga 30 persen dari harga dalam kondisi normal,” ujar Rudy beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Four Points by Sheraton Surabaya, Hotel Baru yang Terhubung Dengan Mall

Turunnya harga properti di Jawa Timur tersebut sedikit membantu realisasi transaksi penjualan properti di Kawasan tersebut. Namun demikian, secara keseluruhan penjualan secondary turun hingga 50 persen. Sedangkan penjualan produk primary turun antara 50 persen hingga 60 persen.

“Kondisi market primary berkurang banyak terutama di segmen highrise building atau apartemen. Sementara untuk rumah tapak atau landed house masih lebih baik, terutama yang ready stock,” terangnya.

Dalam kondisi krisis saat ini, menurutnya, properti di segmen menengah masih cukup menjanjikan di pasar Jawa Timur.

Baca Juga: AREBI Sumatera Selatan Siap Hadapi New Normal

Untuk diketahui, saat ini anggota DPD AREBI Jawa Timur sebanyak 155 kantor. Masing-masing kantor mencatat pencapaian transaksi yang bervariasi. Ada kantor broker yang lebih fokus pada penjualan produk primary dan sebaliknya secondary.

“Kedua-duanya berjalan beriringan dan seimbang. Tapi ada kantor yang lebih fokus di primary 70:30, ada juga sebaliknya yang fokus di secondary 70:30,” ungkap Rudy.

Normal Baru

Menyiasati berbagai keterbatasan tersebut, para agen dan broker properti di Jawa Timur juga lebih aktif dan giat menyapa konsumen maupun calon konsumennya melalui platform media online maupun media sosial.

Baca Juga: Begini Cara Broker Jual Properti di Tengah Wabah Corona

Digital marketing, sebut Rudy, sudah banyak digunakan oleh broker properti di Jawa Timur, lantaran sejak lama sudah dilakukan berbagai pelatihan dan seminar.

“Para broker AREBI Jatim sebenarnya sudah siap menggunakan digital marketing. Tahun 2018 lalu kami juga sudah banyak mengadakan seminar-seminar untuk mengantisipasi revolusi industri 4.0. Termasuk dalam kondisi krisis seperti saat ini,” ungkap Rudy yang juga dari kantor broker Java Property, Citraland.

Rudy yakin, meski dalam kondisi berat pun selalu ada jalan untuk bisa menjual produk properti. Apalagi properti merupakan salah satu kebutuhan utama yang harus dipenuhi.

Oleh karenanya, dia optimis, penjualan properti di Jawa Timur pada Juni mampu melewati raihan sebelumnya.

Alasannya, Rudy bilang, kondisi new normal mengharuskan setiap orang beradaptasi dan mengikuti pola hidup baru tersebut.

Baca Juga: Promo Properti Sinar Mas Land, Move In Quickly Raih Rp369 Miliar

“Perlahan-lahan orang akan mengembalikan aktivitas perekonomiannya seperti sebelum Covid-19. Dengan catatan, mereka juga harus mau menerima konsep new normal tersebut,” tegasnya.

Untuk ini pula, Rudy mengatakan, para broker properti harus upgrade diri, meningkatkan skill terutama di bidang IT dan mau menambah knowledge untuk mempelajari hal-hal yang baru.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU