IPW: Pasar Perumahan Banten Q1-2018 Naik Lagi

2
rumah subsidi
Ilustrasi - Perumahan Permata Mutiara Maja di Maja, Lebak, Banten. (Foto: Padre)

Secara keseluruhan penjualan rumah dengan harga Rp150 – 500 jutaan mencapai komposisi tertinggi sebesar 46,2%.

Setelah terjadi pertumbuhan positif pada Q4-2017, pasar perumahan Banten terus melanjutkan tren positifnya di Q1-2018. Berdasarkan analisis terkini yang dilakukan Indonesia Property Watch (IPW), nilai penjualan perumahan wilayah Banten di Q1-2018 naik 31,1% menjadi Rp695.086.873.306.

Baca Juga:

Sebesar 85,7% penjualan berada di wilayah Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan. Hampir semua wilayah di Banten mengalami kenaikan penjualan. Meskipun demikian diperlihatkan terjadi kenaikan penjualan yang cukup tinggi di wilayah Cilegon sebesar 113,1% (qtq).

Naiknya omset penjualan ini ternyata tidak dibarengi dengan naiknya unit terjual.

Tercatat jumlah unit rumah terjual pada Q1-2018 mengalami sedikit penurunan sebesar 22,6% setelah pada triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Faktor musiman di awal tahun dengan aktivitas pasar primer yang tidak terlalu tinggi, sedikit banyak memengaruhi kondisi penurunan ini.

Karenanya penurunan ini relatif tidak mencerminkan pasar yang melemah, karena ternyata terjadi kenaikan 159,5% untuk penjualan unit rumah besar dibandingkan dengan penurunan unit rumah terjual tipe kecil yang turun 37,4%.

Menurunnya penjualan unit tipe kecil sedikit banyak dipengaruhi oleh beberapa kebijakan pemerintah khususnya untuk rumah subsidi yang mengganggu keberlangsungan pasar rumah subsidi di awal tahun 2018. Kisruh kebijakan ini memengaruhi para pengembang rumah subsidi yang mulai beralih ke segmen menengah dan dalam jangka waktu pendek tidak termotivasi untuk mengembangkan rumah subsidi.

Secara keseluruhan penjualan rumah dengan harga Rp150 – 500 jutaan mencapai komposisi tertinggi sebesar 46,2%, diikuti rumah sampai dengan Rp150 jutaan mencapai komposisi 26,1%, rumah Rp500 juta – 1 miliar sebesar 24,6%, dan terendah rumah dengan harga di atas Rp2 miliar sebesar 3,1%.

Kondisi ini memerlihatkan adanya peningkatan komposisi yang terjadi untuk rumah dengan harga jual lebih dari Rp500 jutaan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Di sisi lain pengembang masih belum terlalu berani untuk menaikkan harga jual dengan tercatat pergerakan harga jual sangat tipis berada di bawah 1% selama triwulan berlangsung.

Sumber: propertyandthecity