Jalan Tol Balsam Seksi 2-4 Diresmikan Sebelum Natal 2019

0
Jalan Tol Balsam
Gerbang Tol Samboja./ Foto: Kementerian PUPR

Selain Jalan Tol Balsam, pemerintah juga telah merencanakan pembangunan Jalan Tol Balikpapan menuju kawasan Ibu Kota Negara sepanjang 60 kilometer.

PropertiTerkini.com, [BALIKPAPAN] – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan bahwa Jalan Tol Balsam (Balikpapan–Samarinda) sepanjang 99,35 kilometer akan rampung dan siap diresmikan sebelum hari raya Natal 2019. Adapun progres konstruksi infrastruktur yang juga mendukung pengembangan kawasan calon Ibu Kota Negara (IKN) tersebut sudah mencapai 97 persen.

Baca Juga: Tol Layang Japek II Siap Dilintasi Saat Natal 2019

“Dari total lima seksi Jalan Tol Balsam, yang siap diresmikan sebelum Natal 2019 adalah seksi 2, 3 dan 4 sepanjang 66 kilometer yang menjadi porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Untuk waktu peresmian diperkirakan pada minggu ke-2, tinggal menunggu jadwal Bapak Presiden,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai meninjau progres konstruksi seksi 1 dan 5 Jalan Tol Balsam, Kamis (5/12/2019).

Sementara untuk seksi 1 dan 5 yang menjadi porsi pemerintah dikatakan Menteri Basuki masih dalam proses penyelesaian. Ini diakibatkan masalah teknis adanya pergerakan tanah sehingga dibutuhkan teknik konstruksi yang khusus.

“Untuk seksi 5 saat ini sudah ada keputusan penanganannya, minggu ini akan dibahas desain akhirnya dengan second opinion dari tenaga ahli kami untuk bisa dikerjakan tindak lanjutnya. Setelah desain disepakati akan diserahkan ke BUJT, dan lanjut diserahkan ke PT Wijaya Karya selaku kontraktor untuk bisa dikerjakan penanganan pergerakan tanahnya. Mudah-mudahan bisa diselesaikan sebelum Lebaran 2020,” tuturnya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Luncurkan Aplikasi Sirumba, Sistem Pemetaan Rumah Terdampak Bencana

Sedangkan untuk seksi 1 yang mendapat dukungan APBD, Menteri Basuki mengatakan saat ini desain penanganannya sudah diserahkan dari konsultan dan tinggal menunggu serah terima pekerjaan lapangan dari Pemerintah Daerah (Pemda) ke BUJT dan kontraktor.

“Sehingga secara keseluruhan Jalan Tol Balsam ditargetkan akan beroperasi penuh sebelum Lebaran 2020,” terang Basuki.

Jalan Tol Balsam memiliki nilai investasi sebesar Rp9,9 triliun. Jalan bebas hambatan ini diharapkan akan mendukung konektivitas untuk pembangunan Ibu Kota Negara, yakni melintasi Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, yang menjadi salah satu Kabupaten selain Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai kawasan calon IKN di Kaltim yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Direncanakan dengan adanya jalan tol dapat memangkas biaya logistik barang dan jasa dan waktu tempuh antara Balikpapan-Samarinda dari sekitar 3 jam, menjadi 1 jam.




Baca Juga: Kampung Gamcheon di Korea yang Bikin Jokowi Terpikat

Jalan Tol Balikpapan–Samarinda juga menjadi akses penghubung Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan. Akses menuju bandara ini dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit dengan melewati Seksi V ruas Balikpapan–Sepinggan yang hanya berjarak sekitar 8 kilometer dari bandara tersebut.

Jalan Tol Balsam dibangun sejak November 2016. Tol ini terdiri dari 5 seksi, yaitu Seksi I ruas Balikpapan–Samboja (22,03 km), Seksi II ruas Samboja–Muara Jawa (30,98 km), Seksi III Muara Jawa–Palaran (17,50 km), Seksi IV Palaran–Samarinda (17,95 km), dan Seksi V ruas Balikpapan-Sepinggan (11,09 km).

Dari lima seksi, Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan dukungan pembangunan konstruksi di Seksi I dan Seksi V yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut. Pembangunan Seksi 1 menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim sebesar Rp1,5 triliun dan APBN sebesar Rp271 miliar. Dimana Rp79,88 miliar diantaranya dialokasikan untuk pembangunan Jembatan Manggar sepanjang 613 meter.

Baca Juga: Jalan Tol Cisumdawu Rampung 2020, Semakin Mudah Ke Bandara Kertajati

Sedangkan untuk Seksi V didanai oleh APBN yang berasal dari pinjaman dari Pemerintah China sebesar Rp848,55 miliar atau sekitar 8,5% dari total investasi. Untuk Seksi II-III dan IV, pembangunannya menggunakan dana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda.

Jalan Tol Balikpapan Menuju IKN

Jalan Tol Balikpapan–Samarinda
Jalan Tol Balikpapan–Samarinda di Kalimantan Timur./ Foto: Kementerian PUPR

Selain Jalan Tol Balsam, Menteri Basuki mengatakan juga telah merencanakan pembangunan Jalan Tol Balikpapan menuju kawasan IKN. Rencananya pembangunan jalan tol tersebut akan melalui opsi penugasan kepada PT Jasa Marga Samarinda—Balikpapan yang saat ini menangani pembangunan Jalan Tol Balsam untuk mempercepat proses konstruksi.

Saat ini menurut Menteri Basuki rencana jalan tol tersebut sedang dalam tahap penentuan trase. Selanjutnya proyek tersebut juga akan diprioritaskan masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) agar pembebasan lahan bisa dipercepat. Ruas Tol Balikpapan—IKN ini dirancang panjangnya sekitar 60 kilometer.

Baca Juga: Angkutan Massal Ramah Lingkungan di Ibu Kota Baru

Adapun untuk nilai investasinya, menurut Basuki harus disesuaikan dengan desain perencanaannya. Apabila, tidak membutuhkan konstruksi melayang atau (elevated) maka investasinya diperkirakan mencapai Rp120 miliar-Rp150 miliar per kilometer.