Tuesday, May 18, 2021
Pasang Iklan disini ....

Kementerian PUPR Mulai Bangun Rusun Keuskupan Larantuka

Proposal permohonan pembangunan rumah susun diajukan kepada Kementerian PUPR pada akhir 2019. Permohonan itu kemudian direspons melalui Nota Dinas Verifikasi pada Oktober 2020 oleh tim dari BP2PNTII – Kupang. Selanjutnya dokumen verifikasi dinyatakan memenuhi syarat untuk diproses lebih lanjut.

PropertiTerkini.com, (LARANTUKA) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan memulai pembangunan rumah susun (Rusun) Keuskupan Larantuka di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rusun Keuskupan Larantuka ini nantinya akan dibangun secara Single Years Contract (SYC) Tahun 2021, yakni satu tower setinggi tiga lantai terdiri dari 44 unit hunian, tipe 36 dengan total anggaran senilai Rp20,72 miliar.

Baca Juga: Huntap Untuk Korban Bencana Banjir NTT Terus Dibangun

Menurut Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, pembangunan rusun yang dilaksanakan Kementerian PUPR dilaksanakan secara merata untuk semua kalangan.

Kata dia, tidak hanya untuk para santri di pondok pesantren saja tapi juga untuk keuskupan, sehingga hasil pembangunan pemerintah bisa dirasakan oleh semua pihak.

Pembangunan rusun Keuskupan Larantuka ini, lanjutnya, merupakan salah satu wujud dukungan Kementerian PUPR untuk para Romo dalam perannya membentuk generasi baru bangsa. Adapun penerima manfaat yakni para Imam Projo yang berkarya di Keuskupan Larantuka.

“Kita semua berupaya agar generasi muda Indonesia di masa depan bisa memahami akan arti penting tempat tinggal yang layak huni untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” ujar Khalawi, beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Ramadan Shopping Surprise di Summarecon Mall Bekasi, Yuk Belanja!

Sementara itu, menurut Yublina Dila Bunga, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Nusa Tenggara II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, dimulainya pelaksanaan pembangunan Rusun Keuskupan Larantuka ditandai dengan groundbreaking oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Nusa Tenggara II bersama Pemerintah daerah Flores Timur dan Penerima Manfaat yakni para Imam Projo Yang Berkarya di Keuskupan Larantuka.

Pelaksanaan groundbreaking ditandai dengan penekanan sirine dan peletakan batu pertama oleh Yublina D. Bunga bersama Bupati Flores Timur; Antonius Hubertus  Gede Hadjon di lokasi pembangunan yang berada di Kelurahan Sarotari RT12/RW 06, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT beberapa waktu lalu.

Antonius Hubertus Gede Hadjon, Bupati Flores Timur, pada kesempatan  yang sama menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian PUPR, Balai P2P NT II, dan Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi NTT yang telah memfasilitasi pembangunan rumah susun keuskupan tersebut.

Baca Juga: Tiga Rusun di Kalbar Sekaligus Groundbreaking

“Kami sangat berterimakasih atas bantuan rusun ini dan diharapkan generasi muda di Kabupaten Flores Timur bisa lebih bersemangat dalam meningkatkan kualitas pendidikannya,” ujar Antonius.

Balai P2P NT II pada tanggal 15 Maret 2021 telah menandatangani kontrak dengan PT Bumi Permata Kendari sebagai Kontraktor Pelaksana pembangunan Rusun senilai Rp18,5 miliar dan PT Buana Rekayasa Adhigana sebagai Management Konstruksi senilai Rp1,052 miliar. Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan kontrak meubelair Rusun UNIO atau Paguyuban Para Romo Projo bersama CV Melati pada 21 April 2021 senilai Rp1,179 miliar.

UNIO adalah paguyuban untuk para imam projo yang berkarya di Keuskupan Larantuka. Paguyuban itu dimaksudkan untuk menjalin persaudaraan dan bertumbuh-kembang bersama melalui aneka program penguatan kapasitas untuk mencapai “kematangan” dalam 7 aspek yakni insani/kepribadian, rohani/spiritual, moral, intelektual, pastoral, kepemimpinan dan administrasi.

Baca Juga: Mantap, Rusun ASN Kembali Dibangun di Bogor

Ada Pedoman Rumah Tangga Unio yang jadi acuannya. Sejak lama UNIO Imam Projo Keuskupan Larantuka mengharapkan dan merencanakan pembangunan rumah bersama untuk tujuan akomodasi transit bagi para romo dari paroki/pulau, rumah istirahat bagi romo sepuh/jompo, rumah pertemuan dan pembelajaran bersama.

Selain itu rumah Unio bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya seperti pertemuan, Diklat, tamu, aneka kegiatan, Semana Santa. Untuk maksud itu disepakati iuran rutin dan iuran pembangunan yang diwajibkan kepada anggota, meski jauh dari jumlah yang dibutuhkan untuk pembangunan.

Baca Juga: Staf Gubernur NTT Luncurkan Buku, “Jejak dari Rantau”

Karena itu, panitia kecil mengambil langkah untuk mengajukan proposal permohonan pembangunan rumah susun kepada Kementerian PUPR pada akhir 2019. Permohonan itu kemudian direspons Kementerian melalui Nota Dinas Verifikasi pada Oktober 2020 oleh tim dari BP2PNTII – Kupang dan selanjutnya permohonan dan dokumen verifikasi dinyatakan memenuhi syarat untuk diproses lebih lanjut.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU