Lego Granada, Paramount Bidik Kaum Menengah Mapan

1
cluster Granada
Granada menjadi sub cluster pertama di dalam kawasan Alicante Village (17 ha). Alicante merupakan salah satu cluster besar mencakup 600 kavling yang telah dikembangkan sejak 2011.

Sejak diluncurkan awal Oktober lalu, Cluster Granada berisi 84 unit ini sudah terjual 50 persen (42 unit). Rumah tapak ini dikembangkan dalam kawasan Cluster Alicante Village.

Propertiterkini.com (Tangerang) – Kendati bisnis properti sekian tahun terakhir ini secara umum lemah, pemasaran rumah berharga miliaran tetap berjalan. Permintaannya ada namun lebih ‘adem’ karena penggeraknya adalah kalangan end user yang hendak menghuninya sendiri, bukan investor.

Harjanto Widjaja, Director Paramount Land (1.200 ha), kota baru menengah atas di Gading Serpong, Tangerang (Banten), menyebutkan, potensi pasar di semua segmen selalu ada.

“Pembeli rumah seharga di atas Rp2,5 miliar umumnya adalah kalangan mapan. Bagi mereka harga segitu bukan level terlalu mahal, khususnya di kawasan Serpong. Rumah Rp4 miliar pun laku kalau harganya cocok dengan value yang ditawarkan,” katanya kepada Propertiterkini.com saat jumpa pers di Tangerang, Kamis (24/10/2019).

Memasuki semester akhir 2019, Paramount Land kembali mengguyur pasar dengan meluncurkan rumah tapak menengah atas yaitu Granada, yang dikembangkan di dalam kawasan Cluster Alicante Village (17 ha). Tipe yang ditawarkan lebih besar dari beberapa produk sebelumnya.

Direktur PT Paramount Land, Aryo Tri Ananto mengatakan, rumah mengusung konsep Serenity, Elegance dan Modern yang mengedepankan kualitas dan gaya hidup modern.

“Pangsa pasarnya untuk orang mapan sehingga nuansa, desain dan fasilitas harus menyesuaikan. Konsep interiornya juga tidak boleh terlalu simple, harus elegan dengan bermain warna-warna soft,” terangnya.

Rumah dua lantai bergaya Eropa Oriental (Shino Europe Series) ini sangat memadai untuk keluarga mapan. Setiap rumah dilengkapi 3-4 kamar tidur, dengan kamar tidur utama ekstra luas di lantai atas, ruang tamu, ruang keluarga, pantry, kamar mandi dan carport muat dua mobil.




Kamr tidur utama ekstra luas terletak di lantai dua

Setiap unit memiliki halaman belakang (backyard) yang bisa dimanfaatkan untuk area barbeque atau relax corner area bersama kelaurga.

Backyard ukuran besar adalah andalan produk kami dari sisi layout. Kehidupan tenang dan kesan mahal dari rumah adalah value tinggi yang kami tawarkan” tambah Aryo.

Tipe L8 misalnya, diklaim Aryo tetap memiliki rancangan desain nyaman dengan backyard kendati luas lahannya hanya 144 m2. Rumah dilengkapi kamar tidur 3+1, ruang jemur, kamar pembantu dan carport.

Cluster dilengkapi clubhouse seluas 3.000 m2 dengan fasilitas kolam renang, gym station, jogging track, basketball dan hall area di dalamnya. RoW jalanan di dalam cluster juga lebar-lebar, mulai 10-16 meter. Setiap rumah dibangun menggunakan konsep detached sehingga tidak menempel satu rumah dengan tetangga.

3 Minggu Laku Separuh

Backyard luas di belakang rumah

Sejak diluncurkan awal Oktober lalu, cluster berisi 84 unit ini sudah terjual 50 persen (42 unit). Ada tiga tipe unit yaitu L8 (140/144), L10 (164/180) dan L12 (203/216). Harganya mulai Rp2,4 – 3,5 miliar/unit. Hingga 30 Oktober 2019 ditawarkan cara bayar SuperCash, yaitu tunai keras dibayar 7 hari atau tunai keras diangsur selama 75 hari, selain pembayaran secara KPR.

Pengembang optimis produk yang dipasarkan akan habis dalam waktu satu bulan. “Antusiasnya luar biasa. Setiap hari ada konsumen yang lihat rumah contoh. Ada yang niat banget 3 jam keliling cluster jalan kaki, hanya untuk melihat seberapa asri dan tenang lingkungan Granada,” jelas Associate Director Paramount Land, M. Nawawi.

Hingga September 2019, ia menyebut, dari target pendapatan Rp2,2 triliun sudah tercapai 76 persen. “Saya yakin sampai akhir tahun kami bias penuhi target tersebut, karena masih ada satu produk komersial baru yang akan kami rilis dalam waktu dekat,” pungkasnya.

1 COMMENT