Observatorium Terbesar Asia Tenggara Bakal Ada Amfoang, Kupang

2
Observatorium terbesar Asia Tenggara di Amfoang Kupang
Pencanangan Observatorium Terbesar Asia Tenggara di Amfoang, Kupang, NTT, Senin (9/7/2018)./ Foto: Kemenristekdikti

Observatorium terbesar Asia Tenggara bakal dibangun Amfoang, Kabupaten Kupang. Observatorium yang menelan biaya sekitar Rp300 miliar tersebut diharapkan dapat beroperasi pada awal 2020. Bagaimana dampaknya terhadap masyarakat sekitar mega proyek tersebut?

Propertiterkini.com – Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) memilih daerah Amfoang yang terletak di lereng Gunung Timao, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur sebagai lokasi pembangunan observatorium nasional. Alasannya, lokasi di Amfoang tersebut memiliki kondisi langit yang bebas dari polusi cahaya, sehingga lebih mudah ketika mengamati bintang, planet dan benda langit lainnya.

Baca Juga:

“Posisi Amfoang yang berada di belahan bumi bagian selatan menjadi keunggulan karena jumlah observatorium yang mengamati langit selatan sangat sedikit, yaitu hanya terdapat di Afrika Selatan, Amerika Selatan dan Australia,” ujar Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin, dalam keterangan yang dipublikasikan Biro Kerja Sama dan Kompublik Kemenristekdikti.

Acara Pencanangan Situs Observatorium Nasional pertama milik LAPAN di Amfoang, sudah dilakukan pada Senin (9/7/2018) lalu.

Lebih lanjut, Thomas bilang bahwa Amfoang menjadi lokasi yang terbaik untuk mendirikan observatorium terbesar Asia Tenggara, karena memiliki persentase kecerahan langit cukup tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia. Dimana dalam setahun terdapat sekitar 250 langit malam cerah yang memungkinkan pengamatan astronomi di jendela optik.

“Cahaya lampu di perkotaan mengganggu kegelapan langit sehingga masyarakat kota telah kehilangan keindahan langit di malam hari. Namun masyarakat di Amfoang terbiasa melihat ratusan miliaran bintang pembentuk galaksi Bimasakti,” kata Thomas.

Sementara Staf Ahli Menristekdikti Bidang Relevansi dan Produktivitas, Agus Pudji Prasetyono mengungkapkan bahwa pembangunan observatorium di Amfoang tersebut akan memberikan manfaat pada aspek ilmu pengetahuan, aspek ekonomi serta aspek sosial.

Menurut Agus, kehadiran observatorium terbesar ini akan memicu sektor pariwisata sehingga diperlukan infrastruktur yang menunjang aktivitas di Amfoang. Selain itu, perguruan tinggi yang berada di Provinsi NTT harus pula berperan menyiapkan program studi yang relevan dengan pengelolaan observatorium.

Baca Juga: Hotel Terbaik Dunia Ada di Sumba, Orang Jadi Tahu, Sumba Beda dengan Sumbawa

Kemenristekdikti akan terus mendorong sekuat tenaga agar pembangunan observatorium ini berjalan sesuai dengan rencana,” tegas Agus.

Adapun Bupati Kupang, Ayub Titu Eki menyampaikan bahwa kondisi Amfoang saat ini memang sangat tertinggal. Kehidupan masyarakat terbilang sangat susah karena akses transportasi dan komunikasi sering terputus.

Ayub berharap dengan adanya pembangunan observatorium terbesar ini dapat merangsang pembangunan infrastruktur khususnya akses jalan menuju Amfoang. Selain itu kehadiran observatorium diharapkan dapat merangsang aktivitas ekonomi masyarakat Amfoang.

“Indonesia sudah merdeka lebih dari 70 tahun, namun banyak orang yang bilang kalau selama ini Amfoang belum menikmati kemerdekaan karena kurang tersentuh pembangunan,” kata Ayub.

“Tetapi hari ini kita menyaksikan bahwa Pemerintah telah memberikan hadiah berupa pembangunan observatorium yang merupakan jawaban dari doa dan perjuangan masyarakat Amfoang selama ini,” lanjut Ayub.

Observatorium di Amfoang ini kelak bukan hanya terbesar di Indonesia, namun juga di Asia Tenggara. Observatorium ini akan mengoperasikan lebih dari sepuluh teleskop dengan berbagai fungsi, dengan ukuran diameter teleskop terbesar yaitu 3,8 meter.

Observatorium yang menelan biaya sekitar Rp300 miliar rupiah tersebut diharapkan dapat beroperasi pada awal 2020. Pada Kawasan di sekitar Observatorium juga ditetapkan sebagai Taman Nasional Langit Gelap, yang akan menjadi situs pariwisata khas Kabupaten Kupang bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan langit di malam hari.