Oktober LRT Palembang Beroperasi Penuh, Berapa Tarifnya?

2
lrt palembang beroperasi penuh oktober 2018
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin saat meninjau persiapan LRT Palembang./ Foto: Istimewa

LRT Palembang beroperasi penuh di bulan Oktober mendatang. Saat ini sudah bisa digunakan, namun belum semua stasiun dinyatakan rampung. Khusus bagi official dan peserta Asian Games, naik LRT gratis.

Propertiterkini.com – Moda transportasi massal light rail transit atau LRT di Palembang sudah beroperasi sejak Juli. Bahkan Presiden Joko Widodo dan rombongan sudah melakukan uji coba kereta ringan tersebut pada pertengahan Juli lalu. Secara keseluruhan, LRT Palembang beroperasi penuh pada Oktober tahun ini.

Baca Juga:

“Kita targetkan pada bulan Oktober tahun ini seluruh stasiun LRT Palembang beroperasi semua,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (1/8/2018).

Oleh karena belum rampung secara keseluruhan, maka kecepatan LRT Palembang juga belum maksimal. Budi Karya menargetkan waktu tempuh LRT dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II menuju Jakabaring akan ditempuh selama 45 menit.

“Sekarang baru 4 TOD (Transit Oriented Development) yang digunakan. Setelah Asian Games akan kita lakukan dengan baik. Sehingga waktu tempuh yang sekarang 60 menit, nanti menjadi 45 menit,” ujarnya.




Dengan demikian, sehingga operasional untuk melayani official dan atlet peserta Asian Games 2018 dapat berjalan dengan baik. Untuk ini, lanjut Menhub, selama penyelenggaraan Asian Games 2018, seluruh atlet dan official dapat menggunakan LRT tanpa dipungut biaya.

“Nanti akan ada kartu khusus bagi atlet dan official peserta Asian Games yang menggunakan LRT,” tambah Menhub.

Biaya Disubsidi

Kementerian Perhubungan telah menyiapkan anggaran hingga Rp300 miliar untuk mensubsidi tarif LRT Palembang. Dengan demikian, sehingga tarif yang seharusnya Rp10.000 per penumpang akan lebih ringan menjadi Rp5.000 per penumpang.

“Tarif kita tetapkan Rp5.000, jarak dekat Rp10.000 untuk rute ke bandara. Itu subsidinya Rp200-300 miliar per tahun,” kata Budi Karya.

Menhub berharap, dalam tiga tahun ke depan LRT Palembang sudah bisa berjalan sendiri tanpa perlu adanya subsidi lagi dari pemerintah.

2 COMMENTS