Pasar Mortar Menjanjikan, Sika Indonesia Resmikan Pabrik Ketiga

2
Peresmian Pabrik Sika Indonesia
Peresmian Pabrik Sika Indonesia dilakukan oleh Sika Area Manager South East Asia Gaby El Chaar (ketujuh dari kiri) dan disaksikan oleh Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratna Dewi (kelima kiri), Duta Besar Swiss untuk Indonesia Kurt Kunz (keempat kiri), serta General Manager Sika lndonesia Eddy Sutanto (keenam kiri) di Cibitung, Bekasi, Senin (14/10/2019). Foto: Pio - PropertiTerkini.com

Pabrik ketiga Sika Indonesia yang berada di Cibitung lebih dikhususkan untuk memproduksi mortar. Produk ini punya potensi jangka panjang yang sangat besar. Saat ini baru terpenuhi 20 persen dari total potensi yang ada.

PropertiTerkini.com (Bekasi) – Perusahaan bahan kimia untuk konstruksi dan industri, Sika meresmikan pabrik ketiganya di Indonesia, hari ini, Senin (14/10/2019).

Baca Juga: Lebih Hemat Pakai Mortar Instan, Ini Buktinya!

Pabrik berlokasi di Cibitung, Bekasi ini merupakan salah satu pabrik Sika terbesar di Asia Pasifik. Pabrik didirikan di atas area seluas 30.000 meter persegi.

Peresmian dilakukan oleh Sika Area Manager South East Asia Gaby El Chaar dan disaksikan oleh Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratna Dewi, Duta Besar SWISS untuk Indonesia Kurt Kunz serta General Manager Sika lndonesia Eddy Sutanto.

Pabrik ketiga produsen mortar bahan kimia perekat bahan bangunan ini menelan dana investasi senilai Rp200 miliar.

Advertisement

Eddy Sutanto mengatakan, pabrik terbaru ini nantinya akan memiliki kapasitas hingga mencapai 450.000 ton mortar per tahun.

Bca Juga: Penjualan Semen di Jawa dan Sumatera Turun, Ini Penyebabnya!

Untuk saat ini merupakan pengembangan fase satu dengan kapasitas 150.000 ton mortar per tahun.

“Pengembangan fase dua kami perkirakan dua tahun mendatang. Cuman, fase dua ini hanya tinggal pasang saja. Investasinya sekitar 5 juta dolar Amerika,” ujar Eddy di Cibitung, Bekasi.

Selain itu, kata dia, pabrik di Cibitung ini juga berfungsi sebagai pusat distribusi, dimana distribusi produk-produk Sika pada sektor retail modern dan tradisional.

“Sudah tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dan sudah masuk ke pasar online (e-commerce),” sebutnya.

Baca Juga: Atap Tenaga Surya Lebih Hemat 30 Persen

Sika lndonesia beroperasi di delapan target market yaitu beton (concrete), perbaikan (refurbishment), lantai (flooring), kedap air (waterproofing), atap (roofing), penutup & perekat (sealing & bonding), industri, dan building finishing.



Sika turut berperan dan dipercaya dalam pembangunan berbagai proyek-proyek besar di Indonesia seperti Jembatan Suramadu, Jembatan Barelang, Bandara Internasional Soekarno Hatta, dan sebagainya.

Potensi Mortar Sangat Besar

sika indonesia
Mortar yang diproduksi oleh Sika Indonesia di pabrik baru, Cibitung, Bekasi./ Foto: Pio – PropertiTerkini.com

Sika merupakan perusahaan asal Swiss yang telah berusia 109 tahun. Sika punya komitmen jangka panjang dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Gaby El Chaar menambahkan, Sika telah memiliki 300 pabrik yang tersebar di 101 negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga: 6 Bahan Bangunan Inovatif untuk Masa Depan

“Kehadiran pabrik Sika di Bekasi merupakan wujud komitmen Sika untuk investasi berkelanjutan dan terus memberikan produk dan solusi terbaik untuk mendukung pembangunan dan kemajuan ekonomi di Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, menurut Gaby, hal ini juga sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan visi Sika yaitu building trust, menjadi perusahaan kimia konstruksi terkemuka.

Sika hadir di Indonesia sejak tahun 1960-an. Pabrik pertama dibangun pada tahun 1988 di Cileungsi, Bogor. Pabrik pertama ini lebih memproduksi cairan penguat beton, untuk semen, terowongan, dan lainnya.

Kemudian pabrik kedua dibuka tahun 2013 di Gresik, Jawa Timur. Pabrik ini lebih memproduksi mortar juga untuk retail.

Baca Juga: Buka Pabrik Mortar Utama Keempat, Saint Gobain: 98 Persen Bahan Lokal

“Kalau pabrik ketiga di Bekasi ini memang khusus buat mortar. Karena memang secara sistem pabriknya juga berbeda. Di sini lebih ke arah full automatic speed, makanya kita bisa naikkan kapasitas hingga tiga kali lipat,” terang Eddy lebih lanjut.

Eddy melihat, potensi pasar mortar ke depan masih sangat besar, meski beberapa tahun belakangan ini kurang agresif seiring melambatnya sektor properti. Saat ini pasar terbesar masih di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) yang mencapai 50 persen.

“Setahun ini memang agak flat. Tetapi secara potensi ke depan, masih sangat besar. Ini baru 20 persen dari total potensi yang ada,” ungkapnya.

Baca Juga: ThruCrete, Beton Berpori yang Mudah Resapkan Air ke Dalam Tanah

Mortar adalah salah satu produk utama Sika Indonesia. Kontribusinya telah mencapai 20 persen dari total pendapatan Sika. Adanya pabrik baru tentu diharapkan akan lebih meningkatkan pendapatan tersebut.

2 COMMENTS

Komentar