Thursday, March 4, 2021

Pasar Properti Sekunder Turun Lebih dari 50 Persen

Secara umum pada kuartal pertama sebenarnya terlihat adanya pertumbuhan. Namun sejak Maret dan April penurunannya semakin tajam. Meski demikian, di beberapa kantor broker justru tumbuh.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Bisnis properti sangat terpukul semenjak pandemi Corona merebak di Indonesia. Broker properti melaporkan adanya penurunan penjualan, baik pasar properti sekunder maupun pasar primer. Padahal, sejak Januari hingga Februari terlihat adanya peningkatan penjualan properti

Lukas Bong, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (DPP AREBI) mengatakan, jika dilihat secara umum pada kuartal pertama 2020 sebenarnya pasar properti Indonesia masih memerlihatkan kondisi yang cukup bagus.

Baca Juga: Begini Cara Broker Jual Properti di Tengah Wabah Corona

Kata dia, pergerakan properti sudah mulai membaik dengan indikator suku bunga bank stabil, daya beli masyarakat meningkat dan IHSG membaik karena faktor politik dan ekonomi secara makro sangat menunjang.

“Bahkan di beberapa tempat ada kenaikan penjualan sekitar 10% hingga 20%,” ujar Lukas ketika dihubungi.

Namun, jika dirincikan, pada Maret sendiri sudah mengalami penurunan penjualan, sejak pemerintah mengumumkan adanya Covid-19 di Indonesia. Padahal, di kantor-kantor broker properti sudah menunjukkan adanya peningkatan sejak Januari hingga Februari.

Baca Juga: Summarecon Bekasi Tetap Laris Meski Pandemi Corona

“Khususnya pada bulan April sejak adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penurunan mulai lebih terasa karena customer juga stay at home,” ungkap Lukas.

Bahkan, menurut Lukas, penjualan pasar properti sekunder turun sekitar 40 – 50 persen di beberapa tempat. Bahkan ada yang lebih dari itu.

“Tapi ada sebagian kantor yang lain, justru tumbuh lumayan karena mereka memiliki data base yang masih bisa diolah di bulan sebelumnya dan terjadi transaksi pada bulan ini,” sebut Lukas.

Lebih lanjut Lukas bilang, untuk menghadapi situasi saat ini, maka kantor-kantor broker properti harus bisa merubah cara bertransaksi hingga strategi untuk lebih menggunakan media digital.

Baca Juga: Launching Online Sukses, Citra Maja Raya Raup Rp130 Miliar

“Saat ini, kuncinya adalah bagaimana kantor broker properti dapat menghemat pengeluaran jika pandemi ini berlangsung cukup lama dan bagaimana kantor broker bisa memanfaatkan teknologi untuk tetap bertahan dalam kondisi ini. Selain itu juga jangan lupa untuk stay safe dan stay update,” terangnya.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU