Potensi Menjanjikan, Mughnii Land Segera Garap Villa di Malang

9
Potensi Menjanjikan, Mughnii Land Segera Garap Villa di Malang
Karangploso Townhouse Malang./ Foto: Padre

Konsep villa dengan private pool yang sudah terlebih dahulu diluncurkan melalui proyek 555 Islands di Pantai Beraban, Tabanan, Bali juga akan dikembangkan di Karangploso Townhouse.

Potensi wisata di Malang Raya, Jawa Timur, yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu terus meningkat. Bahkan untuk Kota Batu saja sepanjang 2017 lalu tercatat meningkat hingga 4,7 juta orang, melampaui target 4,3 juta orang.

Baca Juga:

Imbas dari tinggihnya minat wisata ini juga berdampak pada sektor properti, bahkan hingga ke Kecamatan Karangploso di Kabupaten Malang. Sebagaimana diketahui, Karangploso yang berada di utara Kabupaten Malang merupakan segitigas emas (triangle) Malang Raya. Wilayah dengan luas 58,47 km2 yang berada di poros utama penghubung antara Surabaya dan Batu ini bahkan diarahkan menjadi kawasan pertumbuhan cepat.

Mughnii Land (PT Mahakarya Evelyn-Almeera Mughnii Development) salah satu pengembang properti di Karangploso juga merasakan dampak langsung cepatnya perkembangan kawasan ini. Melalui proyeknya Karangploso Townhouse, pengembang bersiap menggeser haluan bisnisnya dari rumah sederhana.

Advertisement

Selain dari segi infrastruktur, wilayah dengan kontur perbukitan kian strategis dikembangkan sebagai rumah pristirahatan yang paling nyaman. Alam Karangploso yang masih sejuk dengan sajian view ke Kota Malang dan sekitarnya kian menyempurnakan istirahat para penghuninya.

Karangploso Townhouse seluas 12 hektar, sejatinya adalah kawasan rumah sederhana yang bakal dilengkapi dengan fasilitas kelas internasional. Namun permintaan pasar yang cukup tinggi, termasuk rumah peristirahatan, pengembang pun berencana beralih konsep ke produk villa.

“Konsumen cukup antusias dengan rencana pembangunan villa ini. Sehingga untuk rumah sederhana kami batasi dulu,” ujar Djoko Purwoko, Owner Mughnii Land, kepada Propertiterkini.com di Malang, belum lama ini.

Hingga saat ini Mughnii Land telah memasarkan hingga lebih dari dua klaster rumah sederhana sebanyak 241 unit. Perumahan tersebut rencananya mulai dibangun pada tahun ini di area seluas 3 hektar.



“Rumah sederhana sebanyak 255 unit tetap akan kami bangun terlebih dahulu mulai tahun ini,” kata Djoko.

Karangploso Townhouse mulai dipasarkan pada tahun lalu dengan harga perdana saat itu mulai Rp141 juta. Seiring meningkatkan pembelian, harga pun direvisi menjadi Rp172 juta dan terkini sebesar Rp185 juta per unit. Dua tipe rumah dipasarkan, yakni 30/60 dan tipe 36/72 yang saat ini tersisa hanya beberapa unit.

“Selain dari Malang Raya, banyak pembeli kami dari Gersik, Lamongan, Surabaya, Mojokerto. Jadi cukup banyak orang luar,” jelas Djoko.

Potensi Menjanjikan, Mughnii Land Segera Garap Villa di Malang

Propertiterkini.com yang melakukan kunjungan ke lokasi Karangploso Townhouse, beberapa waktu lalu, turut menyaksikan langsung beberapa spot terbaik dengan pandangan langsung ke Kota Malang. Alam yang juga masih sejuk sangat menunjang kenyamanan menikmati istirahat sembari rekreasi dari sini.

“Dari segi investasi, daerah ini tentunya akan terus naik dengan potensi yang lebih besar, karena di sana juga lahannya masih lebih terjangkau,” ungkap Suwoko, Wakil Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Komisariat Malang.

Adapun lahan mentah di kawasan ini masih dijual dengan kisaran Rp500 ribu per meter persegi.

Djoko yakin, konsep baru yang segera diluncurkan, yakni villa dengan private pool antusias disambut konsumen, terutama para investor.

“Jadi nantinya konsep private pool proyek kami 555 Islands yang di Bali akan kami bawa ke Karangploso Townhouse ini,” tambah Djoko.

“Villa akan segera kami pasarkan juga, sementara ini masih dipersiapkan. Kami ciptakan dan hidupkan terlebih dahulu kawasan baru genjot ke villa,” lanjut Djoko.

9 COMMENTS

  1. UPDATE: Korban Karang Ploso Townhouse Mengadakan Gathering di Giant Maspion Square Surabaya
    Pada hari Minggu 16 Desember 2018, beberapa korban Karang Ploso Townhouse mengadakan gathering di Giant Maspion Square Surabaya. Tujuan gathering ini adalah untuk menentukan strategi langkah selanjutnya demi menuntut pengembalian uang mereka ke Developernya Mughnii Land.

    Sebelumnya beberapa korban telah mengajukan komplain ke kantornya Mughnii Land terkait belum dikembalikannya uang mereka, namun tetap tidak ada respon.

    Untuk itu korban ini mempertimbangkan beberapa langkah yang akan ditempuh, termasuk mengadukan ke kesatuan dimana Djoko Purwoko berdinas, ataupun mengajukan gugatan hukum pidana, perdata maupun TPPU kepada Mughnii Land ini. Sumber: https://mughniiland-developer-bermasalah.blogspot.com/2018/12/update-korban-karang-ploso-townhouse.html

Komentar