Proyek Crown Group Ancol Terinspirasi dari Kepulauan Wayag di Papua

1
proyek crown group ancol
Proyek mixed-use Crown Group di Ancol dikembangkan di lahan seluas 4,7 hektar yang direncanakan sebanyak 8 menara./ Foto: theurbandeveloper.com

Berkolaborasi dengan PT Pembangunan Jaya Ancol, proyek Crown Group Ancol ini akan dibangun di atas lahan seluas 4,7 hektar. Proyek dengan tingkat persiapan terumit merangkum 8 menara.

PropertiTerkini.comKepulauan Wayag adalah ikon dari keindahan destinasi wisata mendunia, Raja Ampat di Papua. Lantaran keindahannya itu, menginspirasi Crown Group -pengembang hunian swasta terbesar di Sydney, Australia – untuk mewujudkannya melalui salah satu proyek terbarunya di Indonesia.

Baca Juga: 4 Proyek Baru Crown Group Dibangun di Luar Sydney, Berikut Daftarnya

Melalui keterangan terbarunya, Crown Group tengah mempersiapkan proyek mixed-use di Ancol, Jakarta yang dirancang oleh arsitek dunia Koichi Takada.

Proyek hunian vertikal tersebut bakal menjadi ikonik yang menggabungkan konsep beach house, hunian vertikal, hotel bintang lima serta pusat kuliner.

Proyek Crown Group Ancol ini akan menjadi satu-satunya proyek hunian di Jakarta yang memiliki akses langsung ke pantai dan Laut Jawa. Bahkan juga akan dirancang sebuah dermaga yang bukan hanya mampu mengakomodir kapal-kapal pesiar untuk bersandar, namun juga difungsikan sebagai fasilitas publik. Dari sini, keindahan matahari terbenam di utara Jakarta dapat dinikmati.

Proyek kolaborasi antara Crown Group dengan PT Pembangunan Jaya Ancol ini akan dibangun di atas lahan seluas 4,7 hektar dengan konsep Luxury Water Front Living. Hunian vertikal ini merupakan perwujudan dari kawasan waterfront Sydney yang terkenal di dunia, seperti darling harbour dan circular quay dalam pembangunan hunian vertikal mixed-use dengan konsep Water Front pertama di Jakarta.

Baca Juga: Lagi, Crown Group Pecahkan Rekor Griya Tawang Termahal

Presiden IDN-Global (2017-2019), Mark Gerald Eman, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan salah satu bukti nyata dari fungsi utama Diaspora, yaitu Connecting The Dots.

“Sinergi yang terjadi antara Crown Group dengan PT Pembangunan Jaya Ancol merupakan sebuah sinergi strategis dalam membantu pengembangan Kota Jakarta ke depannya,” kata Mark.

“Dimana para diaspora Indonesia di luar negeri akhirnya ‘pulang kampung’ untuk membangun kota dan negara yang kita cintai bersama ini,” lanjut Mark.

Proyek Crown Group Ancol merupakan proyek hunian vertikal pertama yang akan dibangun oleh Crown Group di luar Australia.

Baca Juga: Wika Realty Akan Bangun Proyek Mixed Use di Bandara Soetta

CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan bahwa proyek tersebut merupakan salah satu proyek hunian dengan tingkat persiapan terumit yang pernah dihadapi selama sejarah berdirinya Crown Group.

“Sebuah konsep hunian modern yang akan terdiri dari 8 menara dimana salah satu menara tersebut akan menjadi rumah bagi hotel bintang lima dan berdiri tepat di bibir pantai Ancol. Bahkan desain awalnya saja sudah menyiratkan bahwa ini merupakan hunian vertikal kelas dunia,” ungkap Sunito.

Proyek Ancol, lanjut Iwan, akan menyerap hingga 5.000 pekerja dalam kurun waktu 8 tahun. Proyek ini merupakan bagian dari proyek strategis global, dimana Crown Group akan membangun 4 proyek hunian baru di 3 negara berbeda.

Baca Juga: Kapan Saat Tepat Beli Properti? Ini Jawaban Iwan Sunito yang Bikin Kamu Nyesal

“Khusus di Indonesia, proyek di kawasan Ancol ini hanya satu dari beberapa proyek hunian yang akan kami kerjakan dalam beberapa tahun kedepan,” sebut Sunito.

Crown Group, kata dia, juga sedang menyiapkan proyek lain di atas tanah seluas 12 hektar yang nantinya akan mampu mengakomodir sekitar 6.000 unit apartemen.

Secara konsep, menurut Sunito, proyek ini akan berbeda dengan proyek hunian vertikal di Ancol karena akan lebih mengusung konsep yang lebih kompak dengan fleksibilitas yang tinggi.

Baca Juga: Opus Park, Apartemen Ikonik yang Segera Sold Out

“Dan proyek ini diproyeksikan bagi para first home buyers dan kalangan profesional muda yang baru saja membina keluarga,” tutup Iwan Sunito.

Advertisement

1 COMMENT

Komentar