Rusunawa Pasar Rumput Akan Diresmikan Presiden

1
Rusunawa Pasar Rumput
Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Pasar Rumput terdiri atas 3 tower setinggi 25 lantai yang merangkum 1.984 unit hunian dan 1.314 kios./ Foto: Kementerian PUPR

Pembangunan Rusunawa Pasar Rumput segera rampung dan direncanakan akan diresmikan oleh Presiden pada Agustus mendatang. Pada tahun ini, pemerintah akan membangun sebanyak 137 tower atau 6.873 unit.

PropertiTerkini.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan terus meningkatkan ketersediaan hunian layak khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satunya adalah merampungkan pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Pasar Rumput di Jakarta Selatan.

Baca Juga: Pemerintah Bebaskan PPN Rumah MBR, Berikut Ketentuannya

Rumah susun yang dibangun ini merupakan rusun tingkat tinggi dengan 25 lantai sebanyak tiga tower. Rusunawa Pasar Rumput yang berlokasi tidak jauh dari Terminal Manggarai merupakan bagian dari Program Satu Juta Rumah untuk MBR di Kawasan Ibukota.
Dengan demikian, MBR di Provinsi DKI Jakarta yang benar-benar membutuhkan hunian yang layak dapat menempati hunian vertikal tersebut.

Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan pemerintah melalui Kementerian PUPR menyelesaikan pembangunan bangunan inti dan fasilitas pendukung seperti kios untuk para pedagang Pasar Rumput.

“Saat ini, tengah dilakukan proses finishing bangunan seperti penataan di bagian halaman sehingga ke depan rusunawa tersebut tampak lebih asri dan nyaman untuk ditempati,” katanya seperti dikutip dari berita resmi laman Kementerian PUPR.

Baca Juga: Pemerintah Harus Lebih Fokus ke Perumahan Rakyat

Khalawi menyatakan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menertibkan tempat penampungan sementara yang digunakan para pedagang di Pasar Rumput. Rencananya lokasi tersebut akan dijadikan halaman dan penataan landscape dari rusunawa yang sudah selesai dibangun.

“Progres pembangunannya sudah mencapai 98,8 persen. Tinggal sedikit lagi selesai dan hal itu adalah penataan taman di bagian halaman depan Rusunawa,” tegas Khalawi saat melakukan kunjungan lapangan ke Rusunawa Pasar Rumput di Jakarta, Selasa (2/7/2019) lalu.

Ditambahkan Khalawi, bangunan Rusunawa Pasar Rumput tersebut sudah siap untuk diresmikan. Rencananya peresmian akan dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia pada Agustus 2019 mendatang. Setelah pembangunan Rusunawa selesai dan diresmikan, selanjutnya akan diserahterimakan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk dikelola lebih lanjut.

Baca Juga: Resmikan Rusun Mahasiswa, Jokowi: Tahun Ini Bangun 300 Tower Lagi

“Kami tengah melakukan koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan PD Pasar Jaya agar bangunan ini bisa segera diresmikan oleh Presiden. Dengan demikian, para pedagang bisa segera menempati hunian vertikal tersebut dan bisa berdagang di kios yang telah kami sediakan,” harapnya.

Rusunawa Pasar Rumput dibangun Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Rumah Susun Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR sejak tahun 2016 lalu. Rusunawa ini memiliki jumlah hunian sebanyak 1.984 unit dan 1.314 kios.

Rusunawa Pasar Rumput
Rusunawa Pasar Rumput./ Foto: Kementerian PUPR

Perencana pembangunan Rusunawa Pasar Rumput dikerjakan oleh PT Adhikakarsa Pratama dengan kontraktor pelaksana adalah PT Waskita Karya dan konsultan PT Ciria Jasa Cipta Mandiri. Nilai kontrak pembangunan proyek rusun ini adalah Rp961,367 miliar.

Baca Juga: MRT Jakarta Bangun TOD di Lahan Perumda Pasar Jaya

Pembangunan hunian vertikal tersebut memiliki konsep mixed use dimana di bagian bawah akan digunakan sebagai tempat berdagang dan dibagian atas akan digunakan sebagai tempat hunian masyarakat beserta prasarana pendidikan untuk anak-anak.

137 Tower Rusun

Hunian layak bagi MBR, termasuk model vertikal, memang menjadi salah satu program prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui Program Sejuta Rumah. Pada tahun 2015–2018, pemerintah telah membangun sebanyak 728 tower rusun dengan total 44.893 unit.

Untuk tahun 2019 ditargetkan pembangunan sejumlah 137 tower atau 6.873 unit. Dengan demikian, total rumah susun yang terbangun pada tahun 2015-2019 menjadi sebanyak 865 tower atau 51.766 unit.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan rusun diperuntukkan untuk MBR, mahasiswa, pelajar, santri, dan pekerja, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN), dan TNI/Polri. Hal ini merupakan bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah dalam penyediaan rumah layak huni bagi MBR.

Baca Juga: Harga Rumah Subsidi Naik, Berikut Daftarnya

“Tinggal di rusun akan mengubah cara hidup kita. Harus banyak empati agar tinggal di rusun juga nyaman,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Advertisement

1 COMMENT

Komentar