Sunday, April 11, 2021
Pasang Iklan disini ....

Serius Garap Pasar Notebook, Ini Langkah Strategis Sharp Indonesia

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pangsa pasar notebook yang besar di Indonesia kian meyakinkan produsen elektronik sebesar PT Sharp Electronics Indonesia untuk serius menggarapnya.

Ardy, Head of Marketing AUVI Product Strategy Division Sharp Indonesia mengatakan, data penjualan notebook di Indonesia mencapai sekitar 120.000 unit per bulannya dengan nilai sebesar Rp600 miliar.

Baca Juga: Sharp Rilis Notebook “Serba Bisa”, Dynabook Satellite Pro C40-H

“Sebanyak 80% masih didominasi oleh produk di bawah Rp7 juta dan 20% lainnya untuk kategori produk di atas Rp7 juta,” ujar Ardy kepada media, akhir pekan lalu.

Untuk diketahui, pada akhir Juni 2020 lalu, Sharp Corp secara resmi mengakuisisi 100% Dynabook Inc selaku anak usaha Toshiba yang fokus pada produk notebook dan juga laptop.

Di bawah merek Sharp, Dynabook semakin agresif memasuki pasar yang kian berkembang di masa pandemi ini, khususnya di pasar notebook Indonesia.

Sharp Indonesia sendiri mulai meluncurkan dan memasarkan lini produk pertamanya pada 17 Agustus 2020 lalu, melalui produk Satellite tipe L-40 G.

Kemudian di Februari 2021, Sharp Indonesia kembali mengeluarkan Dynabook Satellite tipe C-40 guna memberikan pilihan produk bagi konsumen, baik dari segi fitur maupun harga.

Baca Juga: Speaker Active Terbaru yang Compact dan Serba Digital

Beberapa varian produk notebook Sharp tersebut dihadirkan dengan variasi harga mulai dari Rp8 juta hingga Rp16 juta, dengan sasaran pasar utama pada kalangan kelas menengah dan premium.

“Tetapi ke depannya, kami juga sudah mempersiapkan produk notebook dengan harga di bawah Rp7 juta. Langkah ini kamu lakukan guna memperluas pangsa pasar kami di Indonesia,” sambung Ardy.

Menyasar generasi muda dan juga pelajar, Dynabook akan mengembangkan penjualan melalui kanal online maupun offline store.

Selain itu, Sharp juga berencana memperluas pangsa pasar melalui toko-toko elektronik rekanan di pusat-pusat perbelanjaan elektronik.

Melihat jajaran produk notebook di Indonesia, menurut Ardy, Dynabook memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing melalui keunggulan-keunggulan produknya.

Baca Juga: Signify Rilis Produk Philips UV-C Baru untuk Desinfeksi Benda Sehari-hari

“Saat ini Dynabook merupakan satu-satunya merek notebook Jepang yang ada di Indonesia. Hal ini tentu menjadi pembeda yang dapat meningkatkan value dari Dynabook, ditunjang dengan kualitas dan durabilitas khas Jepang tentu akan menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam memilih sebuah produk notebook dan laptop,” terang Ardy.

Memasuki kuartal kedua 2021, Sharp Indonesia semakin optimis akan mampu mencatat angka penjualan yang lebih baik dari kuartal sebelumnya.

“Dengan dimulainya vaksin Covid-19 memberikan rasa aman dan kepercayaan masyarakat Indonesia untuk kembali membelanjakan uang mereka untuk membeli barang-barang sekunder seperti produk elektronik bahkan untuk pergi berlibur,” ungkap Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga: Hobi Ikan Hias Wajib Tahu Pelapis Anti Bocor Aquagard

Notebook dan smartphone merupakan dua kategori baru dalam lini produk Sharp. Bertambahnya dua kategori produk baru tersebut juga merupakan strategi Sharp Indonesia untuk meningkatkan dan memperluas pangsa pasarnya. Bahkan, notebook akan dijadikan sebagai salah satu produk backbone dimasa yang akan datang.

Andry melanjutkan, Sharp Indonesia akan berusaha untuk dapat menembus omzet penjualan sebesar Rp12 triliun per tahun. Untuk mencapai target tersebut, Sharp terus berusaha menggali potensi dengan meluncurkan kategori produk-produk baru yang sesuai dengan masa dan kebutuhan konsumen di Indonesia.

Baca Juga: Bendungan Way Sekampung Ditargetkan Impounding Juli 2021

“Di tahun 2021, salah satu produk yang akan kami tingkatkan performanya adalah produk notebook Dynabook. Ke depannya, kami akan menambah varian baru dan memperluas jaringan pendistribusian. Salah satunya Sharp Indonesia akan fokus untuk menaikan kontribusi penjualan melalui kanal B2B dari 5-6% menjadi 15-20%,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU