Tuesday, September 29, 2020

Subsidi Bunga Pemerintah Belum Mampu Dorong Properti

Stimulus yang diberikan pemerintah untuk sektor properti hanya berupa subsidi bunga selama 6 bulan. Ini artinya hanya berlaku bagi konsumen yang sedang cicil. Bagaimana dengan konsumen yang baru akan membeli properti?

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pemerintah telah memberikan relaksasi bunga bank bagi debitur, termasuk cicilan kredit kepemilikan rumah (KPR) untuk rumah tipe 21, 22 sampai dengan tipe 70. Subsidi bunga pemerintah tersebut diberikan untuk 6 bulan, sejak April hingga September 2020.

Marketing Director PT Ciputra Residence, Yance Onggo mengapresiasi kebijakan subsidi bunga pemerintah. Menurut dia, adanya kebijakan ini akan mendorong tumbuhnya sektor properti di Indonesia.

Baca Juga: Pandemi Covid-19: Nasabah KPR Juga Bisa ‘Puasa’ Cicilan 1 Tahun

“Kami mengapresiasi dan akan mengikuti insentif-insentif yang telah dan akan dilaksanakan oleh pemerintah,” ujar Yance beberapa waktu lalu.

Ciputra Residence baru saja meluncurkan dan memasarkan dua proyek hunian tapak secara online. Citra Maja Raya dijual mulai Rp183 – 400 jutaan. Sebanyak 75% konsumennya membeli melalui skema cicilan bank. Begitupun di proyek CitraGarden Puri yang dijual mulai Rp2,1 – Rp4 miliar. Sekitar 70% melalui KPR.

Berbeda dengan Yance, President and CEO Triniti Land, Ishak Chandra mengatakan, kebijakan yang ada saat ini belum berdampak besar terhadap properti. Perlu ada gebrakan yang lebih ekstrim setidaknya untuk 6-12 bulan ke depan.

“Subsidi KPR sebenarnya tidak terlalu besar efeknya untuk mendongkrak pasar karena pasar dari investor masih belum tentu bergerak dengan subsidi bunga saja. Sehingga perlu ada gebrakan yang lebih ekstrim buat 6-12 bulan ini seperti pembebasan PPN, BPHTB dan PPH,” ujar Ishak ketika dihubungi.

Baca Juga: Catat! Ini Stimulus Perumahan yang Digulirkan Mulai 1 April 2020

Menurut dia, merebaknya wabah Covid-19 telah berdampak besar terhadap sektor properti. Dimana penjualan turun sekitar 50% dari rata-rata dan collection juga melambat

Saat ini Triniti Land juga sedang mengembangkan dan memasarkan beberapa proyek high rise di beberapa lokasi. Cukup banyak konsumen proyek Triniti Land yang mengajukan pembiayaan melalui bank, yakni rata-rata sekitar 30%-40%. Namun ini juga didukung dengan adanya cicilan DP dari developer.

“Tapi sekarang banyak bank yang dalam situasi Covid-19 ini malah menghentikan atau mengurangi penyaluran KPA/KPR ke konsumen,” kata Ishak.

Untuk ini, dia berharap agar pemerintah melakukan gebrakan yang lebih berani, apalagi dalam situasi seperti saat ini.

“Kondisi sekarang sangat berat bagi konsumen dan juga developer properti. Pembebasan sementara PPN, BPHTB dan PPH mungkin bisa membantu konsumen, baik end user maupun investor untuk membeli pada saat sekarang ini,” tegasnya.

Baca Juga: Asmat Amin: Katanya Urus Izin 20 Hari, Faktanya 200 Hari

Asmat Amin, Managing Director SPS Group & Arrayan Group juga berpendapat serupa. Kata dia, properti terutama di segmen middle up sudah tertekan sejak 3-4 tahun lalu. Sehingga yang bisa menggerakkan sektor properti saat ini adalah landed house. Itupun yang dengan harga rata-rata harga di bawah Rp1 miliar atau di bawah Rp800 juta.

Backlog Perumahan kita sangat besar 12 juta unit, dan kebutuhan rumahnya 800.000 setiap tahun maka. Saya rasa harusnya setelah Corona usai, properti bisa bangkit dan diharapkan menjadi penggerak ekonomi nasional, karena ada 170 industri turunan di bawah properti,” ujarnya.

Terkait subsidi bunga pemerintah untuk menstimulus penjualan properti di tengah pandemi, Asmat menilai, bantuan pemerintah tersebut tidak mampu mendorong properti yang saat ini sangat terpukul oleh Corona dan berbagai persoalan lainnya.

Baca Juga: Imbas Corona, Airy Rooms Berhenti Beroperasi

Stimulus yang diberikan hanya untuk end user sendiri. Artinya, yang direlaksasi hanya dari segi bunganya saja. Tapi saya melihatnya mungkin hanya membantu orang yang sudah membeli. Pertanyaannya, apakah ini juga berlaku untuk orang yang akan membeli,” tegasnya.

Menurut dia, yang dibutuhkan saat ini adalah kemudahan bagi konsumen yang akan membeli rumah. Karena ini akan juga membantu pengembang untuk bisa membangun rumah.

“Kalau begitu kan ekonominya bisa berputar. Jadi poinnya adalah masyarakat yang membutuhkan rumah bisa mendapatkan rumah walaupun dengan pendapatan terbatas. Developer pun bisa mendapatkan return-nya. Dan industri yang sebanyak 170 ini juga bisa bergerak,” terang Asmat.

Baca Juga: Penjualan Properti Menengah Bawah Turun Hingga 62,5%

SPS Group merupakan pengembang properti yang konsen membangun dan memasarkan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Proyek-proyeknya tersebar, terutama di wilayah Jawa Barat, seperti Bekasi, Karawang hingga Purwakarta.

Asmat pun mengakui terjadinya penurunan penjualan yang sangat signifikan. Bahkan, hingga kuartal dua 2020 ini, baru satu dari rencana tiga proyek yang akan digarap.

Sebelumnya, Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anto Prabowo mengatakan, besaran subsidi bunga pemerintah yang diberikan terbagi dalam dua kategori.

Pertama untuk nilai kredit di bawah Rp500 juta diberikan subsidi bunga sebesar 6 persen untuk tiga bulan pertama dan 3 persen untuk tiga bulan berikutnya. Kedua, suku bunga untuk nilai di atas Rp500 juta sampai dengan Rp10 miliar sebesar 3 persen untuk tiga bulan pertama dan 2 persen untuk 3 bulan berikutnya.

Baca Juga: Mulai Bulan Ini, BTN Salurkan Subsidi untuk 146.000 Unit Rumah

OJK akan terus memantau dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian global dan domestik serta mengantisipasi melalui berbagai kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan menjaga perekonomian nasional,” terang Anto Prabowo.

BERITA TERKAIT

Jangan Mau Diperdaya Oknum Kepailitan

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Maraknya kasus kepailitan yang menimpa sejumlah perusahaan pengembang properti nasional menambah persoalan baru di tengah masa pandemi Covid-19. Industri properti yang...

Anggaran Program Perumahan 2021, Rp8,093...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran program perumahan pada 2021 mendatang sebesar Rp8,093 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendorong pelaksanaan Program Sejuta...

Properti Adalah Industri Strategis, Pemerintah...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Properti adalah industri strategis yang juga menjadi penggerak pemulihan ekonomi Indonesia, termasuk pasca Covid-19. Namun, pemerintah seakan tutup mata dan kurang...

Semester I, Penyaluran Dana FLPP...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Penyaluran dana pembiayaan perumahan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) per 30 Juni 2020 tercatat telah mencapai sebesar Rp7,366 triliun untuk 72.760...

Benarkah, Wilayah Timur Jakarta Bangkit...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Benarkah wilayah timur Jakarta akan bangkit paling cepat pasca pandemi Covid-19 ini? Menjawab pertanyaan tersebut, tentu tidak lepas dari mengulas berbagai...

SiKasep, Selangkah Menuju Rumah Idaman

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Hari gini, siapa yang tidak punya smartphone. Hampir semua orang telah mengakses berbagai hal melalui ponsel pintarnya. Terutama berselancar di dunia...
Pasang Iklan disini ...

PROPERTI TV

00:01:40

Kemewahan Menanti di The Ritz-Carlton,...

PropertiTerkini.com, (BALI) – Tiada salahnya jika saat ini Anda mulai merencanakan liburan yang istimewa bersama keluarga, ketika sudah saatnya bepergian lagi. Salah satunya adalah...
00:02:02

Harapan Indah Residence: Strategis di...

PropertiTerkini.com, (LABUAN BAJO) – Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium tentu menyimpan potensi besar pada bisnis properti, terutama investasi. Ini pula mendasari CV Tanjung...
00:01:01

Meikarta Mulai Serah Terima Unit,...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pengembang Kota Meikarta di Cikarang, akhirnya memenuhi janjinya usai menyelesaikan pembangunan apartemen tepat waktu. Proyek ini pertama kali diluncurkan pada 2017...
00:01:03

Philips Smart Wi-Fi LED, Lampu...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Apakah Anda sudah melengkapi rumah Anda dengan produk-produk pintar? Kini saatnya tingkatkan kenyamanan dan kemudahan di rumah Anda dengan deretan produk-produk...
00:00:31

Lippo Karawaci Tutup Atap Holland...

Holland Village Jakarta merupakan menara perkantoran 34 lantai yang dibangun terintegrasi dengan apartemen, pusat perbelanjaan dan rekreasi, rumah sakit, dan sekolah. Lokasi proyek berada...
00:04:41

Genap Berusia 10 Tahun, CentrePark...

Genap sudah CentrePark berusia 10 tahun pada 15 November lalu. Perusahaan manajemen parkir nasional nomor 1 di Indonesia tersebut, kini telah mencapai lebih dari...

BERITA TERBARU

Ada Proyek Ditunda, Begini Strategi...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Performa kerja perusahaan properti mengalami tekanan besar akibat pandemi Covid-19 di tahun 2020 ini. Salah satunya adalah PT Metropolitan Land Tbk...

Kementerian PUPR Bedah Rumah MBR...

PropertiTerkini.com, (LANGSA) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Perumahan menyalurkan bantuan perumahan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau...

AKR Land Gandeng AREBI Jatim...

PropertiTerkini.com, (SURABAYA) — Meski pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia, termasuk di Jawa Timur, namun minat masyarakat memiliki hunian layak, masih sangat tinggi. Atas dasar...

Pendaftar SiKasep Terus Meningkat, Mayoritas...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pandemi Covid-19 nampaknya tidak begitu berpengaruh terhadap minat masyarakat yang hendak memiliki hunian layak bersubsidi pemerintah. Bahkan data pendaftar SiKasep alias...

Bedah Rumah di Sulteng, 18.661...

PropertiTerkini.com, (SULTENG) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah selama lima tahun melaksanakan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah...

Cluster Magenta Residence Tahap 1...

PropertiTerkini.com, (BEKASI) — Summarecon Bekasi resmi meluncurkan Cluster Magenta Residence, inovasi hunian sehat dengan desain kekinian. Luar bisanya, hanya dalam waktu 3 jam, launching...