Survei Properti Australia: Pasar Akan Kembali Kuat

0
survei properti Australia
Konsultan Properti Senior Crown Indonesia, Reiza Arief./ Foto: dok. Crown Group

Dari temuan hasil survei properti Australia menunjukan tanda-tanda positif bahwa pasar akan kembali kuat pada tahun 2020.

PropertiTerkini.comCrown Group, salah satu perusahaan pengembang hunian swasta terbesar di Sydney, Australia, memberikan informasi terkini perihal Pasar Properti Australia.

Baca Juga: Kapan Saat Tepat Beli Properti? Ini Jawaban Iwan Sunito yang Bikin Kamu Nyesal

Ada lonjakan kepercayaan dan aktivitas pembeli dalam 3 bulan terakhir, sebagai reaksi dari pemilu, menurut survei properti Australia terbaru dari ANZ/Dewan Properti Australia dan data harga hunian dari CoreLogic.

Hal ini semakin didorong oleh keputusan terkini dari Australian Prudential Regulation Authority (APRA) yang melonggarkan pembatasan pinjaman untuk pembeli rumah, dan yang terbaru adalah penurunan suku bunga.

Survei yang dilakukan oleh ANZ/Dewan Properti Australia untuk kuartal September 2019 menunjukkan bahwa kepercayaan industri meningkat sebesar 13 poin indeks, dan peningkatan ini terjadi di sebagian besar kawasan Australia.

Head of Australian Economics ANZ, David Plank, mengatakan telah muncul tanda-tanda stabilitas di pasar properti residensial selama tiga bulan terakhir.

Baca Juga: Akuisisi Properti di Melbourne, Next Story Group Dirikan LinQ Hotel Pertama

“Beberapa bulan terakhir terjadi penurunan suku bunga, usulan perubahan suku bunga dasar oleh pemerintah, dan dihapusnya ketidakpastian dari dampak kemungkinan perubahan kebijakan pajak telah mendorong sentimen positif terhadap industri hunian,” katanya.

Sementara itu, menurut data terbaru CoreLogic, nilai hunian di Kota Sydney dan Melbourne mencatat sedikit kenaikan masing-masing sebesar 0,1% dan 0,2% pada bulan Juni.

“Sepanjang tahun ini, kami telah melihat penurunan yang terjadi secara konsisten di Sydney dan Melbourne, namun sepertinya the worst is over,” ungkap kepala penelitian CoreLogic, Cameron Kusher.

“Sydney dan Melbourne tampaknya merespons dengan sangat baik hasil pemilu pada bulan Mei dan kebijakan penurunan suku bunga,” lanjutnya.

“Saya pikir hal ini dimungkinkan karena mereka masih memiliki tingkat pengangguran yang rendah, pertumbuhan pekerjaan yang baik, dan ekonomi yang kuat, adalah beberapa hal yang tidak dimiliki oleh kota lainnya,” kata Cameron.

Baca Juga: Crown Group Panen Kenaikan Penjualan Properti Australia

Menanggapi situasi dari hasil survei properti Australia tersebut, Konsultan Properti Senior Crown Indonesia, Reiza Arief, mengatakan bahwa ini adalah tanda-tanda positif yang menunjukkan pasar akan kembali kuat pada tahun 2020.

“Pasar properti Australia secara historis mengalami koreksi setiap 5 atau 6 tahun, namun dengan fundamental ekonomi yang kuat dan pertumbuhan populasi yang sehat, pasar terus melambung dan secara statistik meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.

“Kawasan pinggiran kota selalu diminati dan sewa selalu kuat,” tegas Reiza.

Sebagai contoh, dia melanjutkan, salah satu bangunan tempat tinggal paling ikonis di Sydney, Infinity by Crown Group, yang baru-baru ini telah selesai dibangun. Hanya membutuhkan waktu 6 minggu saja untuk menyewakan 60% dari total unit yang tersedia.

“Ini menunjukkan bahwa selalu ada permintaan untuk tempat tinggal yang indah dan nyaman di kawasan pinggiran kota, seperti yang ditawarkan selama ini oleh Crown Group,” ungkap Reiza.

Baca Juga: Hyde Residence Terinspirasi Dari Taman Kota Melbourne Australia

Crown Group saat ini memiliki proyek hunian vertikal di enam lokasi di kota Sydney, Brisbane dan Melbourne serta Amerika Serikat dan Indonesia. Empat proyek apartemen utama saat ini juga sedang dibangun di Sydney.

Advertisement

Komentar