Wednesday, September 30, 2020

Tol Suramadu Gratis, Itu Bukan Kebijakan Politis Jokowi, Paham!

Tak ada yang salah dengan keputusan Presiden Joko Widodo untuk membebaskan tarif jalan tol alias gratis Jembatan Surabaya-Madura ( Tol Suramadu). Tujuan pembebasan ini ialah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Surabaya dan Madura.

Baca Juga:

Jokowi membantah bahwa kebijakan itu bersifat politis dengan maksud untuk meraup suara warga Madura dalam Pilpres 2019 mendatang. Pembebasan tarif Jembatan Tol Suramadu merupakan keputusan final, atas banyaknya masukan dari sejumlah tokoh masyarakat, ulama, serta kiai Madura sejak tahun 2015 silam.

“Ini urusan ekonomi, investasi, kesejahteraan, dan keadilan. Jangan apa-apa dikaitkan dengan politik,” tegas Jokowi di Tol Suramadu, Jawa Timur, Sabtu (27/10/2018) lalu.

Menurut Jokowi, dengan gratisnya Jembatan Tol Suramadu, maka diharapkan akan bisa menggenjot investasi dan terbukanya lapangan kerja di Madura dan Surabaya.

Adapun Jembatan Tol Suramadu diresmikan pada bulan Juni tahun 2009 silam. Sejak pertama kali digunakan, tarif Jembatan Tol Suramadu sebesar Rp30.000. Pada tahun 2016, pemerintah memangkas tarif 50 persen, sehingga menjadi Rp15.000 untuk mobil. Sedangkan kendaraan roda dua atau sepeda motor tak dikenai ongkos masuk alias gratis melintasi jembatan tersebut.

Baca Juga:

Merespons kebijakan itu, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyebut kebijakan itu berarti mensubsidi para pemilik mobil. Kritik politisi PKS ini dia sampaikan melalui akun Twitter pribadinya. “Jembatan sepanjang itu dilalui oleh mobil…subsidi jatuh ke mobil…harap pastikan jatuh ke rakyat….,” tulisnya, Sabtu (27/10/2018).

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN, Dradjad Wibowo, menyampaikan komentarnya terhadap kebijakan itu, Minggu (28/10/2018). Dradjat, menyambut baik, tapi juga mempertanyakan kebijakan itu. Menurut Dradjat, keberadaan petahana memang selalu diuntungkan dengan membuat kebijakan populis atas beban APBN atau BUMN.

Fokus Ekonomi 

Kebijakan yang dilakukan Jokowi jelas tidak terkait dengan politik. Tentu saja sebelum melakukan pembebasan itu, Jokowi telah melakukan kajian mendalam terhadap sisi ekonomi yang terjadi pada masyarakat Surabaya dan Madura.

Kebijakan menggratiskan Tol Suramadu bukan kebijakan tiba-tiba yang kemudian langsung ditanggapi oleh sejumlah politisi terkait Pilpres 2019 mendatang. Kebijakan ini pasti sudah melalui uji akademis dan pertimbangan matang Jokowi dalam melihat sisi ekonomi di Surabaya dan Madura.

Berdasarkan kajian itulah, maka Jokowi berani mengambil keputusan untuk membebaskan tarif tol Suramadu. Cuma persoalannya, kebijakan itu diluncurkan saat tahun politik. Padahal, kebijakan itu tidak ada hubungannya dengan momentum Pilpres 2019 mendatang.

Seperti diketahui, pembangunan Jembatan Suramadu sepanjang 5,4 kilometer menghabiskan anggaran Rp4,5 triliun. Perinciannya, Rp3,5 triliun bersumber dari APBN untuk pembuatan jembatan bentang utara dan selatan.

Jembatan bentang tengah Suramadu menelan anggaran Rp1 triliun bersumber dari utang luar negeri. Hasil penarikan tarif Tol Suramadu rata-rata Rp209 miliar per tahun, dan sekarang memasuki tahun kesembilan.

Ditotal selama sembilan tahun, perolehan tarif tol Suramadu mencapai Rp1,88 triliun, maka sudah menjadi kebijakan yang tepat dan benar, bila saat ini, Suramadu digratiskan karena utang luar negeri sudah lunas. Sedangkan dana yang bersumber dari APBN memang sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk membangun infrastruktur.

Mengurangi Ketimpangan

Dengan digratiskannya Tol Suramadu, maka ketimpangan yang terjadi antara Madura dengan Surabaya akan semakin kecil. Contohnya ialah harga tanah di kawasan Kecamatan Labang, Bangkalan sekitar ratusan ribu per meter. Sedangkan harga tanah di kawasan Surabaya sudah mencapai jutaan rupiah per meter. Padahal jarak antara Madura dan Surabaya tidak begitu jauh.

Baca Juga:

Dengan adanya pembebasan ini, maka pertumbuhan pengembang properti atau real estate di Madura akan semakin maju dan meningkat. Penggratisan Tol Suramadu juga tentu akan memangkas biaya transportasi dari Surabaya ke Madura (begitu juga sebaliknya).

Hal ini akan mendorong harga barang di Surabaya dan Madura semakin stabil. Pada akhirnya, gairah perekonomian di Surabaya dan Madura akan semakin tinggi, sekaligus mengundang investor lokal maupun internasional untuk berinvestasi.

Jadi, dimana unsur politiknya?

 

Klik “Kolom” untuk opini dan pendapat kolumnis lainnya.

BERITA TERKAIT

Mudahnya Punya Rumah Sendiri di...

Pernahkah Anda membayangkan bakal punya rumah sendiri, bahkan di usia muda, di sebuah tempat ‘asing’ yang bahkan tak pernah Anda bayangkan sebelumnya? Mungkin bagi...

Strategi Pemasaran Properti ditengah Pandemi...

Oleh: WIDODO PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pada medio Desember 2019 di Wuhan, China digegerkan adanya wabah virus Corona atau Covid 19 adalah jenis penyakit flu yang...

Polemik Penerapan GPS/GNSS Untuk Pembayaran...

Oleh: Patrick Juang, Pemerhati Transportasi   Wacana Kementerian PUPR untuk menerapkan sistem pembayaran tol melalui Global Navigation Satellite System (GNSS)/teknologi sejenis Global Positioning System (GPS) menuai...

Mencari “Ideologi Perumahan RI” (Bagian...

Pada kolom sebelumnya, kita telah membahas beberapa hal perihal "ideologi perumahan RI". Antara lain, bahwa sekilas, ideologi tersebut bersifat dualistik, merupakan campuran antara mekanisme...

Terbitkan IMB Reklamasi Teluk Jakarta,...

Dalam menerbitkan IMB reklamasi Teluk Jakarta, Anies Baswedan memakai Pergub DKI Nomor 206 Tahun 2016 yang ditandatangani oleh Ahok. Gubernur DKI Jakarta Anies...

Jakarta Banjir, Warga Jangan Panik,...

Warga Jakarta jangan panik, bila Jakarta banjir lagi, baik karena volume hujan yang tinggi atau disebabkan oleh banjir bandang kiriman dari Kota...

PROPERTI TV

00:01:40

Kemewahan Menanti di The Ritz-Carlton,...

PropertiTerkini.com, (BALI) – Tiada salahnya jika saat ini Anda mulai merencanakan liburan yang istimewa bersama keluarga, ketika sudah saatnya bepergian lagi. Salah satunya adalah...
00:02:02

Harapan Indah Residence: Strategis di...

PropertiTerkini.com, (LABUAN BAJO) – Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium tentu menyimpan potensi besar pada bisnis properti, terutama investasi. Ini pula mendasari CV Tanjung...
00:01:01

Meikarta Mulai Serah Terima Unit,...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pengembang Kota Meikarta di Cikarang, akhirnya memenuhi janjinya usai menyelesaikan pembangunan apartemen tepat waktu. Proyek ini pertama kali diluncurkan pada 2017...
00:01:03

Philips Smart Wi-Fi LED, Lampu...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Apakah Anda sudah melengkapi rumah Anda dengan produk-produk pintar? Kini saatnya tingkatkan kenyamanan dan kemudahan di rumah Anda dengan deretan produk-produk...
00:00:31

Lippo Karawaci Tutup Atap Holland...

Holland Village Jakarta merupakan menara perkantoran 34 lantai yang dibangun terintegrasi dengan apartemen, pusat perbelanjaan dan rekreasi, rumah sakit, dan sekolah. Lokasi proyek berada...
00:04:41

Genap Berusia 10 Tahun, CentrePark...

Genap sudah CentrePark berusia 10 tahun pada 15 November lalu. Perusahaan manajemen parkir nasional nomor 1 di Indonesia tersebut, kini telah mencapai lebih dari...

BERITA TERBARU

10 Keunggulan Summarecon Bogor, Kota...

PropertiTerkini.com, (BOGOR) — PT Summarecon Agung Tbk resmi memperkenalkan proyek kota mandiri terbaru di selatan Jakarta, tepatnya berada di wilayah Bogor, yakni Summarecon Bogor....

Ada Proyek Ditunda, Begini Strategi...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Performa kerja perusahaan properti mengalami tekanan besar akibat pandemi Covid-19 di tahun 2020 ini. Salah satunya adalah PT Metropolitan Land Tbk...

Kementerian PUPR Bedah Rumah MBR...

PropertiTerkini.com, (LANGSA) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Perumahan menyalurkan bantuan perumahan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau...

AKR Land Gandeng AREBI Jatim...

PropertiTerkini.com, (SURABAYA) — Meski pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia, termasuk di Jawa Timur, namun minat masyarakat memiliki hunian layak, masih sangat tinggi. Atas dasar...

Pendaftar SiKasep Terus Meningkat, Mayoritas...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pandemi Covid-19 nampaknya tidak begitu berpengaruh terhadap minat masyarakat yang hendak memiliki hunian layak bersubsidi pemerintah. Bahkan data pendaftar SiKasep alias...

Bedah Rumah di Sulteng, 18.661...

PropertiTerkini.com, (SULTENG) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah selama lima tahun melaksanakan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah...