Home / Tips Properti / Agar Bisnis Kontrakan Laris Manis, Pelajari Tips Berikut Ini
Jual Properti
Ilustrasi - shutterstock

Agar Bisnis Kontrakan Laris Manis, Pelajari Tips Berikut Ini

Bisnis kontrakan kian menjamur dan menjadi ladang penghasilan menjanjikan. Sayangnya, banyak juga pengusaha kontrakan yang tak berjalan manis.

Propertiterkini.com – Terjun ke bisnis properti bukanlah perkara yang mudah. Ada banyak hal yang harus diperhatikan jika salah strategi bukannya mendapatkan keuntungan, bisa-bisa nanti Anda akan rugi. Apalagi modal untuk menjalankan bisnis ini bisa dibilang tidak sedikit.

Baca Juga: Melirik Palembang yang Menggoda dengan Bisnis Kos-Kosan

Salah satu jenis properti yang banyak dijadikan investasi properti adalah rumah. Biasanya banyak investor mengambil keuntungan dari investasi properti dengan cara menjual kembali atau menjadikan rumahnya sebagai kontrakan.

Khusus untuk mereka yang menjalankan bisnis kontrakan atau sewa rumah, ini adalah salah satu bentuk bisnis yang menjanjikan. Apalagi jika lokasi rumah yang disewakan tersebut strategis, dekat dengan area perkantoran atau pusat pendidikan.

Nah, bagi Anda yang ingin menjalankan bisnis sewa rumah atau kontrakan, berikut ini adalah tipsnya:

Menentukan Harga Sewa Rumah

Penentuan harga sewa rumah merupakan hal yang sangat penting. Jangan sampai Anda menentukan harga sewa terlalu mahal jika dibandingkan dengan harga pasaran kontrakan di sekitar. Oleh sebab itu penting sekali dilakukan sebelum memutuskan harga hunian Anda terlebih dahulu mensurvei harga sewa di sekitar.

Baca Juga: Sewa Rumah di Jakarta Meningkat, Peminat Beli Turun

Jika memang harga sewa disekitar Anda dinilai kurang pas, sebenarnya ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menentukan harga sewa. Anda bisa menggunakan rumus sewa rumah, yakni harga properti x capitalization rate (rata-rata capitalization rate rumah 3%-5% per tahun).

Contohnya jika Anda membeli hunian dengan harga Rp500 juta, maka rumus yang bisa digunakan adalah 5% dikalikan Rp500 juta maka hasilnya adalah Rp25 juta per tahun.

Perhatikan Kondisi Rumah

Kondisi hunian juga sangat penting untuk diperhatikan. Jangan sampai Anda menyewakan rumah dengan kondisi bangunan yang tidak terawat seperti genteng yang bocor, kamar mandi yang kotor atau lantai keramik yang pecah.

Fasilitas Internet

Internet saat ini sudah menjadi kebutuhan apalagi bagi mereka para profesional. Ketersediaan fasilitas internet bisa dijadikan pertimbangan yang menarik, apalagi jika kebetulan lokasi rumah kontrakan Anda berada dekat dengan perkantoran ataupun universitas. Keberadaan fasilitas ini tentunya dapat membantu mereka untuk mengerjakan tugas kantor ataupun kampus.

Baca Juga: Amethyst Kemayoran Dikelola OYO Hotels, Begini Harga Sewanya

Sediakan Fasilitas Primer

Selain internet, sebagai pertimbangan Anda juga bisa menambahkan beberapa fasilitas yang dapat membuat penyewa akan betah di dalam rumah. Contohnya seperti adanya AC ataupun TV kabel. Keberadaan fasilitas mewah ini nantinya akan membuat penghuni kontrakan merasa betah, serta bisa menjadi alasan bagi Anda untuk mematok tarif sewa kontrakan lebih mahal.

Buat Surat Perjanjian

Surat perjanjian kontrak terkadang banyak dilupakan oleh pemilik rumah kontrakan. Padahal surat perjanjian ini sangatlah penting untuk menjaga privasi antara pemilik dengan orang yang menyewa.

Baca Juga: Untungnya Investasi Properti di Cikarang

Isi dari surat perjanjian bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Umumnya, poin-poin kesepakatan yang ada di surat perjanjian tersebut berisi tentang kewajiban penyewa disiplin membayar sewa, kewajiban penyewa untuk menjaga kebersihan kontrakan, membayar listrik ataupun beberapa perabotan yang dipinjamkan oleh pemilik kontrakan.

Sumber: Lamudi

About Patrisia

"Aku seharusnya tinggal di rumah, tidur, atau memasak dan menyeduh teh kesukaanku. Namun apa yang aku lakukan hari ini, adalah keputusanku jauh sebelum suamiku ada dan memasuki kehidupanku"

Check Also

perempuan lebih pintar berinvestasi

Ternyata Perempuan Lebih Pintar Berinvestasi

Perempuan lebih pintar berinvestasi, karena seorang investor perempuan lebih mau untuk belajar dan meminta saran …

Leave a Reply

%d bloggers like this: