Greenhouse, Penyedia Coworking Space yang Tampil Beda

5
penyedia coworking space
Salah satu sudut desain ruang kerja dari Greenhouse./ greenhouse.id

Greenhouse tidak hanya bertindak sebagai penyedia coworking space yang aman dan nyaman. Lebih dari itu, ruang kerja didesain menjadi tempat yang ramah lingkungan dan tempat dimana pekerja dapat tetap fokus, namun, tetap merasa terhubung dengan satu sama lain.

Propertiterkini.com – Greenhouse, penyedia coworking space atau ruang kerja bersama percaya bahwa konektivitas dan kelestarian lingkungan harus sejalan. Tidak sekadar sebagai ruang kerja, hadirnya Greenhouse juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan, dimana Anda akan merasa terhubung langsung dengan alam dan orang lain.

Baca Juga: Trend Coworking Space yang Semakin Diminati

Demikian halnya pengembangan teknologi dan implementasi solusi lingkungan berkelanjutan yang harus terus digalakkan untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju, seperti di Eropa dan Amerika.

Itulah sebabnya, Greenhous juga telah berpartisipasi dalam menanam lebih dari 1.000 pohon di Indonesia. Hal ini juga sebagai bagian dari inisiatif CSR (Corporate Social Responsibility) sejak dibukanya pada Februari 2018.

Selain menanam pohon, penyedia coworking space ini juga menerapkan sistem operasional ruang kerja dengan konsep konektivitas dan kelestarian lingkungan melalui desain ruang kerja, metode daur ulang, pantry sehat, dan mendukung kampanye dari organisasi-organisasi lingkungan.

“Menciptakan keseimbangan dan lingkungan yang berkelanjutan adalah sesuatu yang sangat kami perhatikan dan kami pegang teguh. Dan ini menjadi DNA kami dalam menjalankan bisnis ini,” ujar Adam Haluska, Greenhouse Head of Marketing, baru-baru ini.

Berdasarkan pengalaman yang ada, lanjutnya, perusahaan di pasar atau negara yang bertumbuh cepat lebih memfokuskan diri pada pertumbuhan dan kurang pada aspek kelestarian lingkungan.



“Kesadaran ini menciptakan fondasi Greenhouse yang dimanifestasikan dalam ruang kerja dan aktivitas yang kami jalankan saat ini,” tambah Adam.

Baca Juga: Muasal Coworking Space dari Tahun ke Tahun

Beberapa contoh operasional Greenhouse, penyedia coworking space yang menerapkan sistem lingkungan berkelanjutan diimplementasikan melalui desain, metode daur ulang, pantry sehat, inisiatif penanaman pepohonan dan memberikan ruang acara gratis untuk organisasi lingkungan.

Memaksimalkan Cahaya

Greenhouse Coworking Space 2

Greenhouse mendesain ruang kerja mereka dengan memaksimalkan cahaya alami sebanyak mungkin untuk menghemat energi.

Menurut Clarissa Budiono, arsitek di balik Greenhouse dan Co-founder A01, ‘hutan beton’ seperti Jakarta, dimana hal-hal bergerak cepat dan ada banyak gangguan, maka Greenhouse didesain menjadi tempat yang ramah lingkungan dan tempat dimana pekerja dapat tetap fokus, namun, tetap merasa terhubung dengan satu sama lain.

“Untuk itu kami membangun semua ruang kerja pribadi yang ada di Greenhouse dengan dinding dan pintu kaca, untuk memastikan orang-orang dapat saling melihat dan membangun koneksi dengan cara yang lebih alami,” kata Clarissa.

Baca Juga: Lebih Terjangkau, Coworking Space Jadi Ruang Kerja Masa Kini

Selain desain hemat energi, penyedia coworking space, Greenhouse juga bekerja sama dengan Waste4Change untuk mendaur ulang limbah. Greenhouse juga tidak memperbolehkan adanya penggunaan kantong plastik. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah sampah berakhir di insinerator atau masuk ke laut.

5 COMMENTS

Komentar