Hunian TOD Semakin Diminati, Perumnas Kebut Mahata Margonda

7
Mahata Margonda depok
Mahata Margonda dikembangkan dengan konsep TOD yang terintegrasi dengan Stasiun Commuter Line Pondok Cina, Depok./ Foto: Edison S

Mahata Margonda juga menyediakan sekitar 30 persen unit untuk MBR yang dijual mulai Rp300 jutaan. Apartemen di Stasiun Pondok Cina ini juga dilengkapi skybridge ke Universitas Indonesia.

PropertiTerkini.com – Hunian yang terintegrasi transportasi massal kini menjadi incaran pembeli, baik end user maupun investor. Oleh karenanya, Perum Perumnas pun kebut proyek kolaborasi dengan PT KAI di simpul Stasiun Commuter Line Pondok Cina, Depok.

Baca Juga: Setelah TOD Metro DeBar, Trivo Group Garap TOD Baranangsiang

Proyek bernama Mahata Margonda ini juga berada persis di Jalan Margonda Raya, Depok yang pembangunan fisiknya sudah mencapai 30%. Hunian jangkung ini mulai dibangun pada awal Oktober 2018 lalu.

Mahata Margonda terdiri dari 2 tower dengan total sebanyak 898 unit apartemen. Apartemen tersebut diproyeksikan akan rampung pada semester I 2020.

“Tower 1 sebanyak 436 unit dan tower 2 sebanyak 462 unit apartemen,” ujar Anna Kunti, Direktur Pemasaran Perum Perumnas dalam keterangannya di Depok, Jawa Barat, Minggu (28/4/2019).

Advertisement

Apartemen Mahata tersedia dalam beberapa pilihan tipe, seperti Studio, 1 Bedroom, dan 2 Bedroom. Rencananya, serah terima unit kepada konsumen akan dilakukan pada 2021.

Baca Juga: Cari Rumah Kontrakan Murah? Ada di Sini!

Menurut Anna hadirnya hunian dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang relatif baru di Indonesia, akan mengubah gaya hidup masyarakat untuk semakin praktis. Mobilisasi masyarakat dalam beraktifitas juga semakin mudah. Terlebih dalam kawasan hunian ini juga akan dilengkapi dengan area retail dan fasilitas umum yang semuanya terintegrasi dalam satu kawasan.

“Lebih dari itu, biaya transportasi dan kemacetan perkotaan juga tentunya semakin berkurang, serta penataan ruang kota pun semakin efisien,” ungkap Anna.

Potensi Menjanjikan

Wujud tingginya permintaan hunian TOD di Stasiun Commuter Line Pondok Cina, Perumnas pun meluncurkan Tower Galioleo sebagai tower kedua di Mahata.

Baca Juga: Sakura Garden City, Dilengkapi Jembatan Penghubung ke Stasiun LRT Ciracas

“Antusias masyarakat yang cukup tinggi, memacu kami untuk meluncurkan tower kedua Mahata Margonda ini,” tegas Anna.

Proyek yang bersinergi dengan PT KAI ini tidak hanya menempel langsung dengan stasiun, tetapi juga akan terkoneksi langsung dengan Universitas Indonesia melalui skybridge.

“Kami juga tetap pada misi kami dalam penyediaan rumah terjangkau di setiap proyek kami. Termasuk proyek Mahata Margonda ini yang dislotkan sekitar 20 hingga 30 persen untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Harganya mulai Rp300 jutaan,” ujar Anna.

Baca Juga: Perbedaan TOD dan TAD: TOD Harus Penuhi 8 Prinsip

Sebagai gambaran, pada awal pemasaran tahun lalu, apartemen ini dijual mulai Rp220 jutaan. Saat ini berkisar di atas Rp400 juta hingga Rp900 jutaan.

Pasar profesional, kaum urban yang bekerja di Jakarta dan terutama bisnis sewa bagi mahasiswa tentunya menjadi bidikan utama pengembang.

Saat ini saja ada sekitar 175 ribu lebih mahasiswa yang ada di kawasan Depok yang tersebar di beberapa perguruan tinggi, seperti Universitas Gunadarma, UI, Universitas Pancasila, termasuk hingga IISIP dan beberapa lainnya.

Baca Juga: Untuk Mahasiswa, Louvin Apartment Hadirkan 15 Fasilitas Premium

Sementara sewa kos-kosan sudah berkisar antara Rp2,5-3 juta per bulan. Tinggal di apartemen yang lebih lengkap fasilitasnya tentu menjadi alasan utama migrasi dari kos ke apartemen.

7 COMMENTS

Komentar