Wednesday, March 3, 2021
Pasang Iklan disini ....

Jika Ekonomi Indonesia Tumbuh Hingga 5,8 Persen, Bagaimana Nasib Properti di 2021?

Berbagai penyesuaian sudah dilakukan sejak tahun lalu, sehingga tahun ini tidak begitu menyulitkan pengembang dalam memasarkan unitnya. Namun, meskipun properti kembali tumbuh di 2021, hanya saja belum bisa bangkit secara maksimal, artinya booming properti belum terjadi pada tahun ini.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Meskipun ekonomi Indonesia diperkirakan akan kembali tumbuh ke zona positif, namun properti di 2021 ini diprediksi masih belum kembali bangkit secara maksimal.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pada tahun ini, ekonomi Indonesia akan kembali tumbuh antara 4,8% hingga 5,8%.

Baca Juga: 2021 Properti Masih Berat, Butuh 2-3 Tahun Lagi

Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia mengatakan, jika perekonomian membaik, maka semua sektor termasuk properti di 2021 juga diperkirakan akan ikut membaik.

Namun, menurutnya, pertumbuhan ekonomi tersebut sebaiknya dibaca sebagai katalisator sektor properti karena dibutuhkan upaya yang luar biasa untuk mencapai pertumbuhan di atas 4,8% pada akhir tahun.

“Kebangkitan properti mungkin tidak akan langsung terjadi pada 2021, namun diharapkan tahun ini menjadi tahun persiapan bagi para pengembang, pelaku usaha dan investor untuk mulai mengakselerasi bisnis mereka,” kata Ferry.

Selain itu, kata dia, perkembangan vaksin juga memberikan sinyal yang positif bagi iklim investasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Sah! Berikut 30 Bank Penyalur KPR FLPP 2021

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyebutkan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipersiapkan agar pemulihan ekonomi bisa dipercepat. Salah satunya adalah dibukanya 15 sektor prioritas kedua, termasuk sektor real estat.

Hal ini, menurut Ferry menjadi langkah yang baik, karena sektor yang diprioritaskan untuk dibuka lebih awal adalah sektor yang sangat dekat dengan kebutuhan dasar masyarakat, seperti makanan dan minuman.

Kata dia, setelah sektor prioritas pertama mengalami perbaikan, maka sektor-sektor seperti real estat akan mengikuti, sehingga secara bertahap dapat meningkat, benar-benar bangkit dan berkembang.

Jika perekonomian Indonesia membaik yang diikuti dengan pemenuhan kebutuhan pokok, sektor lain juga akan ikut membaik, begitu juga dengan sektor properti.

Baca Juga: Waspada, Perkantoran di Jakarta dan Surabaya “Over Supply”

“Oleh karena itu, ketika sektor real estat mulai bergerak kembali meski cukup lambat, namun jika persiapan dimulai dari sekarang, target pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 perlahan akan pulih, dan sektor properti juga akan ikut pulih,” tegas Ferry.

Terkait pembatasan aktivitas masyarakat di Jawa-Bali yang, kata Ferry sepertinya tidak secara signifikan mempengaruhi prediksi mengenai pertumbuhan ekonomi karena pembatasan diberlakukan hanya selama dua minggu hingga 25 Januari 2021.

“Namun, dampaknya terhadap sektor properti akan terlihat signifikan pada hotel dan ritel. Hal ini dikarenakan regulasinya terkait langsung dengan sektor tersebut. Selama pembatasan tidak berkepanjangan, prediksi atas pertumbuhan ekonomi dan sektor properti masih terbuka,” ujarnya.

Baca Juga: Mitra Raya Group Akan Bangun Ikon Wisata Baru di Batam

Sementara terkait dengan iklim investasi yang sejalan dengan berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja, Ferry menilai bahwa untuk saat ini belum dapat disimpulkan bagaimana dan seperti apa tanda-tanda positif yang telah ditunjukkan secara signifikan terhadap kebangkitan sektor properti.

Omnibus Law, lanjutnya, harus diinterpretasikan dengan peraturan pelaksana (peraturan presiden dan / atau peraturan menteri) agar lebih pasti. Meski demikian, Omnibus diharapkan dapat membuka peluang yang lebih baik dan lebih besar sehingga investor asing tertarik untuk berinvestasi di Indonesia dan ini menjadi sinyal positif bagi sektor properti ke depan.

Perkembangan ekonomi dan properti perlu untuk terus dipantau. Tahun 2021, kata dia, mungkin tidak separah tahun lalu karena banyak yang telah beradaptasi dengan keadaan di tahun 2020, dan persiapan untuk tahun ini bisa menjadi lebih matang dan diperhitungkan.

Baca Juga: Sasar Milenial, Triniti Land Pasarkan The Scott dengan Konsep Convertible Residence

“Tahun 2021 mungkin bukan menjadi tahun dimana sektor properti akan bangkit secara maksimal, namun saat ini kita sedang menuju ke arah kebangkitan tersebut. Tahun ini adalah tahun yang tepat untuk membenahi segala persiapan dan memperbaharui strategi kita agar pasar properti dalam dua hingga tiga tahun ke depan menjadi lebih stabil dan menjanjikan,” katanya.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU