Kementerian PUPR Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur NTT

0
wamen wempi bicara soal pembangunan infrastruktur ntt
Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Nusa Cendana, Kupang, Jumat (22/11/2019)./ Foto: Kementerian PUPR

Anggaran pembangunan infrastruktur NTT pada tahun 2020 sebesar Rp979,3 miliar yang mencakup bidang Sumber Daya Air sebesar Rp67,7 miliar, jalan dan jembatan sebesar Rp418,7 miliar, permukiman Rp360,4 miliar serta perumahan sebesar Rp131,3 miliar.

PropertiTerkini.com (KUPANG) – Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo mengatakan, pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa adalah dalam rangka pemerataan dan mengejar pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan daya saing.

Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), Kementerian PUPR dalam periode 2015-2019 telah membangun sejumlah infrastruktur berskala besar seperti bendungan dan jalan. Termasuk juga infrastruktur kerakyatan yang langsung dirasakan manfaatnya, seperti jembatan gantung, penataan kawasan, dan bantuan perumahan.

Baca Juga: Begini Progres Pembangunan 5 Bendungan di NTT

“Pembangunan infrastruktur di Kawasan Timur Indonesia, termasuk di Provinsi NTT akan terus ditingkatkan, baik yang sudah dalam proses pengerjaan dan yang akan baru dibangun. Saya mengajak para pimpinan daerah yakni Gubernur, Walikota, dan Bupati untuk terus mendukung pembangunan khususnya dalam hal pembebasan lahan,” ujar Wamen Wempi di Kupang, Jumat (22/11/2019).

Wempi juga menyampaikan pencapaian besar pada periode lalu, khususnya pembangunan infrastruktur NTT. Mulai dari pembangunan tujuh bendungan, yakni Raknamo dan Rotiklot yang sudah rampung dan akan menyusul Napun Gete, Temef, Mbay, Manikin dan Welekis. Ketujuh bendungan itu diproyeksikan akan menampung 188 juta m3 volume air yang dapat dimanfaatkan untuk irigasi, sumber air baku, pembangkit listrik dan pariwisata.

Kemudian pembangunan embung di NTT. Dalam kurun waktu 2015-2018 telah dibangun embung di 288 lokasi dengan biaya Rp665,2 miliar. Hal ini merupakan kerja nyata untuk mewujudkan pembangunan dari pinggiran serta mendukung ketahanan air dan pangan.

“Permasalahan air memang menjadi perhatian di NTT, untuk itu saya sampaikan jika memang ada kebutuhan terkait pemenuhan air baku termasuk untuk lingkungan kampus, silahkan disampaikan jika membutuhkan dukungan Kementerian PUPR,” ujar Wamen Wempi.

Baca Juga: Anggaran FLPP Tahun 2020 Sebesar Rp11 Triliun

Pembangunan infrastruktur NTT, khususnya di kawasan perbatasan dikatakan Wamen Wempi juga menjadi prioritas Kementerian PUPR dalam 5 tahun terakhir. Pembangunan jalan perbatasan RI-Timor Leste di NTT sepanjang 176,2 km telah tersambung.




Di bidang konektivitas, Kementerian PUPR juga membangun dua jembatan gantung di NTT, yakni Jembatan Gantung Welamosa di Kabupaten Ende Timur (90 meter) dan Jembatan Gantung Kali Nyonya Kota Kupang (72 meter).

Selain konektivitas di perbatasan, Kementerian PUPR pada 2015-2019 juga telah menyelesaikan 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dimana 3 diantaranya berada di NTT yakni Wini, Motaain dan Motamasin. Untuk selanjutnya juga direncanakan akan dibangun beberapa PLBN di Provinsi NTT seperti Napan di Kabupaten Timur Tengah Utara.

Untuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, pada tahun 2019 Kementerian PUPR menganggarkan Rp77,2 miliar yang digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan sebesar Rp66,1 miliar, permukiman Rp9,3 miliar serta perumahan sebesar Rp1,75 miliar.

Baca Juga: Festival Danau Kelimutu Dorong Peningkatan Wisatawan

Kemudian pada tahun 2020 dianggarkan sebesar Rp979,3 miliar yang mencakup pembangunan bidang Sumber Daya Air sebesar Rp67,7 miliar, jalan dan jembatan sebesar Rp418,7 miliar, permukiman Rp360,4 miliar serta perumahan sebesar Rp131,3 miliar.

Bendungan Rotiklot di Belu ntt
Bendungan Rotiklot di Belu./ Foto: Kementerian PUPR

Kementerian PUPR juga membangun infrastruktur permukiman yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wee Dabbo Kabupaten Sumba Barat seluas 4.975 hektar pada tahun 2018 dengan anggaran Rp13,52 miliar.

Selain itu pada tahun 2017 telah dilakukan penataan kawasan kota hijau Desa Tulamame Kabupaten Belu dengan anggaran Rp4,41 miliar dan penataan kawasan pengembangan destinasi wisata kawasan Komodo Kabupaten Manggarai Barat dengan anggaran Rp1,71 miliar.

Di bidang perumahan, Kementerian PUPR telah membangun dua Rumah Susun (rusun) di Provinsi NTT yakni satu Rusun TNI di Kota Kupang dan Rusun Mahasiswa Universitas Tribuana Kalabahi Kabupaten Alor. Pada tahun 2016 juga telah dibangun Rumah Khusus (Rusus) Perbatasan di Kabupaten Belu sebanyak 135 unit dengan anggaran Rp47,1 miliar.

Baca Juga: Menjamah Eksotisme Pasir Putih Mingar

Untuk membantu peningkatan kualitas rumah masyarakat di NTT, Kementerian PUPR pada 2015-2018 telah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebesar Rp213,7 miliar untuk 14.415 unit rumah.

Komentar