Ketika Perkotaan Menerapkan Konsep Smart City dan Smart Mobility

0
konsep Smart mobility dan smart city
Ilustrasi - Smart mobility dan smart city./ Image: fiaregion1.com

Konsep smart city dan smart mobility dikatakan berhasil jika dapat mencapai beberapa indikator. Salah satunya adalah terciptanya mixed modal access atau masyarakat bisa menggunakan berbagai macam moda transportasi tanpa menggunakan kendaraan pribadi.

PropertiTerkini.com (Yogyakarta) – Pada tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan diprediksi akan menyentuh angka 70%. Terkait hal itu Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pesatnya pertumbuhan penduduk di perkotaan harus diikuti dengan perbaikan kota serta sistem transportasinya.

Baca Juga: Tiang Pintar BrightSites Bikin Kota Semakin Smart dan Cantik

“Sekarang yang terjadi adalah masyarakat di kawasan perkotaan cenderung lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibanding angkutan massal,” ujar Menhub saat memberikan kuliah umum orasi ilmiah tentang Smart City Smart Mobility di Universitas Asyiyah, Yogyakarta, Minggu (3/11/2019) lalu.

Akibatnya, lanjut Budi Karya, muncul beberapa permasalahan seperti kemacetan dan polusi udara. Untuk itu, perbaikan sistem transportasi perlu dilakukan untuk meningkatkan tingkat layak hidup masyarakat, perekonomian dan juga kualitas lingkungan di kawasan perkotaan.

“Hal itu bisa terwujud melalui konsep smart city dan smart mobility,” tegas Menhub.

Advertisement

Baca Juga: Gandeng Microsoft, Sinar Mas Land Pelopori Konsep Smart City

Seperti diberitakan pada laman resmi Kemenhub, pengembangan sistem transportasi sangat penting dilakukan untuk melayani konektivitas di kawasan perkotaan. Konsep smart city dan smart mobility menjadi salah satu konsep yang baik untuk diterapkan karena dapat mengefisienkan perjalanan masyarakat perkotaan dengan mengutamakan penggunaan angkutan massal yang pintar, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Sistem transportasi di kawasan perkotaan harus smart, integrated serta sustainable sehingga meminimalkan perjalanan masyarakat, serta membuat angkutan umum menjadi pilihan utama dalam bepergian dan mesti aksesibel untuk segala kelompok masyarakat,” terang Budi Karya.

Menurut dia, Kemenhub terus berupaya untuk mengintensifkan pengembangan angkutan massal di kawasan perkotaan seperti LRT, MRT, Kereta Komuter, dan BRT. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan presentase penggunaan moda angkutan massal menjadi 60 hingga 80 persen dari total seluruh penggunaan kendaraan untuk bertransportasi.



Baca Juga: Smart Governance, Jakarta Smart City Gandeng Nodeflux

“Seperti halnya di Singapura, Jepang dan kota-kota lainnya kota yang sudah lebih maju,” ungkapnya.

Indikator Sukses

Smart city merupakan kawasan perkotaan yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari. Tujuannya adalah mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Sedangkan smart mobility, sebuah sistem transportasi yang memungkinkan masyarakat untuk bergerak seminimal dan secepat mungkin dengan hambatan yang rendah untuk mencapai kebutuhannya.

“Konsep tersebut menggabungkan sistem transportasi yang smart, integrated, dan sustainable yang dapat membuat angkutan umum massal dan angkutan yang ramah lingkungan menjadi pilihan utama,” tandas Menhub.

Baca Juga: Smart City Solusi Laju Urbanisasi Kota

Lebih lanjut Menhub menjelaskan, konsep tersebut dikatakan berhasil jika dapat mencapai beberapa indikator. Antaralain, terciptanya mixed modal access atau masyarakat bisa menggunakan berbagai macam moda transportasi tanpa menggunakan kendaraan pribadi.

Selanjutnya, terciptanya masyarakat yang suka berjalan kaki, dan bersepeda dengan didukung infrastruktur yang memadai. Kemudian, terwujudnya pemanfaatan teknologi informasi secara terintegrasi untuk memudahkan masyarakat melakukan mobilitas.

Adapun konsep smart mobility terlihat dari tersedianya sejumlah fasilitas pendukung, misalnya terdapat sejumlah moda transportasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kemudian sistem pembayaran menggunakan satu kartu.

Selain itu, tersedianya smart parking untuk mengakomodir pengguna kendaraan pribadi dengan mengatur zona wilayah (semakin ke pusat kota, biaya parkir semakin mahal).

Baca Juga: Begini Konsep Terbaru CentrePark di Area Parkir

Kemudian tersedianya pilihan moda transportasi micro, seperti otoped, sepeda dan kendaraan kecil lainnya yang dapat memudahkan mobilitas, tersedia bike sharing, dan terdapat advance traffic management system, yaitu manajemen lalu lintas yang terintegrasi yang dapat memastikan kelancaran lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan.

Komentar