Saturday, November 28, 2020

Luar Biasa! Di Tengah Pandemi Bisa Closing Properti Puluhan Unit, Dapat Komisi Nyaris Rp400 Juta

Properti adalah salah satu kebutuhan primer. Masa krisis dan terjepit sekalipun properti tetap dicari. Lebih dari itu, properti adalah instrumen investasi jangka panjang yang paling menjanjikan.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Selalu ada jalan bagi marketing properti untuk bisa memasarkan produknya, meski di tengah krisis akibat pandemi Covid-19 ini. Luar biasanya, mereka bisa closing properti hingga puluhan unit, bahkan ada yang mendapat komisi nyaris Rp400 juta.

Dalam webinar yang digelar oleh DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jawa Barat dengan tema, “Closing di Masa Covid-19”, Jumat (8/5/2020), marketing dari beberapa broker properti memberikan kesaksian akan hal ini.

Baca Juga: Pasar Properti Sekunder Turun Lebih dari 50 Persen

Ike Moniaga, Ketua DPC AREBI Bandung Raya menuturkan, banyaknya waktu luang saat ini justru harus bisa dimanfaatkan oleh para marketing untuk menata dan mengelola kembali data klien yang dimiliki. “Sehingga setelah Covid-19 berlalu, kita bisa langsung lari,” ujar Ike.

Menurut dia, properti tetap menjadi kebutuhan utama sehingga pasar akan selalu ada. Namun, untuk transaksi jual beli hingga closing Akta Jual Beli (AJB) memang banyak yang pending. “Tetapi untuk PPJB dan lainnya kita masih bisa lakukan,” ungkapnya.

Salah satu fokus pasar yang tengah digarap adalah pasar sewa, baik untuk yang memperpanjang atau kebutuhan mendesak untuk sewa properti. Permintaannya lebih tinggi dan negosiasinya juga lebih cepat.

“Prosesnya lebih cepat dan lebih mudah hingga closing. Jadi kita fokus dulu di sewa,” kata Ike.

Baca Juga: Begini Cara Broker Jual Properti di Tengah Wabah Corona

Sementara Yohan Yan, Ketua DPC AREBI Bekasi mengatakan, saat ini para broker atau marketing harus bisa mencari ceruk pasar ‘baru’, terutama memperluas relasi dengan komunitas-komunitas dari perusahaan-perusahaan lain yang sementara tumbuh. Seperti sektor kesehatan, kimia, telekomunikasi dan lainnya.

“Saya percaya mereka lagi growth, mereka punya minat. Kita lihat beberapa bulan ini sudah mulai banyak listing yang lagi hot. Sehingga inilah saatnya bagi kita. Jadi selain kita tetap membangun relasi dengan klien kita. Tapi juga bisa masuk ke komunitas yang baru,” ujarnya.

Yohan meyakini, pasca pandemi nanti perilaku klien pasti akan berubah. Terutama terhadap kawasan pemukiman yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan penghuni.

Beberapa klien sudah mulai membuka area-area yang berbau klaster, karena mereka melihat bahwa klaster lebih nyaman, higienis dan lainnya.

Baca Juga: Kinerja BTN On Track di Tengah Pandemi Covid-19

“Sehingga para agen dan marketing harus bisa membaca situasi ini. Mungkin bisa ditambahkan di iklan atau brosur mereka mengenai produk mereka yang lebih sehat dan lainnya,” jelas Yohan yang juga dari Century 21 Metro Group.

Adapun Nany Budihardjo, Ketua DPC AREBI Bogor mengatakan, meskipun pandemi ini membatasi aktivitas, namun banyak hal positif bisa didapatkan. Selain komunikasi menjadi lebih intens, ternyata para marketing juga kini lebih memasarkan properti primer dibandingkan sekunder.

“Kalau sekunder banyak kendala di lapangan, sementara primer lebih mudah dan cepat prosesnya. Setidaknya ini bisa sebagai income sementara untuk menopang ekonomi,” ungkap Nany.

Dia mencontohkan di kawasan Cibubur yang telah terjadi transaksi properti primer. Termasuk juga di kawasan Depok dengan penjualan yang juga masih cukup bagus.

Berikan Empati

CEO IPW Advisory Group, Ali Tranghanda yang hadir sebagai narasumber utama memaparkan, penjualan properti pada saat ini merosot di semua segmen. Namun demikian, tetap ada peluang dan daya beli konsumen, baik oleh end user maupun investor.

Kuncinya, sebut Ali adalah tetap menjaga hubungan baik dengan konsumen. “Pola pendekatan yang harus kita sesuaikan dengan kondisi saat ini. Kita harus berikan empati. Lakukan komunikasi dengan hal-hal positif. Tidak semata-mata mau jualan,” kata Ali.

Baca Juga: Kebutuhan Ruang Kantor Konvensional akan Mengalami Pergeseran Pasar

Selain itu, Ali melanjutkan. Kini semua agen atau marketing ‘dipaksa’ untuk bisa menggunakan pola digital marketing. Salah satunya adalah melalui media sosial yang saat ini banyak diminati.

“Saluran distribusi yang saat ini nggak mandek adalah online. Ini yang paling mungkin dilakukan. Tapi kontennya pun jangan terlalu hard selling,” tegas Ali.

Komisi Nyaris Rp400 Juta

Meski pandemi sedang mewabah dan banyak orang dengan keterbatasannya lebih fokus bertahan, tetap saja properti diincar konsumen. Buktinya, penjualan dari beberapa marketing properti masih moncer. Sebut saja Martina Misella, Associate Manager Discovery Property Bandung. Pada Maret dan April dirinya mampu menjual beberapa unit yang dibeli oleh end user.

“Memang saya tidak selalu melakukan penjualan. Sering saya broadcast informasi mengenai kesehatan atau prosedur kesehatan ketika showing ke unit. Dan yang terpenting saya sampaikan bahwa kami dari agent tetap siap melayani Anda, tentu dengan prosedur kesehatan,” ujar Misella.

Baca Juga: Launching Online Sukses, Citra Maja Raya Raup Rp130 Miliar

Misella mengakui bahwa media online sangat efektif dalam proses penjualan tersebut. Baik melalui situs penjualan properti maupun media sosial. Termasuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan dengan agen-agen properti lainnya.

“Saya juga closing properti untuk produk primary. Memang lebih mudah, karena kadang-kadang konsumen tidak perlu lihat ke lokasi. Jadi cukup saya presentasi melalui WhatsApp, atau video call. Jadi bisa closing primary dan tidak harus bertemu,” terangnya.

Lebih dari itu, kata dia sejumlah promo dan gimik-gimik tertentu juga sangat membantu terjadinya transaksi tersebut. “Developernya juga bisa kasih cara bayar yang lebih mudah, seperti DP yang lebih diperpanjang. Jadi setelah masa Covid-19 baru mulai KPR,” imbuhnya.

Adapun Cynthia Han, Master Bronze Century 21 Metro Bekasi bahkan bisa closing properti hingga 20 unit di masa pandemi ini, baik penjualan maupun sewa. Rata-rata untuk sewa berkisar mulai Rp15 jutaan, sementara dijual ada yang Rp8,5 miliar.

Baca Juga: Supaya Tidak Kolaps, Pengembang Properti Harus Perhatikan Ini!

Meskipun wilayah bekasi juga dibatasi oleh pembatasan sosial berskala besar (PSBB), namun ibu rumah tangga ini pun mampu berproduktivitas dari rumah.

“Saya enjoy untuk jalankan proses ini, sehingga saya jalankan seperti biasa, meski tidak bisa ketemu langsung dengan customer. Di saya memang semuanya secondary dan oleh end user,” ungkap Cynthia.

Sama seperti Misella, Cynthia pun melakukan strategi yang sama, yakni dengan pemasaran online, termasuk pemasangan spanduk.

Sementara Raja Elsa Petriyana, Brown & White Depok juga meraih pendapatan yang fantastis di masa pandemi ini. Bahkan dia mampu meraup komisi hampir mencapai Rp400 juta, hasil dari penjualan sebidang lahan. Hebatnya, tidak ada potongan harga dari penjualan tersebut.

Baca Juga: Summarecon Bekasi Tetap Laris Meski Pandemi Corona

“Ini sebenarnya sudah beberapa kali mau transaksi tetapi gagal. Baru di awal April bisa ketemu dan berhasil transaksi di pertengahan April,” ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Sharp Dorong Usaha Pelaku UMKM...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Setelah diluncurkan beberapa waktu lalu, Rabu (25/11/2020), tim manajemen Sharp Indonesia berkesempatan mengunjungi dan bertemu secara langsung penerima manfaat program Corporate Social...

Metland Raih Penghargaan Forbes Asia...

PropertiTerkini.com, (BEKASI) — PT. Metropolitan Land Tbk (Metland) kembali meraih “2020 Asia’s 200 Best Companies Under USD 1  Billion”, yaitu 200 perusahaan publik berkinerja terbaik...

Jelang Tutup Tahun 2020, Paramount...

PropertiTerkini.com, (TANGERANG) — Paramount Land terus bergerak meski pasar properti masih melandai dampak dari pagebluk virus corona. Setelah proyek komersial terbarunya, Pisa Grande, ludes...

Maybank Lamudi Online Property Fair:...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Hampir serupa dengan pameran properti yang digelar secara offline, dimana pengunjung akan berjubel di akhir pekan. Pada gelaran virtual bertajuk Maybank...

Ikea Restoran dan Kafe Kantongi...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Setelah enam tahun beroperasi di Indonesia, IKEA Restoran dan Kafe resmi mendapatkan sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama...

Track Sepeda Layang Pertama Hadir...

PropertiTerkini.com, (BEKASI) — Bersepeda kini menjadi salah satu kegiatan olahraga yang semakin digemari. Memfasilitasi para penggemar sepeda tersebut, Metropolitan Mall Bekasi pun menghadirkan track...

PROPERTI TV

00:01:40

Begini Cara Menggunakan Philips UV-C...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Signify memperkenalkan lampu meja desinfeksi UV-C (Philips UV-C Disinfection Desk Lamp) bagi konsumen Indonesia. Lampu tersebut sangat berguna untuk mendesinfeksi rumah...
00:01:40

Kemewahan Menanti di The Ritz-Carlton,...

PropertiTerkini.com, (BALI) – Tiada salahnya jika saat ini Anda mulai merencanakan liburan yang istimewa bersama keluarga, ketika sudah saatnya bepergian lagi. Salah satunya adalah...
00:02:02

Harapan Indah Residence: Strategis di...

PropertiTerkini.com, (LABUAN BAJO) – Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium tentu menyimpan potensi besar pada bisnis properti, terutama investasi. Ini pula mendasari CV Tanjung...
00:01:01

Meikarta Mulai Serah Terima Unit,...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pengembang Kota Meikarta di Cikarang, akhirnya memenuhi janjinya usai menyelesaikan pembangunan apartemen tepat waktu. Proyek ini pertama kali diluncurkan pada 2017...
00:01:03

Philips Smart Wi-Fi LED, Lampu...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Apakah Anda sudah melengkapi rumah Anda dengan produk-produk pintar? Kini saatnya tingkatkan kenyamanan dan kemudahan di rumah Anda dengan deretan produk-produk...
00:00:31

Lippo Karawaci Tutup Atap Holland...

Holland Village Jakarta merupakan menara perkantoran 34 lantai yang dibangun terintegrasi dengan apartemen, pusat perbelanjaan dan rekreasi, rumah sakit, dan sekolah. Lokasi proyek berada...

BERITA TERBARU

Belum Tiga Bulan, Lebih Dari...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Kota Podomoro Tenjo (650 hektar) - proyek pengembangan Agung Podomoro Group (APG) - kembali mendulang prestasi di tengah pandemi, dengan mencatat peminat...

Duo Hadirkan Konsep Baru di...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — PT Intiland Development Tbk (Intiland) meluncurkan konsep pengembangan baru di kawasan perumahan Talaga Bestari, Tangerang, Banten. Klaster hunian Duo dihadirkan dalam...

Sharp Dorong Usaha Pelaku UMKM...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Setelah diluncurkan beberapa waktu lalu, Rabu (25/11/2020), tim manajemen Sharp Indonesia berkesempatan mengunjungi dan bertemu secara langsung penerima manfaat program Corporate Social...

Metland Raih Penghargaan Forbes Asia...

PropertiTerkini.com, (BEKASI) — PT. Metropolitan Land Tbk (Metland) kembali meraih “2020 Asia’s 200 Best Companies Under USD 1  Billion”, yaitu 200 perusahaan publik berkinerja terbaik...

Jelang Tutup Tahun 2020, Paramount...

PropertiTerkini.com, (TANGERANG) — Paramount Land terus bergerak meski pasar properti masih melandai dampak dari pagebluk virus corona. Setelah proyek komersial terbarunya, Pisa Grande, ludes...

Cluster Baroni di Summarecon Serpong,...

PropertiTerkini.com, (GADING SERPONG) — Summarecon Serpong, unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk, kembali menawarkan produk hunian baru di Gading Serpong, Tangerang. Cluster Baroni,...