Pembangunan 4 Jembatan di Kalsel Melalui Skema CSR

Selain memantapkan fungsi jalan nasional dan memperlancar distribusi hasil pertambangan, pembangunan overpass dan jembatan di Kalsel akan mempermudah aksesibilitas dan mobilitas lalu lintas Jalan Marabahan – Margasari.

0
jembatan di kalsel
Pembangunan jembatan di Kalsel menggunakan skema CSR dengan empat perusahaan batu bara./ dok. PUPR

PropertiTerkini.com, (TAPIN) – Pembangunan empat jembatan di Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai jalan nasional sekaligus memperlancar distribusi hasil pertambangan akan dilakukan melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).

Untuk ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan tiga overpass dan satu jembatan dengan empat perusahaan batu bara yang melintasi ruas jalan nasional Marabahan – Margasari di Provinsi Kalsel. PKS dilaksanakan sejak 2017 dengan total biaya pembangunan sebesar Rp189 miliar.

Baca Juga: Soal Jembatan Bentang Panjang LRT, Jokowi: Bayangkanlah Kehebatan Konstruksi Ini!

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan jembatan di Kalsel dengan skema CSR dapat menjadi model baru pembiayaan infrastruktur terutama di bidang jalan dan jembatan. Keberadaan jembatan dan overpass tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Selama saya jadi menteri baru pertama kali saya resmikan sarana dan prasarana di jalan nasional yang dibangun oleh pengusaha melalui program CSR. Biasanya pembangunan jembatan menggunakan APBN atau KPBU. Jadi ini program yang patut kita apresiasi dan bisa dijadikan model,” kata Basuki saat meresmikan 3 overpass dan 1 jembatan yang dipusatkan di Jembatan Sei Puting di Kabupaten Tapin, Kalsel, Sabtu (8/2/2020).

Jembatan Sei Puting dibangun dengan dana CSR PT Antang Gunung Meratus. Ini mencakup pelebaran penampang kanal untuk perlintasan kapal angkut batu bara. Biaya pembangunannya sebesar Rp66,5 miliar dengan masa pelaksanaan 540 hari kalender sejak kontrak 18 April 2018. Pengerjaan konstruksinya terdiri dari pile slab (300 m), gelagar beton (31,46 m), dan rangka baja (61,4 m).




Baca Juga: Pemerintah Bangun Rusun dan Salurkan BSPS di Kalimantan Utara

Sebelum ada jembatan tersebut, dua kabupaten yang berbatasan yakni Tapin dan Barito Kuala terpisahkan oleh sungai dan hanya bisa dilewati menggunakan perahu. “Mudah-mudahan tidak hanya menghubungkan dua kabupaten, tapi juga menyambungkan hati antara masyarakat dan perusahaan yang beroperasi di kawasan ini,” ujar Menteri Basuki.

Bupati Tapin Muhammad Arifin Arpan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR dan para 4 perusahaan tambang yang membangun overpass serta jembatan di Kalsel, sehingga akses masyarakat Kabupaten Tapin semakin terbuka. “Kami sebelumnya untuk menyeberang menggunakan (kapal) feri. Dengan adanya jembatan ini bisa menghubungkan 2 kabupaten. Sebelumnya, masyarakat kabupaten Tapin merasa terasingkan,” ujarnya.

Total panjang pembangunan overpass dan jembatan di Kalsel sepanjang 1.507 meter meliputi overpass PT Talenta Bumi sepanjang 393,3 meter di KM 46,9, overpass PT Binuang Mitra Bersama sepanjang 364,51 meter di KM 54, overpass PT Hasnur Jaya International sepanjang 357,12 meter di KM 60, dan jembatan PT Antang Gunung Meratus sepanjang 392,8 meter di KM 61.9.

Masa pelaksanaan pekerjaan overpass PT Talenta Bumi 300 hari kalender sejak tanggal kontrak 24 Agustus 2017 dengan nilai Rp36,4 miliar. Pengerjaan konstruksinya terdiri dari pembangunan jalan pendekat atau oprit sepanjang 193,6 meter, pile slab (168 m), dan gelagar beton (31,7 m).

Selanjutnya pembangunan overpass PT Binuang Mitra Bersama menelan biaya Rp41,7 miliar dengan masa pelaksanaan 245 hari kalender sejak kontrak 6 Juni 2018. Konstruksinya terdiri dari oprit (189 m), pile slab (144 m), dan gelagar baja (31,5 m). Sedangkan overpass PT Hasnur Jaya International sepanjang 357,1 meter dengan biaya Rp35,4 miliar. Pengerjaannya terdiri dari oprit (179,8 m), pile slab (146,5 m), dan gelagar beton (30,8 m) dengan masa pelaksanaan 300 hari kalender sejak 13 Juli 2017.

Baca Juga: Terowongan Terpanjang Diresmikan Presiden Jokowi

Selain memantapkan fungsi jalan nasional dan memperlancar distribusi hasil pertambangan, pembangunan overpass dan jembatan di Kalsel akan mempermudah aksesibilitas dan mobilitas lalu lintas Jalan Marabahan – Margasari, mengurangi waktu tempuh pengguna jalan mengingat ruas tersebut merupakan jalan alternatif penghubung di Kalsel, dan mendukung aktivitas industri pertambangan menuju terminal batu bara di Kota Banjarmasin, Batu Licin dan sekitarnya. Dengan harapan, pembangunan infrastruktur tersebut akan membawa efek positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah kota/kabupaten di Provinsi Kalsel.