Wednesday, September 30, 2020

Podomoro Golf View Dukung Pemerintah Atasi Kemacetan

Berdasarkan data Bank Dunia, biaya transportasi maksimum adalah 10 persen dari pendapatan per bulan. Sementara di Jabodetabek, masyarakat menengah kebawah rata-rata menghabiskan 43 persen.

Propertiterkini.com – Pengembangan kota baru Podomoro Golf View (PGV) merupakan salah satu cara yang dilakukan Agung Podomoro Land selaku pengembang untuk ikut mendukung pemerintah dalam mengatasi kemacetan. Untuk itulah di kawasan hunian terpadu PGV telah dibangun stasiun light rail transit (LRT), park and ride serta feeder untuk kendaraan umum bagi para penghuni dan masyarakat sekitar.

Baca Juga: 4.500 Apartemen Podomoro Golf View Diserahterimakan April 2019

“Dengan fasilitas yang ada, baik penghuni maupun masyarakat sekitar dapat memanfaatkannya sehingga bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” ujar Assistant Vice President Podomoro Golf View, Alvin Andronicus dihadapan wartawan dalam diskusi publik bertajuk “Peran Kota Penyangga Sebagai Solusi Kemacetan Ibukota” di Marketing Lounge Podomoro Golf View, Cimanggis, Bogor, Kamis (14/3/2019).

Upaya lainnya, lanjut Alvin, menyediakan seluruh kebutuhan masyarakat mulai dari pendidikan, kesehatan, wisata, dan sebagainya, sehingga diharapkan bisa meminimalisir perjalanan penghuni dan masyarakat keluar dari kawasan PGV yang diperkirakan dihuni oleh sekitar 60 ribu jiwa. 

Baca Juga: Urai Kemacetan, Jalur Puncak Bogor Dilebarkan

Dalam kesempatan yang sama, pengamat tata kota yang juga dosen ilmu transportasi publik Universitas Trisakti, Yayat Supriatna mengemukakan, Pemerintah harus menyediakan sistem transportasi publik yang nyaman, aman, murah serta menjangkau lebih banyak tujuan masyarakat.

Yayat merujuk hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014 yang menyebutkan bahwa 28 juta penduduk Jabodetabek yang berumur 5 tahun ke atas, sebanyak 13 persennya merupakan penduduk komuter.

Persentase tertinggi di Kota Depok (20 persen), Kota Bekasi (20 persen), dan Kota Tangerang Selatan (18 persen). Sementara persentase komuter terendah terdapat di Kabupaten Tangerang (6 persen). Untuk wilayah provinsi DKI Jakarta, persentase komuter tertinggi terdapat di wilayah Jakarta Pusat (15 persen).

Sedangkan berdasarkan data Bank Dunia, biaya transportasi maksimum adalah 10 persen dari pendapatan per bulan.

“Sementara di Jabodetabek, masyarakat menengah kebawah rata-rata menghabiskan 43 persen. Bandingkan dengan Cina yang hanya 7 persen, Singapura 3 persen dari pendapatan per bulan. Oleh karena itu, tak heran jika transportasi menjadi salah satu penyebab kemiskinan,” ujar Yayat.

Baca Juga: Permintaan Properti Online Meningkat, OLX Mantap dengan “Properti Baru”

Senada dengan Yayat Supriatna, Direktur Prasarana BPTJ Departemen Perhubungan, Heru Wisnu Wibowo menandaskan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) telah mencatat bahwa total jumlah perjalanan orang di Jabodetabek pada tahun 2015 mencapai 47,5 juta orang per hari. Jumlah itu terdiri dari pergerakan dalam kota sebesar 23,42 juta, komuter 4,06 juta dan pergerakan lainnya yang melintasi Jabodetabek sebesar 20,02 juta orang per hari.

Apartemen Podomoro Golf View./ Foto: Padre – Propertiterkini

“Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2018, penanganan transportasi Jabodetabek dituangkan dalam Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ),” kata Heru.

Lebih jauh dia mengatakan, pembentukan lembaga BPTJ oleh Presiden Joko Widodo ditujukan untuk mengintegrasikan penyelenggaraan transportasi Jabodetabek.

Sasaran yang ingin dicapai dengan adanya BPTJ ini, lanjut Heru, agar tercipta sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi di seluruh Jabodetabek dengan berbasis angkutan umum massal.

Baca Juga: Tahun Depan, Banyak yang Beralih ke Transportasi Massal Kereta

“Ini dilakukan agar pengguna kendaraan pribadi berkurang dan bisa menjadi solusi kemacetan. Indikator kinerja utama BPTJ adalah mengupayakan pergerakan orang dengan angkutan umum mencapai 60 persen dari total pergerakan orang,” imbuh Heru.

Secara gamblang Heru juga menuturkan, cakupan pelayanan angkutan umum sekitar 80 persen dari panjang jalan di perkotaan. “Setiap daerah harus punya feeder yang terintegrasi, serta fasilitas pejalan kaki dan park and ride dengan jarak perpindahan antarmoda sekitar 500 meter,” tegas Heru.

Oleh karena itulah Heru berharap, peran kota penyangga seperti PGV bisa mengakomodir pergerakan masyarakat. “Pergerakan masyarakat dapat diminimalisir dengan pengembangan kawasan yang berorientasi transit pada masing-masing kota penyangga seperti PGV ini,” jelasnya.

Baca Juga: Struktur Atas Dimulai, Cimanggis City Serah Terima Akhir 2019

Pada bagian akhir, Yayat menyampaikan bahwa sepuluh tahun lagi, Jakarta (Jabodetabek) akan menjadi kota megapolitan terbesar di dunia. Menggeser Tokyo, yang saat ini berpenduduk 35,3 juta. Menurut penelitian Euromonitor International, jumlah populasi Jabodetabek akan mencapai 35,6 juta orang pada tahun 2030.

2 COMMENTS

BERITA TERKAIT

Ada Proyek Ditunda, Begini Strategi...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Performa kerja perusahaan properti mengalami tekanan besar akibat pandemi Covid-19 di tahun 2020 ini. Salah satunya adalah PT Metropolitan Land Tbk...

Pendaftar SiKasep Terus Meningkat, Mayoritas...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pandemi Covid-19 nampaknya tidak begitu berpengaruh terhadap minat masyarakat yang hendak memiliki hunian layak bersubsidi pemerintah. Bahkan data pendaftar SiKasep alias...

Teraskita Hotel Jakarta Beri Paket...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Meski Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid II, namun Teraskita Hotel Jakarta - managed by...

Jurus JustCo Atasi Tantangan di...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pandemi Covid-19 telah mengganggu dan mengubah cara orang bekerja dan di seluruh dunia. Ketika perusahaan menjalani transisi antara kerja jarak jauh...

Program Pasar Rakyat School Sinar...

PropertiTerkini.com, (BSD CITY) — Meski di masa pandemi Covid-19, beberapa fasilitas umum di BSD City harus tetap dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu...

Inisiasi Program BERGERAK, Habitat Gandeng...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Habitat for Humanity Indonesia menginisiasi program BERGERAK (Bangkitkan Energi Gerakkan Kebaikan). Program yang didukung oleh OPPO Indonesia, masih dalam upaya untuk...
Pasang Iklan disini ...

PROPERTI TV

00:01:40

Kemewahan Menanti di The Ritz-Carlton,...

PropertiTerkini.com, (BALI) – Tiada salahnya jika saat ini Anda mulai merencanakan liburan yang istimewa bersama keluarga, ketika sudah saatnya bepergian lagi. Salah satunya adalah...
00:02:02

Harapan Indah Residence: Strategis di...

PropertiTerkini.com, (LABUAN BAJO) – Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium tentu menyimpan potensi besar pada bisnis properti, terutama investasi. Ini pula mendasari CV Tanjung...
00:01:01

Meikarta Mulai Serah Terima Unit,...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pengembang Kota Meikarta di Cikarang, akhirnya memenuhi janjinya usai menyelesaikan pembangunan apartemen tepat waktu. Proyek ini pertama kali diluncurkan pada 2017...
00:01:03

Philips Smart Wi-Fi LED, Lampu...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Apakah Anda sudah melengkapi rumah Anda dengan produk-produk pintar? Kini saatnya tingkatkan kenyamanan dan kemudahan di rumah Anda dengan deretan produk-produk...
00:00:31

Lippo Karawaci Tutup Atap Holland...

Holland Village Jakarta merupakan menara perkantoran 34 lantai yang dibangun terintegrasi dengan apartemen, pusat perbelanjaan dan rekreasi, rumah sakit, dan sekolah. Lokasi proyek berada...
00:04:41

Genap Berusia 10 Tahun, CentrePark...

Genap sudah CentrePark berusia 10 tahun pada 15 November lalu. Perusahaan manajemen parkir nasional nomor 1 di Indonesia tersebut, kini telah mencapai lebih dari...

BERITA TERBARU

10 Keunggulan Summarecon Bogor, Kota...

PropertiTerkini.com, (BOGOR) — PT Summarecon Agung Tbk resmi memperkenalkan proyek kota mandiri terbaru di selatan Jakarta, tepatnya berada di wilayah Bogor, yakni Summarecon Bogor....

Ada Proyek Ditunda, Begini Strategi...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Performa kerja perusahaan properti mengalami tekanan besar akibat pandemi Covid-19 di tahun 2020 ini. Salah satunya adalah PT Metropolitan Land Tbk...

Kementerian PUPR Bedah Rumah MBR...

PropertiTerkini.com, (LANGSA) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Perumahan menyalurkan bantuan perumahan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau...

AKR Land Gandeng AREBI Jatim...

PropertiTerkini.com, (SURABAYA) — Meski pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia, termasuk di Jawa Timur, namun minat masyarakat memiliki hunian layak, masih sangat tinggi. Atas dasar...

Pendaftar SiKasep Terus Meningkat, Mayoritas...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pandemi Covid-19 nampaknya tidak begitu berpengaruh terhadap minat masyarakat yang hendak memiliki hunian layak bersubsidi pemerintah. Bahkan data pendaftar SiKasep alias...

Bedah Rumah di Sulteng, 18.661...

PropertiTerkini.com, (SULTENG) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah selama lima tahun melaksanakan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah...