PROPERTI di CAKUNG: Infrastruktur Bikin Untung

2
kawasan cakung
Berbagai fasilitas besar dan modern, seperti Aeon Mall dan IKEA dibangun di jalan utama kawasan Jakarta Garden City./ dok. JGC

Properti di Cakung kian mempesona dengan keberadaan sejumlah infrastruktur, terutama jalan tol. Bekas hutan aren kini berubah drastis menjadi kawasan kota dengan hunian yang terintegrasi.

PropertiTerkini.com – Mendengar “Cakung” apa yang terlintas dalam benak Anda? Bagi warga DKI Jakarta tentu tidak asing dengan daerah Cakung tersebut. Cakung berada di pinggiran Jakarta Timur yang berbatasan langsung dengan Kota Bekasi, Jawa Barat dengan luas area mencapai 4.247 hektar.

Baca Juga: Jakarta Garden City Kukuh Bangun Kawasan Cakung

Cakung, dahulunya adalah sebuah kawasan hutan aren. Dalam perjalanannya, hutan aren ini kemudian berkembang menjadi sebuah kampung bernama Pulo Aren.

Oleh karena letaknya yang berada di pinggiran, kampung ini pun dijadikan sebagai kawasan pabrik dan industri. Cakung pun kian santer dengan label kawasan industri yang sudah tentu akrab dengan semrawut, berdebu dan macet di mana-mana.

Dengan begitu, tak banyak perusahaan apalagi pengembang properti yang melirik kawasan ini sebagai area pemukiman. Kalaupun ada, itu hanya akan dijadikan kawasan pergudangan dan sebagian kecil hunian bagi karyawan.

Advertisement

Tetapi itu zaman dahulu. Saat ini Cakung sudah berbenah menjadi kota modern. Sebagaimana kawasan-kawasan industri di wilayah lainnya yang kini sudah tertata lebih rapi.

Baca Juga: Banjir Properti di Kepala Naga, Kelapa Gading

Sejak 2004 lalu, kawasan Cakung memang sudah mulai ditata sesuai peruntukannya. Adapun dari total lahan tersebut, untuk area pemukiman seluas 1.923 hektar, kemudian industri 1.033 hektar, lain-lain 1.291 hektar.

Sejak saat itu, kawasan-kawasan terpadu mulai tumbuh di kecamatan berpenduduk lebih dari 224 ribu jiwa ini. Perusahaan pengembang properti pun mulai hadir mengintegrasi hunian dan berbagai fasilitas umum lainnya.

Namun jauh sebelum ini, yakni tahun 1994, PT. Metropolitan Land Tbk sudah masuk mengembangkan properti di Cakung. Awalnya proyek seluas 139 hektar di Kelurahan Ujung Menteng tersebut dibangun dengan nama Menteng Metropolitan, kini berganti menjadi Metland Menteng.

Konsep smart eco living yang diusung Metland Menteng menjadi daya pikat bagi sebagian besar pembeli yang berasal dari daerah Kelapa Gading, Sunter, Cempaka Putih dan Bekasi. Hingga saat ini sudah lebih dari 2.600 kepala keluarga mendiami kawasan dengan total sisa area pengembangan 74 hektar (gross) ini.

Baca Juga: Properti di Jalur LRT: Pencarian Meningkat, Harga Melambung

Terbaru, pengembang meluncurkan Cluster Jura seluas 3 hektar yang berada dalam area pengembangan Metland Menteng tahap II. Sebanyak 156 unit rumah dijual dengan harga mulai dari Rp1,56 miliar.

“Cluster Jura bersebelahan dengan area club house dan hutan kota seluas 1 hektar. Kami menawarkan solusi hunian eksklusif bagi masyarakat yang ingin merasakan kenyamanan dan kemudahan hidup,” ujar Dedy Indrawan, Vice General Manager Metland Menteng, beberapa waktu lalu.

metland menteng
Cluster Jura dengan fasilitas club house dan Hutan Kota di Metland Menteng./ dok. Metland Mentang

Kemudian kawasan Jakarta Garden City yang mulai dibangun pada 2007 silam. Awalnya, proyek ini merupakan kolaborasi antara pengembang Singapura, Keppel Land dengan PT Modernland Realty Tbk di lahan seluas 270 hektar.

Namun sejak 2013, Modernland sukses mengakuisisi seluruh saham Keppel Land dan menambahkan lahan seluas 100 hektar di sebelah utara kawasan. Dengan demikian, kini Jakarta Garden City adalah kota mandiri terluas di Jakarta Timur, yang mencapai 370 hektar.

Baca Juga: Harga Mulai Rp1,5 Miliar, Begini Tipe Terbaru Klaster Jura di Metland Menteng

Proyek township ini dikembangkan dalam beberapa tahap dengan rincian area komersial seluas 70 hektar dan residensial 300 hektar. Adapun pengembangan proyek dibagi dalam tiga kawasan besar, yaitu Garden City seluas 134 hektar, River Garden 100 hektar serta Lake Garden seluas 136 hektar.

Kawasan hunian ini pun tumbuh cepat dan pesat. Sebagai contoh di dalam area Garden City seluas 134, dimana progres pembangunannya telah mencapai 80 persen dengan jumlah rumah yang sudah dibangun sebanyak 3.000 unit. Dan lebih dari 2.000 unit di antaranya telah dihuni.

“Beberapa klaster yang sudah memasuki tahap serah terima, antara lain Shinano, Yarra, dan La Seine yang dipasarkan dengan kisaran mulai Rp1,8 miliar. Sedangkan untuk kavling mulai dari Rp15 juta-Rp17 juta per meter persegi,” kata Hyronimus Yohanes, GM Sales & Marketing Jakarta Garden City.

Berbagai fasilitas dibangun dalam kawasan ini. Seperti pusat niaga terpadu termasuk sekolah, shopping arcade, club house, modern market, dan rumah sakit bertaraf internasional.

Baca Juga: CAWANG-MT HARYONO: The Second CBD Jakarta

“Beberapa yang sudah beroperasi, seperti pusat perbelanjaan asal Jepang AEON Mall, pasar modern, area komersial, Sekolah Global Mandiri (TK-SMU), dan pusat kuliner Food Garden. Peritel perlengkapan rumah tangga asal Swedia, IKEA juga rencananya mulai dibangun pada akhir tahun ini,” lanjut Sami Miettinen, Direktur Utama PT Mitra Sindo Sukses.

Masih dalam kawasan yang sama, ada Superblok Sentra Timur Residence. Proyek ini dikembangkan sejak 2008, kawasan superblok seluas 40 hektar di Cakung-Pulogebang ini adalah milik Perum Perumnas yang kini dikerjasamakan dengan PT Bakrie Land.

Belum lama ini pengembang memasarkan rumah Grand Mutiara Platinum dengan kisaran harga Rp2-3 miliar dan sold out dalam waktu yang singkat. Tipe yang sama saat launching 2012-2013 lalu dijual mulai dari Rp1,7-1,8 miliar. Sementara ruko kini dijual mulai Rp3-4 miliar dan hanya tersisa 2 unit dari 32 unit.

“Saat ini kami sedang tes pasar untuk Zade Tower sebanyak 342 unit. Harganya berkisar mulai Rp400-600 jutaan,” kata Ibah Djauhari, General Manager Sales Sentra Timur Residence. Adapun Zade Tower merupakan menara ke-8 dalam kawasan tersebut.

Proyek hunian jangkung ini berada dalam area 8 hektar, dimana pada 2012 lalu, Orange Tower dijual mulai Rp208 juta. Sementara tahun 2016 dipasarkan mulai Rp12 juta/m2 atau sekitar Rp300 jutaan untuk tipe terkecil (25 m2), kini telah mencapai Rp17 juta/m2. Secara total, Sentra Timur Residence telah melakukan serah terima sebanyak 3.000 unit dari berbagai produknya.

Baca Juga: Tamansari Skyhive Apartment Mulai Dibangun

Apartemen ini menawarkan untung investasi yang cukup menggiurkan dengan yield 7 persen. “Untuk harga sewanya sekitar Rp2,5 juta/bulan untuk tipe dua kamar tapi hanya dengan fasilitas AC saja. Sedangkan yang full furnish sewa berkisar Rp3-4 juta/bulan,” terangnya.

Terintegrasi

Meski terletak di pinggir Jakarta Timur, Cakung merupakan kawasan strategis yang telah terintegrasi dengan berbagai fasilitas dan sarana infrastruktur lainnya. Berada dekat dengan pusat pemerintahan Jakarta Timur dan bersebelahan langsung dengan Kawasan Industri Pulogadung (KIP) dan Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

Keberadaan Terminal Terpadu Sentra Timur Pulogebang juga semakin menambah strategisnya kawasan yang berbatasan dengan Kota Bekasi ini. Selain itu, Cakung juga terkoneksi dengan jaringan infrastruktur transportasi, seperti Commuter Line Jakarta-Bekasi/Cikarang, BRT (Bus Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit) yang juga tidak jauh dari kawasan ini.

Serah Terima Unit Tower Sapphire Sentra Timur 4
Sentra Timur Residence./ Foto: Pio – PropertiTerkini.com

Sementara dari segi infrastruktur jalan, Kecamatan Cakung termasuk strategis karena memiliki berbagai jalan utama. Misalnya Jalan Raya Bekasi yang menghubungkan Pulo Gadung, Cempaka Putih, Kelapa Gading, dan Sumur Batu dengan Bekasi. Ada juga Jalan I Gusti Ngurah Rai yang menghubungkan Duren Sawit, Jatinegara, Pulo Gadung, Cakung, dan Matraman dengan Bekasi.

Baca Juga: Wajah Baru Poins Square: Terhubung Skybridge ke Stasiun MRT

Termasuk juga akses jalan bebas hambatan melalui Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta yang menghubungkan Cakung – Pondok Pinang dan selanjutnya akan terkoneksi dengan Serpong. Ada pula akses tol menuju Bandara Soekarno Hatta melalui Tol Tanjung Priok – Ancol – Bandara Soetta. Kemudian akses jalan Tipar – Cakung yang semakin memudahkan menuju Kawasan Kelapa Gading.

“Bahkan saat ini, menuju Cakung pun bisa diakses melalui exit Cakung Timur Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR),” kata Hyronimus.

Keberadaan jaringan infrastruktur dan transportasi, serta semakin terbukanya akses jalan tol dari dan menuju Cakung tentu berdampak langsung pada value kawasan tersebut.

Baca Juga: Tahun Depan, Banyak yang Beralih ke Transportasi Massal Kereta

Potensi investasi dan nilai jual produk properti di Cakung semakin tinggi. Cluster Mississippi di Jakarta Garden City, misalnya. Pada 2014 lalu dilansir dengan harga Rp900 jutaan, kini naik menjadi Rp1,5 miliar dengan tipe yang sama di Cluster La Seine.

Untuk Cleon Park Apartment yang merupakan apartemen pertama dalam kawasan ini pun diperkirakan akan naik dalam waktu dekat. Saat ini, apartemen yang diluncurkan pada April lalu tersebut dipasarkan mulai Rp498 juta untuk tipe studio.

Sentra Timur Residence pun mengalami lonjakan tajam, sekitar 300 persen sejak awal dipasarkan 2008 lalu. Pada saat itu apartemen dijual mulai Rp90 jutaan. Namun untuk tower ke-7, Sapphire Tower sudah dijual dengan harga jelang Rp400-800 jutaan per unitnya.

Baca Juga: Horeee, Stasiun Metland Telaga Murni Mulai Beroperasi

Harga perumahan di Metland Menteng pun naik tajam dengan kisaran harga rata-rata saat ini mulai Rp1,8 miliar – Rp4 miliaran. Potensi properti di Cakung ini tentunya akan semakin meningkat kelak akses baru yang menghubungkan langsung Metland Menteng dengan pintu keluar Tol Cakung Timur yang melewati AEON Mall Jakarta, sudah rampung.

2 COMMENTS

Komentar