Tuesday, April 7, 2020

BERITA PROPERTI

Intiland: Corona, Tantangan Berat Tahun Ini

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Wabah global virus Corona atau Covid-19 telah secara langsung berdampak negatif terhadap perekonomian dan bagi upaya pemulihan industri properti nasional. Bahkan...

Ternyata 433 Desa di Timur Indonesia Belum Dialiri Listrik

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - Indonesia memiliki sebanyak 83.436 desa. Dari jumlah itu, ternyata masih sebanyak 433 desa yang belum dialiri listrik. Hal itu dikatakan oleh Menteri...

Siapkan Akomodasi Bagi Tenaga Medis, Kemenparekraf Gandeng RedDoorz

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) menggandeng RedDoorz - platform manajemen dan pemesanan hotel online -...

Cocok Untuk Perkantoran dan Ritel, Terminal Pemindaian Wajah MinMoe “Tanpa Sentuhan”

PropertiTerkini.com, (HANGZHOU) – Satu teknologi terbaru besutan Hikvision, vendor terkemuka dunia untuk berbagai produk dan solusi video keamanan. Namanya, Terminal Pemindaian Wajah MinMoe, produk...

Rumah Masyarakat Tahan Gempa Rampung Pascabencana NTB

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan rumah masyarakat tahan gempa dan fasilitas lainnya akibat gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB), Agustus 2018 lalu.

Kementerian PUPR dalam keterangan tertulisnya menyebutkan bahwa ada sebanyak 694 fasilitas umum yang sudah direhabiltasi dan direkonstruksi usai bencana tersebut. Adapun wilayah pembangunan tersebut, tersebar di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram dan wilayah terdampak di NTB.

Baca Juga: Sukseskan MotoGP Mandalika, Kementerian PUPR Bangun Jalan Akses 17,4 KM

Selain merehabilitasi fasilitas umum, Kementerian PUPR juga memberikan supervisi teknis pembangunan kembali rumah masyarakat tahan gempa. Ini dilakukan oleh tenaga fasilitator dan insinyur muda PUPR dalam mendampingi kegiatan kelompok masyarakat (Pokmas) yang dibentuk di tingkat kecamatan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, rumah masyarakat tahan gempa yang dibangun diantaranya menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Teknologi rumah tahan gempa hasil inovasi Balitbang Kementerian PUPR tersebut telah teruji tahan gempa.

“Masing-masing warga kebutuhannya berbeda, ada yang memilih RISHA, Rumah Instan Kayu (RIKA), atau Rumah Kayu dan Konvensional (RIKO). RISHA merupakan salah satu metode yang sudah teruji ketahanan atas gempanya,” ujar Menteri Basuki.

Baca Juga: Jokowi: Saatnya NTB Bangkit, Bangun Rumah dengan Teknologi RISHA

Adapun Pokmas yang dibentuk sejumlah 11.502 yang terdiri dari 5.964 Pokmas Rusak Berat, 1.580 Pokmas Rusak Sedang dan 3.958 Pokmas Rusak Ringan. Pembentukan Pokmas dimaksudkan untuk menjamin akuntabilitas penyaluran bantuan agar tepat sasaran bagi korban bencana yang rumahnya rusak.



Untuk diketahui, rumah tahan gempa dengan teknologi RISHA merupakan rumah layak huni dan terjangkau yang dibangun secara bertahap berdasarkan modul. Waktu yang diperlukan dalam proses pembangunan setiap modul tersebut 24 jam oleh 3 pekerja.

Karena ukuran komponen mengacu pada ukuran modular maka komponennya memiliki sifat fleksibel dan efisien dalam konsumsi bahan bangunan. Sebelumnya, teknologi yang sama juga sudah diterapkan pasca tsunami di Aceh. Terdapat 67 aplikator dan diterapkan sebanyak sekitar 10.000 unit di Aceh.

Baca Juga: Begini Gambaran Rumah Masa Depan dari Samsung

Beberapa keunggulan dari teknologi RISHA, yakni cepat, murah, ramah lingkungan, tahan gempa, movable (knock down), ringan, dan dapat dimodifikasi sebagai bangunan kantor, puskesmas, rumah sakit, sekolah, dan lainnya.

Lebih rinci, sebagaimana dikutip dari balitbang.pu, RISHA merupakan rumah dengan konsep knock down, dimana proses pembangunannya tidak membutuhkan semen dan bata, melainkan dengan menggabungkan panel-panel beton dengan baut. Maka pembangunan rumah ini dapat diselesaikan dengan waktu jauh lebih cepat.

Fasilitas Umum

Rehabilitasi dan Rekonstruksi 694 Fasilitas Umum Rampung Pascabencana NTB
Salah satu fasilitas umum yang rampung dibangun Kementerian PUPR, Pascabencana di NTB./ dok. PUPR

Di Lombok, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan 694 fasilitas umum, seperti sekolah, masjid, dan pasar. Pelaksanaannya telah dikerjakan oleh BUMN Karya.

“Tugas rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas ini telah selesai pada 19 April 2019 lalu,” sambung Basuki.

Fasilitas umum yang telah selesai direhabilitasi oleh Kementerian PUPR terdiri dari 572 unit sekolah (31 TK, 249 SD, 80 MI, 46 SMP, 78 MTs, 36 SMA dan 52 MA), 31 unit fasilitas kesehatan, 87 unit rumah ibadah, 1 unit pasar dan 3 unit bangunan lainnya. Fasilitas umum ini tersebar di berbagai daerah di NTB, yakni Kota Mataram 17 unit, Lombok Barat 79 unit, Lombok Tengah 41 unit, Lombok Utara 291 unit, Lombok Timur 61 unit, Sumbawa Barat 100 unit dan Sumbawa 105 unit.

Baca Juga: Tahun Ini Kementerian PUPR Bangun 9.000 Rumah Komunitas

Fasilitas umum yang telah selesai dibangun dan dimanfaatkan kembali telah diberikan label sertifikat bahwa bangunan tersebut telah layak dan aman digunakan, misalnya RSUD Kota Mataram dan SMPN 6 Mataram.

Latest Posts

Pandemi Covid-19: Nasabah KPR Juga Bisa ‘Puasa’ Cicilan 1 Tahun

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis kebijakan dalam rangka memitigasi dampak negatif adanya pandemi Covid-19. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh...

Intiland: Corona, Tantangan Berat Tahun Ini

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Wabah global virus Corona atau Covid-19 telah secara langsung berdampak negatif terhadap perekonomian dan bagi upaya pemulihan industri properti nasional. Bahkan...

Strategi Pemasaran Properti ditengah Pandemi Virus Corona

Oleh: WIDODO PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pada medio Desember 2019 di Wuhan, China digegerkan adanya wabah virus Corona atau Covid 19 adalah jenis penyakit flu yang...

Ternyata 433 Desa di Timur Indonesia Belum Dialiri Listrik

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - Indonesia memiliki sebanyak 83.436 desa. Dari jumlah itu, ternyata masih sebanyak 433 desa yang belum dialiri listrik. Hal itu dikatakan oleh Menteri...

BERITA TERKAIT

Pandemi Covid-19: Nasabah KPR Juga Bisa ‘Puasa’ Cicilan 1 Tahun

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis kebijakan dalam rangka memitigasi dampak negatif adanya pandemi Covid-19. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh...

Intiland: Corona, Tantangan Berat Tahun Ini

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Wabah global virus Corona atau Covid-19 telah secara langsung berdampak negatif terhadap perekonomian dan bagi upaya pemulihan industri properti nasional. Bahkan...

Strategi Pemasaran Properti ditengah Pandemi Virus Corona

Oleh: WIDODO PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pada medio Desember 2019 di Wuhan, China digegerkan adanya wabah virus Corona atau Covid 19 adalah jenis penyakit flu yang...

Ternyata 433 Desa di Timur Indonesia Belum Dialiri Listrik

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - Indonesia memiliki sebanyak 83.436 desa. Dari jumlah itu, ternyata masih sebanyak 433 desa yang belum dialiri listrik. Hal itu dikatakan oleh Menteri...

Rusus ASN Polri di Sumbar Diserahterimakan PUPR

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Sebanyak 25 unit rumah khusus atau rusus ASN Polri di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diserahterimakan oleh Kementerian Pekerjaan...