Rusun Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret Siap Dihuni

3
rusun seminari St. Petrus Ritapire
Rumah Susun Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret, Sikka, NTT./ dok. Kementerian PUPR

Rusun Seminari terdiri dari 1 Tower Blok setinggi 3 lantai yang merangkum sebanyak 37 unit dengan tipe 24 dan berkapasitas 144 mahasiswa.

PropertiTerkini.comRumah Susun (Rusun) Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) rampung dan siap dihuni. Adapun rusun mahasiswa senilai Rp13,2 miliar ini dibangun oleh Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Rumah Susun sejak akhir 2018 lalu.

Baca Juga: Resmikan Rusun Mahasiswa, Jokowi: Tahun Ini Bangun 300 Tower Lagi

Rusun Seminari tersebut terdiri dari 1 Tower Blok setinggi 3 lantai yang merangkum sebanyak 37 unit dengan tipe 24 dan berkapasitas 144 mahasiswa. Rusun telah dilengkapi dengan meubelair berupa kursi dan meja belajar, tempat tidur tingkat, tempat tidur difabel, dan lemari sedang.

Seperti diberitakan dalam laman pu.go.id, peresmian Rusun Seminari dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita oleh Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dan Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis, pada Jumat (3/5/2019) lalu.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Milenial Punya Rumah Layak Huni

“Ini adalah model rusun terbaik pembangunan rusun di Indonesia dengan fasilitas lengkap dari Kementerian PUPR,” ujar Fary.

Anggota dewan ini juga menginstruksikan agar Kementerian PUPR segera membangun turap di sekeliling Rumah Susun Seminari Tinggi St. Petrus guna mencegah longsor. Usulan yang sama juga disampaikan oleh Rektor Seminari Tinggi RD. Dr. Phillips Ola Daen.

Tahun Ini 300 Tower

rumah susun Seminari Tinggi St.Petrus Ritapiret 2
Rusun Seminari telah dilengkapi dengan meubelair berupa kursi dan meja belajar, tempat tidur tingkat, tempat tidur difabel, dan lemari sedang./ dok. Kementerian PUPR

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa fasilitas rusun diperlukan untuk mahasiswa sebagai bagian dari program pengembangan SDM. Dikatakan Presiden, pada tahun 2018, pemerintah membangun 275 tower rusun, sedangkan tahun ini akan dibangun 300 tower lagi.

Baca Juga: Hunian TOD Semakin Diminati, Perumnas Kebut Mahata Margonda

“Sebanyak 45 ada di Jawa Timur dan termasuk provinsi yang paling banyak akan dibangun rusun, karena di sini betul-betul dimanfaatkan dan sangat dibutuhkan,” ujar Presiden.

Sementara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan rumah susun disamping untuk pekerja, MBR, TNI/Polri, juga diperuntukkan untuk mahasiswa dan santri. Hal ini merupakan bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah dalam penyediaan rumah dan penataan kawasan lingkungan pendidikan.

Baca Juga: Pemangkas Rambut Garut Terima Rumah Subsidi Pemerintah

“Tahun 2018 lalu ada sebanyak 275 tower rusun yang dibangun, 30 persennya sekitar 100 unit merupakan rusun mahasiswa dan ponpes,” kata Basuki.

3 COMMENTS

Komentar