Sunday, July 12, 2020

Soal NJOP Jakarta: Pemprov DKI Kurang Bijak

Jika memang NJOP Jakarta tidak bisa ditunda lagi, maka seharusnya bila di satu sisi terbebani pajak, di sisi lain ada insentif tambahan bagi pasar, misalkan dinaikkannya batasan rumah yang bebas PBB dari Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar.

Propertiterkini.com – Kenaikan nilai jual objek pajak (NJOP) bumi dan bangunan PBB P2 pada tahun 2018 rata-rata adalah sebesar 19,54%. Kenaikan objek pajak ini dipengaruhi oleh perubahan fisik lingkungan lahan dan pembangunan infrastruktur.

Menurut Sandiaga Uno, beberapa daerah di Jakarta kini telah memiliki akses yang semakin mudah. Hal itu kemudian berimbas pada tingginya nilai tanah dan bangunan. Dengan demikian, NJOP Jakarta yang ditetapkan meningkat pula.

Baca Juga:

“Misalnya di Jakarta Timur banyak jalan tol yang dibangun dan aksesnya jadi naik, harga tanahnya juga meningkat,” kata Sandiaga Uno.

Dia juga memastikan kenaikan NJOP Jakarta tersebut dilakukan dengan pertimbangan yang matang dan adil. Sebab, dengan naiknya NJOP, nantinya Pemprov DKI juga dapat terus meningkatkan fasilitas di daerah tersebut.

Berbeda dengan Sandiaga Una, CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menilai, kenaikan NJOP Jakarta ini terkesan terburu-buru sehingga menjadi kebijakan sepihak tanpa mendengar pendapat dari berbagai pihak.

Meskipun demikian Ali mengatakan bahwa kenaikan harga NJOP Jakarta pastinya tidak bisa dihindari, namun momen kenaikannya pada tahun ini yang dianggap tidak tepat.

“Dengan kondisi pasar properti saat ini yang sedang melemah, akan lebih bijak bila kenaikan tersebut bisa ditunda sampai tahun depan,” kata Ali dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (12/7/2018) lalu.

Menurut Ali, indeks harga pasar perumahan di Jakarta terus menunjukkan pelemahan sejak tahun lalu.

“Sehingga bila NJOP dinaikkan tentunya akan semakin membebani konsumen, karena di sisi lain mereka juga tidak dapat menaikkan harganya. Kalau naik pastinya semakin tidak bisa terjual,” jelas Ali.

Selain kondisi pasar yang lemah, Indonesia Property Watch mempertanyakan urgensi dan transparansi Pemprov DKI Jakarta atas penggunaan pemasukan pajak tersebut. Pasalnya IPW belum melihat urgensi untuk dinaikkan tahun ini.

“Bila memang ada urgensi atau Pemprov DKI membutuhkan dana untuk perbaikan infrastruktur dan lainnya, sebaiknya harus transparan dibuka ke publik masyarakat Jakarta,” lanjut Ali.

Ketika dibandingkan dengan kenaikan NJOP saat Gubernur Basuki Tjajaha Purnama, Ali menjelaskan bahwa kenaikan yang terjadi pada tahun 2014 di saat pasar properti telah menikmati hasilnya karena dalam periode 2009 sampai 2013 pertumbuhan pasar properti sangat luar biasa.

Sedangkan saat ini bahkan sejak dua tahun lalu pasar properti masih belum bergerak dan cenderung terus melemah. Sehingga momen kenaikan tahun ini kurang tepat.

“Bila memang tidak bisa ditunda lagi, maka seharusnya bila di satu sisi terbebani pajak, di sisi lain ada insentif tambahan bagi pasar, misalkan dinaikkannya batasan rumah yang bebas PBB dari Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar,” usul Ali.

Kenaikan pajak ini pastinya akan menaikkan harga properti. Namun menjadi dilema ketika pasar properti saat ini pun tidak dapat naik terlalu tinggi karena pasar yang tengah lesu.

BERITA TERKAIT

Semester I, Penyaluran Dana FLPP...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Penyaluran dana pembiayaan perumahan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) per 30 Juni 2020 tercatat telah mencapai sebesar Rp7,366 triliun untuk 72.760...

SiKasep, Selangkah Menuju Rumah Idaman

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Hari gini, siapa yang tidak punya smartphone. Hampir semua orang telah mengakses berbagai hal melalui ponsel pintarnya. Terutama berselancar di dunia...

Diperluas, Aplikasi SiKasep Kini untuk...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kini memperluas jangkauan layanan...

PP Tabungan Perumahan Rakyat Disahkan

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Hadirnya Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 merupakan upaya Pemerintah untuk melengkapi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)...

Menjalani ‘The New Normal’, Begini...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, salah satu perbankan yang konsen membiayai perumahan rakyat kembali mengajak pengembang untuk membangun rumah bagi...

Tantangan Besar Bagi Hunian Sewa:...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pandemi COVID-19 telah menghadirkan tantangan yang cukup besar di sektor properti, termasuk sewa-menyewa hunian bagi kalangan ekspatriat. Sebagian besar sekolah internasional telah...

PROPERTI TV

00:01:40

Kemewahan Menanti di The Ritz-Carlton,...

PropertiTerkini.com, (BALI) – Tiada salahnya jika saat ini Anda mulai merencanakan liburan yang istimewa bersama keluarga, ketika sudah saatnya bepergian lagi. Salah satunya adalah...
00:02:02

Harapan Indah Residence: Strategis di...

PropertiTerkini.com, (LABUAN BAJO) – Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium tentu menyimpan potensi besar pada bisnis properti, terutama investasi. Ini pula mendasari CV Tanjung...
00:01:01

Meikarta Mulai Serah Terima Unit,...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pengembang Kota Meikarta di Cikarang, akhirnya memenuhi janjinya usai menyelesaikan pembangunan apartemen tepat waktu. Proyek ini pertama kali diluncurkan pada 2017...
00:01:03

Philips Smart Wi-Fi LED, Lampu...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Apakah Anda sudah melengkapi rumah Anda dengan produk-produk pintar? Kini saatnya tingkatkan kenyamanan dan kemudahan di rumah Anda dengan deretan produk-produk...
00:00:31

Lippo Karawaci Tutup Atap Holland...

Holland Village Jakarta merupakan menara perkantoran 34 lantai yang dibangun terintegrasi dengan apartemen, pusat perbelanjaan dan rekreasi, rumah sakit, dan sekolah. Lokasi proyek berada...
00:04:41

Genap Berusia 10 Tahun, CentrePark...

Genap sudah CentrePark berusia 10 tahun pada 15 November lalu. Perusahaan manajemen parkir nasional nomor 1 di Indonesia tersebut, kini telah mencapai lebih dari...

BERITA TERBARU

Summarecon Mutiara Makassar Luncurkan Blue...

PropertiTerkini.com, (MAKASSAR) – Summarecon Mutiara Makassar memperkenalkan klaster ketiga yang akan segera diluncurkan pada 8 Agustus 2020 mendatang, yaitu Blue Crystal Residence. Hunian dalam klaster ketiga...

Bedah 1.823 Rumah di Kota...

PropertiTerkini.com, (BOGOR) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyalurkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah sebanyak 1.823 rumah tidak...

300 Properti RedDoorz Akan Terima...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – RedDoorz, platform pemesanan dan manajemen hotel online mengumumkan bahwa telah terdapat 70 penginapan RedDoorz yang berhasil mendapatkan sertifikat “HygienePass”. Sementara 300...

Progres 70 Persen, Huntap di...

PropertiTerkini.com, (SULAWESI TENGAH) – Kementerian PUPR terus mendorong progres pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk masyarakat korban bencana alam di Provinsi Sulwesi Tengah (Sulteng). Sejak dilaksanakan...

Lemari Es Kirei Sakura, Lengkapi...

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) kembali meluncurkan produk baru, yakni lemari es Kirei III. Ini adalah produk baru kedua yang diluncurkan...

4.500 Rumah di Jambi Terima...

PropertiTerkini.com, (JAMBI) – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menyalurkan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Tahun...