Teknologi TCM Atasi Kerusakan Jalan di Musim Penghujan

Biaya penggunaan TCM juga relatif lebih terjangkau dibanding alternatif penanganan lain, karena dikemas dalam ukuran 25 kilogram seharga Rp150.000.

0
jalan dengan teknologi tcm dari kementerian pupr (2)
TCM pertama kali dikenalkan ke publik pada Desember 2014 lalu dan sudah digunakan di beberapa ruas jalan./ dok. PUPR

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) mengembangkan Teknologi TCM atau Tambalan Cepat Mantap. Temuan baru ini diyakini mampu mengatasi kondisi jalan yang rusak, terutama di musim penghujan.

Untuk diketahui, material penyusun jalan seperti aspal, kerikil, dan agregat juga akan mudah rusak, apalagi dengan intensitas curah hujan ekstrim dewasa ini. Olehkarenanya, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mendorong para peneliti yang bertugas di Balitbang Kementerian PUPR untuk menghasilkan produk riset yang dapat diterapkan dalam mendukung kebijakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Indonesia.

“Untuk mampu bersaing dalam konteks global, produk hasil penelitian Balitbang PUPR harus lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik kualitasnya. Hasil penelitian harus dapat digunakan utamanya oleh Kementerian PUPR,” kata Basuki dikutip dari keterangan pers Kementerian PUPR.

Baca Juga: Jokowi: Saatnya NTB Bangkit, Bangun Rumah dengan Teknologi RISHA

Teknologi TCM dikembangkan oleh Pusat Litbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan). TCM pertama kali dikenalkan ke publik pada Desember 2014 lalu. TCM merupakan bahan campuran aspal panas (hot mix asphalt) dengan campuran aspal dingin (cold mix asphalt) yang telah dicampur dengan aditif dan dikemas secara pabrikasi.




Penggunaan teknologi TCM ini sangat mudah, yakni setelah kemasan dibuka bisa langsung dihampar dan dipadatkan dengan beban lalu lintas atau pemadat ringan (hand stamper). Waktu perbaikan jalan pun hanya memakan waktu kurang lebih satu jam.

Penggunaan TCM tidak menemui kendala dengan temperatur pemadatan dan dapat digunakan untuk ruas jalan dengan lalu lintas berat serta dapat langsung open traffic. Untuk pemadatan dengan roda kendaraan bisa digunakan untuk lubang yang kedalamannya tidak lebih dari 40 cm.

jalan dengan teknologi tcm dari kementerian pupr (1)
TCM dikemas dalam ukuran 25 kilogram seharga Rp150.000./ dok. PUPR

Penggunaan TCM dapat mengurangi tingkat kerusakan jalan secara cepat sehingga dapat mengurangi kemacetan lalu lintas akibat lubang dan proses perbaikan, termasuk mengurangi tingkat kecelakaan dan memberi kenyamanan pada pengguna jalan. Di samping itu, biaya penggunaan TCM juga relatif lebih terjangkau dibanding alternatif penanganan lain, karena dikemas dalam ukuran 25 kilogram seharga Rp150.000.

Baca Juga: Mulai Rp1 Miliaran, Rumah Berteknologi Panel Surya Dibangun Anvaya Group

Dengan teknologi TCM, jalan yang diperbaiki memiliki daya tahan lebih kuat. Jika menggunakan bahan tambalan aspal biasa, kerusakan jalan akan kembali terjadi antara satu minggu hingga satu bulan. Namun dengan teknologi TCM, kondisi perkerasan jalan masih bagus sampai dengan satu tahun walaupun dilalui beban lalu lintas berat.

Saat ini TCM telah diterapkan diantaranya di ruas Jalan Cirebon – Losari di Jawa Barat, Ruas Jalan Cikopo, Ruas Jalan Tol Jagorawi, dan Ruas Jalan Profesor Eykman di Bandung, Jawa Barat.