Tuesday, April 7, 2020

BERITA PROPERTI

Intiland: Corona, Tantangan Berat Tahun Ini

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Wabah global virus Corona atau Covid-19 telah secara langsung berdampak negatif terhadap perekonomian dan bagi upaya pemulihan industri properti nasional. Bahkan...

Ternyata 433 Desa di Timur Indonesia Belum Dialiri Listrik

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - Indonesia memiliki sebanyak 83.436 desa. Dari jumlah itu, ternyata masih sebanyak 433 desa yang belum dialiri listrik. Hal itu dikatakan oleh Menteri...

Siapkan Akomodasi Bagi Tenaga Medis, Kemenparekraf Gandeng RedDoorz

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) menggandeng RedDoorz - platform manajemen dan pemesanan hotel online -...

Cocok Untuk Perkantoran dan Ritel, Terminal Pemindaian Wajah MinMoe “Tanpa Sentuhan”

PropertiTerkini.com, (HANGZHOU) – Satu teknologi terbaru besutan Hikvision, vendor terkemuka dunia untuk berbagai produk dan solusi video keamanan. Namanya, Terminal Pemindaian Wajah MinMoe, produk...

Terjual Rp55 Miliar, Crown Group Cetak Rekor Penjualan Griya Tawang

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pengembang properti asal Australia, Crown Group, mencatat rekor terbaru dari penjualan griya tawang miliknya di Australia. Penthouse yang berada di lantai 28 tersebut berada di menara hunian proyek Arc by Crown Group.

Direktur Sales & Marketing dan COO Crown Group, Prisca Edwards mengatakan, Crown Group mengalami bulan penjualan yang sangat kuat selama pertengahan Februari dan awal Maret. Hal ini, sebutnya, menunjukkan bahwa masih banyak pembeli di luar dan melihat daya tarik dari properti dengan harga yang menarik.

Baca Juga: 10 Griya Tawang Termahal di Dunia

Pada awal Maret, unit griya tawang Arc by Crown Group dengan pemandangannya yang menakjubkan ke seluruh penjuru kota dan Pyrmont Bay telah terjual senilai Rp55 miliar. Harga penjualan griya tawang ini sekaligus mencetak rekor penjualan baru di menara hunian ikonik yang terletak di Clarence Street tersebut.

Adapun proyek 25 lantai yang dirancang oleh Koichi Takada Architects tersebut telah menjadi ikon global sejak dibuka pada akhir 2018 lalu. Proyek ini juga berhasil memenangkan beberapa penghargaan arsitektur internasional melalui façade dengan tumpukan batu bata yang terinspirasi oleh bangunan historis dan 59 lengkungan baja berwarna putih seperti katedral.

Arc by Crown Group terdiri atas 148 unit apartemen dan hotel SKYE Suites Sydney di lantai bawah. Hunian ini juga dilengkapi dengan kawasan ritel serta kuliner baru yang sering disebut sebagai Skittle Place. Sementara griya tawang masing-masing memiliki tiga kamar tidur dan tiga kamar mandi, ruang tamu yang luas serta dikelilingi oleh fitur air yang menenangkan dan balkon.

Unit Tersisa Semakin Terbatas

Crown Group kini memiliki koleksi griya tawang yang semakin terbatas. Sekarang hanya tersisa empat unit yang terdapat di tiga proyek hunian di Sydney, setelah dua unit yang spektakuler terjual dalam sebulan terakhir.

Baca Juga: Ini Dia, Griya Tawang Mewah yang Dijual Mulai Rp37 Miliar

Menurut Prisca Edwards, penjualan griya tawang tersebut menandakan bahwa pasar properti Sydney sedang berkembang, terutama untuk pasar kelas atas.

“Ketika kita berbicara tentang apartemen berkualitas, ternyata masih pembeli yang berminat, dan mereka dengan senang hati membayar untuk kenyamanan dari lokasi yang bagus, gaya hidup Lock-up-and-leave, pemandangan yang tidak dimiliki oleh orang lain dan ‘kualitas pengerjaan’ terbaik,” kata Edwards.

Dua griya tawang lainnya berada di hunian vertikal baru bertemakan Jepang di Waterloo, Mastery by Crown Group. Griya tawang satu-satunya di Sydney ini menampilkan pemandian tradisional hinoki ala Jepang.

Proyek tersebut dirancang oleh arsitek Jepang terkenal di dunia, yakni Kengo Kuma dan Koichi Takada, serta arsitek yang berbasis di Sydney, Silvester Fuller. Proyek lima menara hunian ini akan memiliki pusat kuliner Jepang pertama di Sydney, lengkap dengan fasilitas resor khas Crown Group termasuk kolam renang atap tanpa batas, gimnasium, spa, bioskop mini, ruang komunitas, dan kawasan ritel di lantai dasar. Dua griya tawang tersebut dihargai mulai Rp37,8 miliar hingga Rp49 miliar.

Sebuah griya tawang baru lainnya pada proyek Infinity by Crown Group di Green Square, juga baru saja dilepas ke pasar. Griya tawang di sini dilego seharga Rp39,5 miliar.

Di kawasan North Sydney, Skye by Crown Group menawarkan unit griya tawang yang megah dengan pemandangan ke pelabuhan Sydney.Di sini, griya tawang dilepas dengan harga Rp45 miliar.



Baca Juga: Penthouse Mewah Dijual Mulai Rp41 Miliar, Berminat?

Prisca menjelaskan, setiap koleksi unit griya tawang menawarkan dapur yang dilengkapi dengan peralatan premium, tapware desainer, permukaan batu yang dipoles, panel di dinding, tempat penyimpanan dan lemari yang dipesan lebih dahulu. Unit-unit tersebut juga menampilkan pintu kaca dari lantai hingga ke langit-langit, AC central, bak mandi di kamar utama dan ruang luar yang luas.

Pembeli Luar Negeri

Crown Group Pecahkan Rekor Griya Tawang Termahal
Arc by Crown Group – image credit – Martin Mischkulnig

Pada Februari, Infinity by Crown Group di Zetland, yang telah selesai akhir tahun lalu, berhasil menjual apartemen senilai Rp100 miliar kepada pembeli di luar negeri. Di antara yang berhasil terjual adalah unit griya tawang yang mampu terjual hanya dalam waktu 6 jam, mencatatkan harga penjualan tertinggi senilai Rp41 miliar di wilayah Zetland.

Sementara dua proyek lainnya yang berada di pinggiran Waterloo, yakni Waterfall by Crown Group yang baru saja selesai dan Mastery by Crown Group (selesai pada tahun 2022), juga berhasil menjual apartemen senilai Rp30 miliar kepada pembeli luar negeri.

Hasil positif juga berlanjut pada awal bulan Maret ini mengikuti dorongan kuat yang dialami oleh Crown Group pada Februari 2020. Mastery by Crown Group berhasil mencatat nilai transaksi hampir Rp90 miliar untuk unit apartemen off-the-plan di pengembangan hunian bertema Jepang ini.

Ini diperkirakan akan terus melonjak, dengan suku bunga yang akan kembali turun dan nilai tukar dolar Australia yang menawarkan peluang besar bagi pembeli asing untuk mendapatkan penawaran bagus.

Prisca Edwards juga mengatakan tim penjualan telah melihat peningkatan nyata dalam minat pembeli luar negeri terhadap properti Sydney sejak akhir tahun lalu, yang akhirnya membuahkan hasil penjualan yang sukses.

“Para pembeli menikmati suku bunga terendah dalam sejarah saat ini dan sepertinya ada pemotongan lebih lanjut ke depan. Pembeli luar negeri kami sekarang melihat peluang untuk mengambil keuntungan dari perubahan nilai dolar Australia untuk mendapatkan nilai tukar mata uang yang lebih menguntungkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Peminat Melonjak, 10% Pembeli Waterfall by Crown Group dari Indonesia

Reserve Bank of Australia (RBA) diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga di Australia sebesar 0,25% ke rekor terendah pada hari ini.

“Pembeli luar negeri kami membeli untuk masa depan, untuk diri mereka sendiri atau keluarga mereka. Mereka melihat properti sebagai opsi investasi yang disukai. Bagi beberapa orang, kepemilikan properti juga dilihat sebagai simbol status,” katanya.

Bagi mereka, Australia adalah pilihan yang jelas karena Australia adalah negara barat terdekat dengan Asia, dengan cuaca yang sangat baik, sistem perawatan kesehatan yang komprehensif, lingkungan politik yang relatif stabil, dan zona waktu yang sama. Kami berharap akan melihat lebih banyak penjualan dalam beberapa minggu ke depan,” lanjutnya.

Latest Posts

Pandemi Covid-19: Nasabah KPR Juga Bisa ‘Puasa’ Cicilan 1 Tahun

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis kebijakan dalam rangka memitigasi dampak negatif adanya pandemi Covid-19. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh...

Intiland: Corona, Tantangan Berat Tahun Ini

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Wabah global virus Corona atau Covid-19 telah secara langsung berdampak negatif terhadap perekonomian dan bagi upaya pemulihan industri properti nasional. Bahkan...

Strategi Pemasaran Properti ditengah Pandemi Virus Corona

Oleh: WIDODO PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pada medio Desember 2019 di Wuhan, China digegerkan adanya wabah virus Corona atau Covid 19 adalah jenis penyakit flu yang...

Ternyata 433 Desa di Timur Indonesia Belum Dialiri Listrik

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - Indonesia memiliki sebanyak 83.436 desa. Dari jumlah itu, ternyata masih sebanyak 433 desa yang belum dialiri listrik. Hal itu dikatakan oleh Menteri...

BERITA TERKAIT

Pandemi Covid-19: Nasabah KPR Juga Bisa ‘Puasa’ Cicilan 1 Tahun

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis kebijakan dalam rangka memitigasi dampak negatif adanya pandemi Covid-19. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh...

Intiland: Corona, Tantangan Berat Tahun Ini

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Wabah global virus Corona atau Covid-19 telah secara langsung berdampak negatif terhadap perekonomian dan bagi upaya pemulihan industri properti nasional. Bahkan...

Strategi Pemasaran Properti ditengah Pandemi Virus Corona

Oleh: WIDODO PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pada medio Desember 2019 di Wuhan, China digegerkan adanya wabah virus Corona atau Covid 19 adalah jenis penyakit flu yang...

Ternyata 433 Desa di Timur Indonesia Belum Dialiri Listrik

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - Indonesia memiliki sebanyak 83.436 desa. Dari jumlah itu, ternyata masih sebanyak 433 desa yang belum dialiri listrik. Hal itu dikatakan oleh Menteri...

Rusus ASN Polri di Sumbar Diserahterimakan PUPR

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Sebanyak 25 unit rumah khusus atau rusus ASN Polri di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diserahterimakan oleh Kementerian Pekerjaan...