Tren Pencarian Rumah Usai Lebaran Meningkat 120%

0
tren pencarian rumah
Ilustrasi - Perumahan Pesona Sawangan, Depok./ Foto: Padre - PropertiTerkini.com

Meski tensi politik masih belum reda, namun tren pencarian rumah terus meningkat, terutama untuk rumah pada segmen di bawah Rp500 juta.

PropertiTerkini.com – Pergerakan pasar properti usai Lebaran diperkirakan melaju positif. Hal tersebut dapat terlihat dari minat mencari informasi tentang rumah dijual di portal properti Lamudi.co.id.

Baca Juga: Pendapatan Tumbuh 300%, Lamudi Pindah Kantor di SCBD

Berdasarkan data Lamudi menyebutkan bahwa, tren pencarian rumah meningkat 120% usai Lebaran. Rata-rata mereka tertarik untuk mencari informasi tentang rumah di kawasan Bodetabek dengan harga di bawah Rp500 juta.

Secara keseluruhan pencarian rumah di Bulan Mei ketika Ramadhan sebenarnya meningkat jika dibandingkan bulan April, peningkatannya sebesar 8,07%. Namun, tren tersebut menurun pada tanggal 21 Mei hingga H-1 Idul Fitri dan akhirnya kembali meningkat usai Lebaran.

Baca Juga: Dengan 4 Cara Ini, Libur Lebaran Semakin Seru

Menurut Yoga Priyautama, Commercial Director Lamudi.co.id, tren pencarian rumah ini memang lumrah terjadi setiap tahunnya. Dimana di awal Ramadhan pencarian meningkat kemudian turun menjelang Lebaran dan kembali naik usai Idul Fitri.

“Ke depannya diperkirakan, tren pencarian rumah akan semakin membaik hingga akhir tahun 2019,” ungkap Yoga dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Keyakinan tersebut tentunya bukan tanpa sebab, salah satu faktor pemicunya adalah kepastian hukum setelah penetapan presiden dan wakil presiden hasil Pemilu, April lalu. Ditambah lagi, persoalan politik yang ada terkait hasil Pemilu Presiden akan diselesaikan secara konstitusional di Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga: Jurus Mendulang Sukses KPR BNI di Tahun Politik

“Bisnis properti sangat rentan terhadap kondisi politik, terutama untuk segmen atas yang banyak didominasi oleh investor. Mereka akan cenderung wait and see ketika melihat tidak stabilnya ekonomi dan keamanan,” katanya.

Advertisement

Komentar